07:00 . Ini Kebiasaan yang Bikin Pekerjaan Lebih Sulit dari Seharusnya  |  23:00 . Sempat Was-Was dengan Jembatan Widang, Polres Optimalkan Sosialisasi  |  22:00 . Tak Diterima Dinsos, Bantuan Ormawa Unirow Dialihkan ke Baznas  |  22:00 . Haul Langitan Jadi Berkah Pedagang Luar Wilayah  |  21:00 . Cawapres, KH Ma'ruf Amin Mohon Dukungan dan Doa Restu   |  20:00 . Viral Berita Penculikan di Soko, Ini Tanggapan Polisi  |  19:00 . Ma'ruf Amin Doakan Santri Langitan Jadi Pemimpin Negeri  |  18:30 . Ramai, Keamanan Pesantren Imbau Tingkatkan Kewaspadaan  |  18:00 . Ma'ruf Amin Hadiri Haul Masyayikh Ponpes Langitan  |  17:00 . Arus Lalin Widang-Lamongan Terpantau Lancar  |  16:00 . Pasang Iklan Kampanye di Media? Ini Jadwalnya  |  15:00 . Arus Lalin Widang-Lamongan Terpantau Lancar  |  14:00 . Semen Indonesia Ajak Warganet “Bicara Baik” di Medsos  |  13:00 . Ribuan Warga Terus Berdatangan Ke-Kompleks Ponpes Langitan  |  12:00 . Sarbumusi Klaim Masih Ada Perusahaan Tak Patuh  |  11:00 . Ketuk Pintu, Warga Tasikmadu Donasi Buat Korban Gempa  |  10:00 . CSR Tahun 2019, PT. Holcim Hindari Bangun Gapura  |  09:00 . Ini Berkas yang Wajib Dibawa Saat Ujian CPNS  |  08:00 . Kemarau, Dinas PUPR Himbau Petani Tak Tanam  |  07:00 . Cegah Anak Kecanduan Gawai Dimulai dari Orangtua  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 23 Juni 2018 15:00:38

Tradisi Sekar Makam di Pekuwon‎ Tetap Bertahan

 
Reporter: M. Anang Febri
 
blokTuban.com -‎ Tradisi ziarah kubur, atau juga sering disebut Sekar Makam oleh sebagian besar masyarakat ‎Kabupaten Tuban ‎masih banyak dilakukan ketika sebelum dan sesudah bulan Ramadan.
 
‎Begitu juga yang dilakukan warga di Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel ini. Budaya menyekar makam keluarga yang telah berpulang lebih dulu menghadap Illahi Robbi itu asih bertahan ditengah gerusan arus modern ini.
 
Jika umumnya ziarah makam hanya dilakukan oleh kaum Adam saja, yang langsung ke lokasi pemakaman, pemandangan berbeda terlihat di makam Desa Pekuwon ini‎. Anak kecil, baik laki-laki dan perempua‎n beserta kaum Ibunya juga ‎turut untuk ziarah ke makam.
 
"Sudah setahun ini perempuan ataupun ibu-ibu juga diperbolehkan ‎ke makam untuk menabur bunga dan ziarah. Kita fleksibel saja, kalau dulunya kan nggak boleh," ujar Arif, pemuda setempat kepada blokTuban.com, Sabtu (23/6/2018).
 
Ditambahkannya, tradisi semacam itu memang sengaja diterapkan oleh penduduk setempat. Ditengah arus perkembangan zaman yang pesat ini, warga juga harus mengimbangi dengan pergesaran yang tetap mempertahankan unsur budaya.
 
Adapun waktu yang biasa digunakan warga untuk Sekar Makam di desa itu yakni sebelum bulan Ramadan tiba, sebelum Hari Raya Idul Fitri, dan juga sebelum warga yang bekerja di luar daerah kembali ke aktivitasnya masing-masing.
 
"Ya begini sekarang, masih ramai warga yang nyekar. Alhamdulillah masih ‎bisa dijaga tradisi semacam ini," pungkas pemuda yang juga aktivis IPNU itu. [feb/ito].

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 23 Juni 2018 15:00:38

Tradisi Sekar Makam di Pekuwon‎ Tetap Bertahan

 
Reporter: M. Anang Febri
 
blokTuban.com -‎ Tradisi ziarah kubur, atau juga sering disebut Sekar Makam oleh sebagian besar masyarakat ‎Kabupaten Tuban ‎masih banyak dilakukan ketika sebelum dan sesudah bulan Ramadan.
 
‎Begitu juga yang dilakukan warga di Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel ini. Budaya menyekar makam keluarga yang telah berpulang lebih dulu menghadap Illahi Robbi itu asih bertahan ditengah gerusan arus modern ini.
 
Jika umumnya ziarah makam hanya dilakukan oleh kaum Adam saja, yang langsung ke lokasi pemakaman, pemandangan berbeda terlihat di makam Desa Pekuwon ini‎. Anak kecil, baik laki-laki dan perempua‎n beserta kaum Ibunya juga ‎turut untuk ziarah ke makam.
 
"Sudah setahun ini perempuan ataupun ibu-ibu juga diperbolehkan ‎ke makam untuk menabur bunga dan ziarah. Kita fleksibel saja, kalau dulunya kan nggak boleh," ujar Arif, pemuda setempat kepada blokTuban.com, Sabtu (23/6/2018).
 
Ditambahkannya, tradisi semacam itu memang sengaja diterapkan oleh penduduk setempat. Ditengah arus perkembangan zaman yang pesat ini, warga juga harus mengimbangi dengan pergesaran yang tetap mempertahankan unsur budaya.
 
Adapun waktu yang biasa digunakan warga untuk Sekar Makam di desa itu yakni sebelum bulan Ramadan tiba, sebelum Hari Raya Idul Fitri, dan juga sebelum warga yang bekerja di luar daerah kembali ke aktivitasnya masing-masing.
 
"Ya begini sekarang, masih ramai warga yang nyekar. Alhamdulillah masih ‎bisa dijaga tradisi semacam ini," pungkas pemuda yang juga aktivis IPNU itu. [feb/ito].

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment