Pertamina Terminal LPG Bantu Ambulance dan Bangun Masjid di Jenu

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Pertamina LPG di awal proyeknya hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar dengan membantu mobil ambulance untuk Desa Purworejo dan pembangunan Masjid Al-Falah Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu.

Simbolis peletakan batu pertama masjid di Dusun Plaosan, Desa Tasikharjo diikuti Project Site Manajer Terminal LPG, Anjar Priyambudi, Direktur PT. Nursejati Andhika, Rahmawati, Forkopimka Jenu, dan Kades Tasikharjo, Damuri, Rabu (16/6/2021) pagi.

"Bantuan sosial untuk masyarakat Tasikharjo dan Purworejo ini menjadi bukti kehadiran proyek Pertamina Terminal LPG di Tuban. Semoga bermanfaat dan kami mewakili manajemen berterimakasih atas dukungan semua pihak," kata Anjar Priyambudi kepada reporter blokTuban.com.

Pembangun terminal elpiji (Liquefied Petroleum Gas/LPG) refrigated di Tuban oleh Pertamina telah melalui proses panjang. Diantaranya keputusan ini diambil karena tidak ada satu pun peserta lelang yang memenuhi syarat.

Terminal LPG di Jenu berdiri berdekatan dengan Kilang PT. Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) dan Terminal BBM Tuban. Dalam pengerjaannya juga melibatkan warga diempat desa yaitu, Desa Tasikharjo, Purworejo, Remen, dan Mentoso.

Mewakili Forkopimka, Camat Jenu, Moch. Maftuchin Riza, juga mendukung proyek Terminal LPG diwilayahnya. Ia berharap hubungan baik tersebut berlanjut sampai selesainya proyek. "Semoga dukungan di dua desa tersebut bermanfaat," sambungnya.

Bantuan masjid di Tasikharjo disambut baik oleh Kades Damuri. Sebelumnya masjid yang lama hanya bisa dipakai 75 orang. Saat pandemi Covid-19 yang mengharuskan jaga jarak, membuat kebutuhan masjid lebih mendesak bagi warga di Dusun Plaosan.

Pemdes Taskharjo telah memaparkan kepada Pertamina Terminal LPG, bahwa masjid lama tidak bisa dilebarkan karena terkendala lahan. Setelah ada tanah wakaf dan swadaya warga, pihak Pertamina kemudian membantu pembangunan dari nol.

"Tahap I Pertamina menyerahkan Rp300 juta dan tahap II bulan September kurang lebih Rp450 juta untuk Masjid Al-Falah dengan kapasitas jamaah 400 orang," terang Damuri.

Di samping peletakan batu pertama masjid, juga ada serahterima kunci ambulance kepada Pemerintah Desa Purworejo. Kades Purworejo, Muksamiadi menceritakan bahwa kebutuhan akan ambulance telah diupayakan sejak tahun 2017. Pengajuan proposal kepada perusahaan di Purworejo belum menemui hasil, baru goal saat komunikasi dengan Pertamina Terminal LPG.

Setelah diterima sebulan lalu dan sebelum serah terima, manfaat ambulance Desa Purworejo telah dirasakan oleh warga setempat saat proses pemakaman. Selain itu, saat ada korban laka lantas di jalur Pantura Purworejo juga diantarkan memakai ambulance.

"Kami dukung proyek Terminal LPG dan semoga komunikasi dan sinergi berjalan baik," tandas Muksamiadi. [ali/sas]