08:00 . Desa Wajib Lakukan Analisis Kelayakan Penyertaan Modal BUMDesa  |  07:00 . Konflik Bisa Bikin Hubungan dengan Kekasih Lebih Kuat  |  20:00 . Wakil Bupati Harap Perusahaan besar Ikut Bursa Kerja  |  19:00 . Ratusan Siswa SMK Rengel Ikuti Lomba Desain Batik Lokal  |  18:00 . Rumah Janda Penjual Krupuk di Plumpang Terbakar  |  18:00 . Saat Ini Tuban Memiliki 200 BUMDes  |  17:00 . Peringati Hari Batik, SMK Rengel Adakan Bazar dan Workshop  |  16:00 . Kembangkan BUMDesa, Dispemas-KB Tuban Gelar Peningkatan Kapasitas SDMnya  |  15:00 . Begini Cara Bawaslu Awasi Kampanye di Medsos  |  14:00 . Pendaftaran CPNS Ditutup, 5.273 Pelamar Siap Diverifikasi  |  13:00 . Bupati Serahkan Bantuan Kapal Kepada Nelayan Miskin  |  09:00 . Ajak Siswa Menjadi ‘Wartawan’  |  08:00 . Napak Tilas Kejayaan Majapahit di Bumi Wali  |  07:00 . Berat Badan Naik? Mungkin Ada Kaitannya dengan Pola Tidur Anda  |  20:00 . Laka di Beji, Seorang Pelajar Meninggal dan Pembonceng Luka Parah  |  19:00 . Warga Grabagan Keluhkan Tarif PDAM Naik Saat Kekeringan  |  18:00 . Bendera KSN Resmi Diserahkan PW GP Ansor Jatim ke Ansor Jateng  |  17:00 . Hantam Dump Truk, Pengendara Vixion Asal Kediri Meninggal  |  16:00 . Pilpres, Ketua GP Ansor Jatim Bebaskan Pilihan Asal Jangan Golput  |  15:00 . Bendera Sepanjang 1 KM Sambut KSN Zona Rote di Jatim-Jateng  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 14 April 2018 08:00:00

Endang Mutu, Siswa SMA Muhammadiyah Tuban

Miris Dunia Anak Muda Jaman Now

Reporter: Sri Wiyono

blokTuban.com – ‘’Pandangan saya, remaja saat ini sangat memprihatinkan. Baik secara jasmani maupun rohani. Mereka seperti mesin yang bernyawa, dan bagaikan sebuah mainan,’’ begitu penilaian Endang Mutu, siswa berprestasi asal SMA Muhammadiyah Tuban ini.

‘’Mereka hidup seenaknya saja seperti tidak memiliki aturan. Tingkah laku, sikap, gaya hidup, dan cara berfikir mereka juga memprihatinkan. Karena kebanyakan remaja sekarang terutama pada kalangan pelajar lebih mementingkan hidup berlebihan, berfoya-foya atau hendonis dibandingkan dengan belajar,’’ sambungnya.

Menurut Endang, remaja jaman now lebih suka ergi ke cafe atau hanya sebatas jalan-jalan. Remaja banyak yang enggan untuk pergi ke tempat yang lebih berfaedah untuknya. Mereka bermalas-malasan dan terlena dalam kesenangan sesaat.

‘’Bayangkan, kebanyakan di antara pelajar sekarang, ketika datang ke sekolah, duduk, dan menunduk. Apa kalian tau sedang apa mereka? Yahh..alhamdulillah saja kalau mereka menunduk karena membaca buku ataukah membaca alQuran, tetapi ini malah sebaliknya. Mereka asyik memainkan gadget, entah apa yang dilihatnya,’’ keluh cewek yang tinggal di Kelurahan Panyuran, Palang ini.

Lebih mirisnya lagi, ujar gadis yang bercita-cita ingin jadi dokter dan penulis ini, saat ini banyak generasi muda yang mulai terjebak terjebak pada narkoba. Padahal benda itu berbahaya jika digunakan secara berlebihan. Juga haram menurut agama.

Kebanyakan dari mereka, menurut gadis yang pernah mendapat special award ajang cipta cerpen oleh ME Awards di Sidoarjo ini, karena pergaulan dan kurangnya kasih sayang orang tua. Teman dekat adalah faktor yang paling dominan. Teman bisa membawa ke jalan yang benar, juga bisa sebaliknya. Menjerumuskan kita ke hal yang negatif.

‘’Harapan saya, semoga generasi yang akan datang bisa menjadi lebih baik lagi. Terhindar dari ganasnya narkoba. Dan mampu untuk menjadi pelopor pergerakan bangsa dan negara. Marilah kita satukan tekad untuk bersama-sama memberantas narkoba,’’ ajak gadis berjilbab yang juga ingin jadi penulis ini.

Endang yang pernah menjadi juara 2 cipta cerpen dalam festival art dan juara harapan 1 cipta artikel di Unirow ini juga mengajak para pemuda untuk menulis. Pramoedya Ananta Toer, salah satu sastrawan besar Indonesia, kata dia, pernah mengatakan bahwa menulis adalah sebuah keberanian. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Menulis dimulai dari niat dan tekad yang kuat, bisa dimulai dari hal yang terkecil dahulu. Misalnya dengan menulis di buku diary.

‘’Menulislah dengan kata sederhana, atau membuat tulisan sebagai catatan kecil. Dan jika ini dilakukan secara rutin kita akan semakin terbiasa,’’ ungkapnya membagikan salah satu resep menulisnya.

Budaya menulis, menurut dia, ada karena membaca. Karena dengan membaca, bisa menguasai separuh dunia. Karena itu, harus memiliki ketekunan dalam membaca. Membaca kunci utama keberhasilan.

‘’Karena membaca akan menambah wawasan kita, pengetahuan kita, dan mampu untuk meningkatkan pola berfikir kita yang lebih luas,’’ bebernya.

Menulis itu mengikat ide. Kata dia. Karena itu, budaya literasi secara cerdas dan kreatif harus terus digalakkan. Menjadikan literasi sebagai tradisi atau kebiasaan. Jangan pernah takut tulisan tidak dibaca orang. Setidaknya tulisan kita akan berguna di kemudian hari.

‘’Ingatlah pesan Pramoedya Ananta Toer. Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah,’’ tandasnya.[ono]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 14 April 2018 08:00:00

Endang Mutu, Siswa SMA Muhammadiyah Tuban

Miris Dunia Anak Muda Jaman Now

Reporter: Sri Wiyono

blokTuban.com – ‘’Pandangan saya, remaja saat ini sangat memprihatinkan. Baik secara jasmani maupun rohani. Mereka seperti mesin yang bernyawa, dan bagaikan sebuah mainan,’’ begitu penilaian Endang Mutu, siswa berprestasi asal SMA Muhammadiyah Tuban ini.

‘’Mereka hidup seenaknya saja seperti tidak memiliki aturan. Tingkah laku, sikap, gaya hidup, dan cara berfikir mereka juga memprihatinkan. Karena kebanyakan remaja sekarang terutama pada kalangan pelajar lebih mementingkan hidup berlebihan, berfoya-foya atau hendonis dibandingkan dengan belajar,’’ sambungnya.

Menurut Endang, remaja jaman now lebih suka ergi ke cafe atau hanya sebatas jalan-jalan. Remaja banyak yang enggan untuk pergi ke tempat yang lebih berfaedah untuknya. Mereka bermalas-malasan dan terlena dalam kesenangan sesaat.

‘’Bayangkan, kebanyakan di antara pelajar sekarang, ketika datang ke sekolah, duduk, dan menunduk. Apa kalian tau sedang apa mereka? Yahh..alhamdulillah saja kalau mereka menunduk karena membaca buku ataukah membaca alQuran, tetapi ini malah sebaliknya. Mereka asyik memainkan gadget, entah apa yang dilihatnya,’’ keluh cewek yang tinggal di Kelurahan Panyuran, Palang ini.

Lebih mirisnya lagi, ujar gadis yang bercita-cita ingin jadi dokter dan penulis ini, saat ini banyak generasi muda yang mulai terjebak terjebak pada narkoba. Padahal benda itu berbahaya jika digunakan secara berlebihan. Juga haram menurut agama.

Kebanyakan dari mereka, menurut gadis yang pernah mendapat special award ajang cipta cerpen oleh ME Awards di Sidoarjo ini, karena pergaulan dan kurangnya kasih sayang orang tua. Teman dekat adalah faktor yang paling dominan. Teman bisa membawa ke jalan yang benar, juga bisa sebaliknya. Menjerumuskan kita ke hal yang negatif.

‘’Harapan saya, semoga generasi yang akan datang bisa menjadi lebih baik lagi. Terhindar dari ganasnya narkoba. Dan mampu untuk menjadi pelopor pergerakan bangsa dan negara. Marilah kita satukan tekad untuk bersama-sama memberantas narkoba,’’ ajak gadis berjilbab yang juga ingin jadi penulis ini.

Endang yang pernah menjadi juara 2 cipta cerpen dalam festival art dan juara harapan 1 cipta artikel di Unirow ini juga mengajak para pemuda untuk menulis. Pramoedya Ananta Toer, salah satu sastrawan besar Indonesia, kata dia, pernah mengatakan bahwa menulis adalah sebuah keberanian. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Menulis dimulai dari niat dan tekad yang kuat, bisa dimulai dari hal yang terkecil dahulu. Misalnya dengan menulis di buku diary.

‘’Menulislah dengan kata sederhana, atau membuat tulisan sebagai catatan kecil. Dan jika ini dilakukan secara rutin kita akan semakin terbiasa,’’ ungkapnya membagikan salah satu resep menulisnya.

Budaya menulis, menurut dia, ada karena membaca. Karena dengan membaca, bisa menguasai separuh dunia. Karena itu, harus memiliki ketekunan dalam membaca. Membaca kunci utama keberhasilan.

‘’Karena membaca akan menambah wawasan kita, pengetahuan kita, dan mampu untuk meningkatkan pola berfikir kita yang lebih luas,’’ bebernya.

Menulis itu mengikat ide. Kata dia. Karena itu, budaya literasi secara cerdas dan kreatif harus terus digalakkan. Menjadikan literasi sebagai tradisi atau kebiasaan. Jangan pernah takut tulisan tidak dibaca orang. Setidaknya tulisan kita akan berguna di kemudian hari.

‘’Ingatlah pesan Pramoedya Ananta Toer. Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah,’’ tandasnya.[ono]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment