16:00 . Proyek Perbaikan Jalan Minim Rambu, Begini Pengakuan Pekerja  |  15:00 . 10 Finalis Cung dan Nduk Dijadwalkan Kunjungi Wisata Tuban  |  13:00 . Tak Kalah dengan Jalan Raya, Jalan Beton Digarap Rute Jegulo-Kenthi  |  12:00 . Begini Upaya Dinsos P3A Tekan Angka Kekerasan Anak dan KDRT  |  11:00 . Sering Tercium Bau, Warga Keluhkan Kontrol Perusahaan Tak Maksimal  |  10:00 . Patroli Rutin, Satpol PP Temukan Sepasang Pelajar di Bangunan Kosong  |  08:00 . Dinsos P3A Ajak Masyarakat Wujudkan Bumi Wali KLA  |  07:00 . Ini Kebiasaan yang Bikin Pekerjaan Lebih Sulit dari Seharusnya  |  23:00 . Sempat Was-Was dengan Jembatan Widang, Polres Optimalkan Sosialisasi  |  22:00 . Tak Diterima Dinsos, Bantuan Ormawa Unirow Dialihkan ke Baznas  |  22:00 . Haul Langitan Jadi Berkah Pedagang Luar Wilayah  |  21:00 . Cawapres, KH Ma'ruf Amin Mohon Dukungan dan Doa Restu   |  20:00 . Viral Berita Penculikan di Soko, Ini Tanggapan Polisi  |  19:00 . Ma'ruf Amin Doakan Santri Langitan Jadi Pemimpin Negeri  |  18:30 . Ramai, Keamanan Pesantren Imbau Tingkatkan Kewaspadaan  |  18:00 . Ma'ruf Amin Hadiri Haul Masyayikh Ponpes Langitan  |  17:00 . Arus Lalin Widang-Lamongan Terpantau Lancar  |  16:00 . Pasang Iklan Kampanye di Media? Ini Jadwalnya  |  15:00 . Arus Lalin Widang-Lamongan Terpantau Lancar  |  14:00 . Semen Indonesia Ajak Warganet “Bicara Baik” di Medsos  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Kamis, 24 Mei 2018 14:00:00

Setiap Hari Terjadi Tiga Kecelakaan

Masyarakat Kita Tidak Sabaran

Reporter: Sri Wiyono

blokTuban.com - Tidak sabaran. Itulah kata kunci yang diberikan Kepala Dinas Perhubungan Mudji Slamet. Sama seperti AKP Eko Iskandr, Mudji juga menilai banyaknya kecelakaan tersebut akibat human error atau kesalahan manusia.

Baca juga [Pos Black Spot Upaya Tekan Laka]

Karena, kalau soal infrastruktur dia menilai sudah layak dan mamadai. Seperti misalnya untuk jalur-jalur nasional, rambu-rambu sudah lengkap. Juga perlengkapan lain, misalnya pembatas jalan dan lampu mata kucing yang bisa memandu pengendara di malam hari atau saat cuaca gelap.

Hanya, semua fasilitas itu tidak menjadi berguna saat manusianya tidak mau meperhatikan dan mematuhi. Pelanggaran lalu lintas, termasuk melanggar rambu-rambu yang sudah dipasang bisa menjadi pemicu kecelakaan. Rambu lalu lintas atau rambu penunjuk jalan di jalan kabupaten juga sudah memadai.

Sebagai contoh ketidaksabaraan atau perilaku tergesa-gesa masyarakat itu, tercermin di perempatan jalan. Saat lampu traffick light atau lampu stopan menyala merah, pengendara berhenti semua.

Untuk lampu stopan yang ada timernya, justru menegaskan sangat kentaranya perilaku tidak sabaran itu. Ketika angka di papan timer masih menunjukkan baru angka 4 atau 3, bahkan masih di angka 5, pengendara di belakang kita sudah ribut. Klakson mulai bersahutan, itu jika pengendara yang di depan patuh dan menunggu sampai waktu jalan tiba.

Jika kebetulan pengendara yang di depan tipe pengendara yang tidak sabaran, maka saat angka di papan timer masih menunjukkan angka 4 atau 3 sudah berjalan. Ironisnya, kendaraan yang di belakangnya juga ikut-ikutan. Maka terjadilah ketidaksabaran berjamaah.

Tindakan itu berbahaya. Sebab, misalnya pengendara dari sisi yang lain juga berjalan, apa tidak terjadi kecelakaan? Sebab, jika perilaku tidak sabaran itu juga menghinggapi pengendara dari sisi jalan yang lain, maka kemungkinan terjadi kecelakaan sangat besar.

Pengendara yang di sisi jalan yang lampunya masih hijau, namun angka yang tertera di papan timer menunjukkan angka semakin kecil, pengendara justru malah ngebut agar tidak terjebak lampu merah lagi. Sedangkan dari sisi yang lain, papan timer masih menunjukkan angka 3 atau 4 sudah berjalan, apakah yang akan terjadi ?

Mudji Slamet mengatakan, dipasang timer itu dimaksudkan untuk memudahkan pengendara. Misalnya, papan timer sudah menunjukkan angka 3, maka pengendara bisa bersiap-siap karena sebentar lagi akan berjalan. Bukan malah langsung tancap gas. [ono]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Kamis, 24 Mei 2018 14:00:00

Setiap Hari Terjadi Tiga Kecelakaan

Masyarakat Kita Tidak Sabaran

Reporter: Sri Wiyono

blokTuban.com - Tidak sabaran. Itulah kata kunci yang diberikan Kepala Dinas Perhubungan Mudji Slamet. Sama seperti AKP Eko Iskandr, Mudji juga menilai banyaknya kecelakaan tersebut akibat human error atau kesalahan manusia.

Baca juga [Pos Black Spot Upaya Tekan Laka]

Karena, kalau soal infrastruktur dia menilai sudah layak dan mamadai. Seperti misalnya untuk jalur-jalur nasional, rambu-rambu sudah lengkap. Juga perlengkapan lain, misalnya pembatas jalan dan lampu mata kucing yang bisa memandu pengendara di malam hari atau saat cuaca gelap.

Hanya, semua fasilitas itu tidak menjadi berguna saat manusianya tidak mau meperhatikan dan mematuhi. Pelanggaran lalu lintas, termasuk melanggar rambu-rambu yang sudah dipasang bisa menjadi pemicu kecelakaan. Rambu lalu lintas atau rambu penunjuk jalan di jalan kabupaten juga sudah memadai.

Sebagai contoh ketidaksabaraan atau perilaku tergesa-gesa masyarakat itu, tercermin di perempatan jalan. Saat lampu traffick light atau lampu stopan menyala merah, pengendara berhenti semua.

Untuk lampu stopan yang ada timernya, justru menegaskan sangat kentaranya perilaku tidak sabaran itu. Ketika angka di papan timer masih menunjukkan baru angka 4 atau 3, bahkan masih di angka 5, pengendara di belakang kita sudah ribut. Klakson mulai bersahutan, itu jika pengendara yang di depan patuh dan menunggu sampai waktu jalan tiba.

Jika kebetulan pengendara yang di depan tipe pengendara yang tidak sabaran, maka saat angka di papan timer masih menunjukkan angka 4 atau 3 sudah berjalan. Ironisnya, kendaraan yang di belakangnya juga ikut-ikutan. Maka terjadilah ketidaksabaran berjamaah.

Tindakan itu berbahaya. Sebab, misalnya pengendara dari sisi yang lain juga berjalan, apa tidak terjadi kecelakaan? Sebab, jika perilaku tidak sabaran itu juga menghinggapi pengendara dari sisi jalan yang lain, maka kemungkinan terjadi kecelakaan sangat besar.

Pengendara yang di sisi jalan yang lampunya masih hijau, namun angka yang tertera di papan timer menunjukkan angka semakin kecil, pengendara justru malah ngebut agar tidak terjebak lampu merah lagi. Sedangkan dari sisi yang lain, papan timer masih menunjukkan angka 3 atau 4 sudah berjalan, apakah yang akan terjadi ?

Mudji Slamet mengatakan, dipasang timer itu dimaksudkan untuk memudahkan pengendara. Misalnya, papan timer sudah menunjukkan angka 3, maka pengendara bisa bersiap-siap karena sebentar lagi akan berjalan. Bukan malah langsung tancap gas. [ono]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment