07:00 . Simak, Tips Agar Tak Bau Mulut Saat Puasa  |  07:00 . Sebaiknya Olahraga Menjelang Berbuka Atau Setelah Berbuka Puasa?  |  20:00 . Pemkab Jamin Ramadan Stok Elpiji Aman  |  19:00 . Gerakan Beli Beras Petani Lokal Untuk Zakat Fitrah Butuh Regulasi   |  18:00 . Jelang Buka Puasa, Jalan Sunan Kalijogo Sering Macet  |  17:00 . Jadi Tempat Ngabuburit, Pertigaan Pasar Soko Ramai Tiap Sore  |  16:00 . Putus Asa  |  15:00 . Panen Buah, Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Klotok  |  14:00 . Bulan Juli Direncanakan 9 Raperda Tuntas  |  13:00 . Ini Makanan Milik Umat  |  12:00 . DPRD Usulkan 4 Raperda Inisiatif  |  11:00 . 16 Pemain Telah Bergabung di Persatu  |  10:00 . Pertamina Resmi Operasikan WK Tuban  |  09:00 . Ngabuburit dengan Membaca dan Bercerita  |  08:00 . Kalapas Tuban Kukuhkan Satgas Merah Putih WBP  |  07:00 . Jangan Salah, Puasa Terbukti Ringankan Gejala Penyakit Asam Lambung  |  20:00 . Lahan Kering, Petani di Alas Tuo Tanam Kangkung  |  19:00 . Jaga Kebersamaan, PWI Tuban Gelar Buka Bersama  |  18:00 . Wujud Bhakti Negeri dengan Cat Merah  |  17:00 . Petani Masih Tanam Bawang Merah‎ Saat Kemarau  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Kamis, 17 Mei 2018 16:00:00

Kajian Kitab Klasik Idhotun Nasyiin

Bangkit

Mulai siang ini, ada ulasan dari terjemahan kitab “Idhotun Nasyiin” karangan ulama besar Musthafa Al-Ghalayani. Kitab ini membahas tentang akhlaq, etika, dan kemasyarakatan.

Kitab Idhotun Nasyiin berisi bimbingan yang masih relevan untuk generasi muda muslim ‘jaman now'. Berbagai nasehat ditulis dalam kitab ini. Dengan harapan menjadi manusia seutuhnya, berhiaskan akhlaq terpuji dan mengerti permasalahan yang dialami bangsa.

Dalam menyajikan kajian kitab klasik ini, redaksi menggunakan panduan kitab yang sudah diterjemahkan oleh H.M. Fadlil Said An-Nadwi pada tahun 1421 H. Buku tersebut diterbitkan oleh Al-Hidayah Surabaya. Selamat mengkaji.


Bangkit
 
Oleh: Mochamad Nur Rofiq
 
blokTuban.com - Orang yang berani maju. Lawan katanya Ihjam (diam/mundur/males). Allah menganjurkan semua orang memiliki sifat maju. Allah mencipatakan manusia supaya bekerja untuk menghidupinya. Bekerja ke seluruh penjuru bumi. Dengan memanfaatkan kebagusan-kebagusan dari dalam bumi. Tidak pernah berhenti untuk mencari.
 
Semua tidak akan terjadi tanpa adanya sifat maju. Maka tidak akan terwujud jika kalian hanya berdiam diri. Seperti istilah jawa yang sering dipakai “Rawe-rawe Rantas, Malang-malang putung”
 
Dikisahkan, ulama’ terdahulu yang shaleh sampai mencapai ketinggian yang menakjubkan. Ilmunya dikenal di pelosok-pelosok dunia. Sampai orang menundukkan kepala jika disebut namanya. Mereka bisa seperti itu, karena memiliki sifat maju.
 
Bedanya dengan generasi sekarang, sebelum melakukan pekerjaan sudah ogah-ogahan. Kemunduran menginggapi generasi sekarang, tidak seperti pendahulunya. Orang sekarang sukanya instan, sehingga jadi malas.
 
Sementar bangsa yang dulunya dianggap remeh, saat ini sudah bangkit. Sementara kita masih saja dinina bobokan.
 
Wahai generasi muda, mari hidupkan kembali keberanian untuk mencoba untuk meneliti. Tantinglah kemulyaan yang dulu pernah ada untuk kau angkat kembali. Bangkitkan kejayaan yang sudah lama terkubur. Jangan jadikan semua itu sesuatu yang terlantar.
 
Jika kalian tidak segera bangun, ya sudahlah. Tinggal dikafani, karena kafan sudah tergelar dan kuburan yang sudah tergali.
 
Untuk itu, mari bangkitlah dengan kebangkitan yang bisa menggerakkan gunung-gunung yang kokoh. Dan bisa menaklukan binatang liar. Begitu kamu bangkit, kuda binal sekalipun bisa jadi lulut. Sebelum menimpa pada diri kita sebuah mala petaka.
 
Sesungghnya wahai generasi muda, di tangan kalian terdapat perkara bangsa. Di dalamnya kemajuan umat. Maka majulah kalian semua, seperti majunya singa yang berani. Seperti bangkitnya onta yang banyak membawa barang-barang. Bangkit secara gegap gempita.
 
Jadilah orang berpengaruh di sekitar. Sesungguhnya Allah akan mendukung, dan sebaliknya Allah enggan menolong orang yang malas. [rof/ono]

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Sabtu, 19 Mei 2018 06:00:22

Blok Buku

Bayangan Bidadari

"Bayangan Bidadari" merupakan kumpulan cerpen yang ditulis  Nurul F. Huda, nama pena dari Nurul Fithroni. Lahir di Purworejo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah,pada tanggal 5 Oktober 1975, dia mulai menulis sejak SMP. read...

Sabtu, 14 April 2018 06:00:00

Blok Buku

Cinta adalah Pilihan

Subhan Hariri, lahir di Kota Santri, Situbondo, 13 Desember 1975. Pendidikan  ditempuh dengan normal hingga perguruan tinggi. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Probolinggo, Jawa Timur. Serta pernah aktif mendirikan LSM Alif dan pernah bertugas sebagai konselor ketika masih mengabdi di lembaga pendidikan, serta pengalaman lain yang menghiasi perjalanan hidupnya. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Kamis, 17 Mei 2018 16:00:00

Kajian Kitab Klasik Idhotun Nasyiin

Bangkit

Mulai siang ini, ada ulasan dari terjemahan kitab “Idhotun Nasyiin” karangan ulama besar Musthafa Al-Ghalayani. Kitab ini membahas tentang akhlaq, etika, dan kemasyarakatan.

Kitab Idhotun Nasyiin berisi bimbingan yang masih relevan untuk generasi muda muslim ‘jaman now'. Berbagai nasehat ditulis dalam kitab ini. Dengan harapan menjadi manusia seutuhnya, berhiaskan akhlaq terpuji dan mengerti permasalahan yang dialami bangsa.

Dalam menyajikan kajian kitab klasik ini, redaksi menggunakan panduan kitab yang sudah diterjemahkan oleh H.M. Fadlil Said An-Nadwi pada tahun 1421 H. Buku tersebut diterbitkan oleh Al-Hidayah Surabaya. Selamat mengkaji.


Bangkit
 
Oleh: Mochamad Nur Rofiq
 
blokTuban.com - Orang yang berani maju. Lawan katanya Ihjam (diam/mundur/males). Allah menganjurkan semua orang memiliki sifat maju. Allah mencipatakan manusia supaya bekerja untuk menghidupinya. Bekerja ke seluruh penjuru bumi. Dengan memanfaatkan kebagusan-kebagusan dari dalam bumi. Tidak pernah berhenti untuk mencari.
 
Semua tidak akan terjadi tanpa adanya sifat maju. Maka tidak akan terwujud jika kalian hanya berdiam diri. Seperti istilah jawa yang sering dipakai “Rawe-rawe Rantas, Malang-malang putung”
 
Dikisahkan, ulama’ terdahulu yang shaleh sampai mencapai ketinggian yang menakjubkan. Ilmunya dikenal di pelosok-pelosok dunia. Sampai orang menundukkan kepala jika disebut namanya. Mereka bisa seperti itu, karena memiliki sifat maju.
 
Bedanya dengan generasi sekarang, sebelum melakukan pekerjaan sudah ogah-ogahan. Kemunduran menginggapi generasi sekarang, tidak seperti pendahulunya. Orang sekarang sukanya instan, sehingga jadi malas.
 
Sementar bangsa yang dulunya dianggap remeh, saat ini sudah bangkit. Sementara kita masih saja dinina bobokan.
 
Wahai generasi muda, mari hidupkan kembali keberanian untuk mencoba untuk meneliti. Tantinglah kemulyaan yang dulu pernah ada untuk kau angkat kembali. Bangkitkan kejayaan yang sudah lama terkubur. Jangan jadikan semua itu sesuatu yang terlantar.
 
Jika kalian tidak segera bangun, ya sudahlah. Tinggal dikafani, karena kafan sudah tergelar dan kuburan yang sudah tergali.
 
Untuk itu, mari bangkitlah dengan kebangkitan yang bisa menggerakkan gunung-gunung yang kokoh. Dan bisa menaklukan binatang liar. Begitu kamu bangkit, kuda binal sekalipun bisa jadi lulut. Sebelum menimpa pada diri kita sebuah mala petaka.
 
Sesungghnya wahai generasi muda, di tangan kalian terdapat perkara bangsa. Di dalamnya kemajuan umat. Maka majulah kalian semua, seperti majunya singa yang berani. Seperti bangkitnya onta yang banyak membawa barang-barang. Bangkit secara gegap gempita.
 
Jadilah orang berpengaruh di sekitar. Sesungguhnya Allah akan mendukung, dan sebaliknya Allah enggan menolong orang yang malas. [rof/ono]

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment