16:00 . Keberanian  |  15:00 . Tingkatkan Kemampuan Motorik Anak Apatis dengan Terarium  |  14:00 . Hantam Truk, Pengendara Motor Luka Parah  |  13:00 . Coretan Mesra dari Pak Guru  |  12:00 . Holcim Bangun TPQ Untuk Siswa SD   |  11:00 . Cerita Literasi di SD Tasikharjo dan Remen  |  10:00 . Berduaan di Pantai Cemara Saat Malam, Pasangan Pelajar Diamankan  |  09:00 . Tiap Hari 4 Warga Terluka   |  08:00 . Mendekati Musik Campursari dan Dangdut  |  07:00 . Menggosok Gigi Ketika Puasa  |  20:00 . Hasil UNBK SMP Sederajat Diumumkan Besok  |  19:00 . Komnas HAM Temui Warga Mentoso Bahas NGRR  |  18:00 . Cuaca Buruk, Beberapa Nelayan di Panyuran Tak Melaut  |  17:00 . Sejumlah Bangunan di Pantai Kelapa Panyuran Rusak Diterjang Ombak  |  16:00 . Ceroboh  |  15:00 . Waspada, Hingga Jumat Prakiraan Tinggi Gelombang Laut Jawa Capai 1,25 - 2,50 Meter  |  14:00 . Masyarakat Kita Tidak Sabaran  |  13:00 . Kerudung Motif Kembang-Kembang  |  12:00 . Pos Black Spot Upaya Tekan Laka  |  11:00 . 4 warga terluka tiap hari  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Rabu, 13 September 2017 16:00:00

Patra Daya EMCL

Awali Pengerjaan dengan Syukuran, Hingga Libatkan Ibu-ibu

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Mengawali pembangunan infrastruktur berupa pengaspalan jalan di Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, tim pelaksana kegiatan Program Aksi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat (Patra Daya), bersama pekerja melakukan syukuran sederhana terlebih dahulu di lokasi yang akan diaspal, Rabu (13/9/2017).

Usai berdoa, belasan pekerja dan tim pelaksanaa menyantap makanan bersama-sama. Meskipun dengan wadah menggunakan daun jati, mereka tampak menikmati makanan berupa nasi, mie, sayur dan telur, sekaligus sebagai sarapan sebelum mulai pengerjaan awal untuk pengaspalan jalan.

Ada yang menarik di antara para pekerja. Yakni, ada 8 ibu-ibu yang turut serta. Mereka rata-rata berpakaian sama, memakai capil, kain penutup kepala, penutup hidung, kaos lengan panjang, sarung tangan, celana dan bersepatu. Usai sarapan, mereka mengambil batu-batu kecil dari tumpukan material dan mengusungnya ke badan jalan yang akan diaspal.

"Sudah biasa ikut kerja seperti ini. Tapi kalau ngga ada kerjaan, ya bertani di sawah dan ladang," ujar salah satu ibu yang bernama Ngatemi.

Bendahara Timlak Desa Punggulrejo, Subhi Hariadi menjelaskan, di desa tersebut setiap akan mulai pengerjaan pembangunan infrastruktur desa, pasti diawali dengan syukuran sederhana, agar diberikan keselamatan dan kelancaran hingga tuntas pengerjaan. "Sekalian untuk sarapan bersama-sama," ungkapnya.

Terkait dengan tenaga wanita, Subhi mengaku, memang sudah biasa dalam pembangunan ada ibu-ibu yang turut terlibat. Untuk pengerjaan pengaspalan ini, para kaum Hawa lebih banyak pada menata batu-batu yang berukuran kecil agar lebih rapi dan tertata.

"Untuk bapak-bapaknya bagian pekerjaan yang berat, seperti memecah batu, menggali, hingga pengaspalan nanti," jelas Subhi.

patra-daya-1

Pembangunan jalan aspal dengan volume panjang 149,5 meter dan lebar 4 meter di Desa Punggulrejo ini, merupakan Patra Daya yang diprakarsai oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Patra Daya adalah bagian dari kegiatan Program Pendukung Operasi atas persetujuan SKK Migas untuk masyarakat sekitar wilayah operasi EMCL, dalam hal ini jalur pipa minyak dari Lapangan Banyuurip menuju penampungan di lepas pantai Tuban.

Program ini merupakan komitmen EMCL dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Program dari EMCL tidak menggantikan peran pemerintah dalam membangun daerah, melainkan kolaborasi dan kerjasama yang berkesinambungan.

Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, salah satu desa penerima manfaat dari program tersebut. Dalam pelaksanaan di Desa Punggulrejo, EMCL menggandeng mitra yakni Society Education Centre (SEC) Bojonegoro yang memberikan pengembangan kapasitas manajemen program, pengelolaan keuangan dan pelaporan bagi tim pelaksana desa. [feb/rom]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Sabtu, 19 Mei 2018 06:00:22

Blok Buku

Bayangan Bidadari

"Bayangan Bidadari" merupakan kumpulan cerpen yang ditulis  Nurul F. Huda, nama pena dari Nurul Fithroni. Lahir di Purworejo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah,pada tanggal 5 Oktober 1975, dia mulai menulis sejak SMP. read...

Sabtu, 14 April 2018 06:00:00

Blok Buku

Cinta adalah Pilihan

Subhan Hariri, lahir di Kota Santri, Situbondo, 13 Desember 1975. Pendidikan  ditempuh dengan normal hingga perguruan tinggi. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Probolinggo, Jawa Timur. Serta pernah aktif mendirikan LSM Alif dan pernah bertugas sebagai konselor ketika masih mengabdi di lembaga pendidikan, serta pengalaman lain yang menghiasi perjalanan hidupnya. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Rabu, 13 September 2017 16:00:00

Patra Daya EMCL

Awali Pengerjaan dengan Syukuran, Hingga Libatkan Ibu-ibu

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Mengawali pembangunan infrastruktur berupa pengaspalan jalan di Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, tim pelaksana kegiatan Program Aksi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat (Patra Daya), bersama pekerja melakukan syukuran sederhana terlebih dahulu di lokasi yang akan diaspal, Rabu (13/9/2017).

Usai berdoa, belasan pekerja dan tim pelaksanaa menyantap makanan bersama-sama. Meskipun dengan wadah menggunakan daun jati, mereka tampak menikmati makanan berupa nasi, mie, sayur dan telur, sekaligus sebagai sarapan sebelum mulai pengerjaan awal untuk pengaspalan jalan.

Ada yang menarik di antara para pekerja. Yakni, ada 8 ibu-ibu yang turut serta. Mereka rata-rata berpakaian sama, memakai capil, kain penutup kepala, penutup hidung, kaos lengan panjang, sarung tangan, celana dan bersepatu. Usai sarapan, mereka mengambil batu-batu kecil dari tumpukan material dan mengusungnya ke badan jalan yang akan diaspal.

"Sudah biasa ikut kerja seperti ini. Tapi kalau ngga ada kerjaan, ya bertani di sawah dan ladang," ujar salah satu ibu yang bernama Ngatemi.

Bendahara Timlak Desa Punggulrejo, Subhi Hariadi menjelaskan, di desa tersebut setiap akan mulai pengerjaan pembangunan infrastruktur desa, pasti diawali dengan syukuran sederhana, agar diberikan keselamatan dan kelancaran hingga tuntas pengerjaan. "Sekalian untuk sarapan bersama-sama," ungkapnya.

Terkait dengan tenaga wanita, Subhi mengaku, memang sudah biasa dalam pembangunan ada ibu-ibu yang turut terlibat. Untuk pengerjaan pengaspalan ini, para kaum Hawa lebih banyak pada menata batu-batu yang berukuran kecil agar lebih rapi dan tertata.

"Untuk bapak-bapaknya bagian pekerjaan yang berat, seperti memecah batu, menggali, hingga pengaspalan nanti," jelas Subhi.

patra-daya-1

Pembangunan jalan aspal dengan volume panjang 149,5 meter dan lebar 4 meter di Desa Punggulrejo ini, merupakan Patra Daya yang diprakarsai oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Patra Daya adalah bagian dari kegiatan Program Pendukung Operasi atas persetujuan SKK Migas untuk masyarakat sekitar wilayah operasi EMCL, dalam hal ini jalur pipa minyak dari Lapangan Banyuurip menuju penampungan di lepas pantai Tuban.

Program ini merupakan komitmen EMCL dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Program dari EMCL tidak menggantikan peran pemerintah dalam membangun daerah, melainkan kolaborasi dan kerjasama yang berkesinambungan.

Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, salah satu desa penerima manfaat dari program tersebut. Dalam pelaksanaan di Desa Punggulrejo, EMCL menggandeng mitra yakni Society Education Centre (SEC) Bojonegoro yang memberikan pengembangan kapasitas manajemen program, pengelolaan keuangan dan pelaporan bagi tim pelaksana desa. [feb/rom]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment