Berjuang Tingkatkan Pendapatan, Pengelola Wisata Harus Taat Prokes

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Seiring meningkatnya gairah wisatawan ke Tingkis Batu Van Tuban di akhir pekan, pengelola konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Pihaknya mengantisipasi terjadinya penularan di lokasi objek wisata air tersebut.

Susanto, pengelola wisata Tingkis Batu Van Tuban mengatakan, peningkatan pendapatan sektor wisata harus dibarengi kesungguhan pengelola menjalankan Prokes. Untuk itu, semua petugas wisata akan selalu melakukan pengawasan ketat prokes untuk menekan laju penularan virus.

"Tetap sesuai SOP prokes yang kami tetapkan sebagai upaya bersama mencegah penularan virus COVID-19, yakni dengan 3 M," kata Susanto.

Bagi pengunjung yang kedapatan tidak memakai masker, lanjut dia, maka wajib beli atau kembali. Sebab pihak wisata juga telah menyediakan masker murah.

"Kami banderol harga ekonomis maskernya, agar tetap bisa dijangkau wisatawan ketika tidak bawa masker," imbuhnya.

Masih Susanto, untuk meningkatkan pendapatan, pihaknya terus berinovasi dan konsisten memanjakan para wisatawan. Selain merawat wahana yang sudah ada, pengembangan terus saja dilakukan guna memikat pengunjung.

Wisata berbasis desa di Tuban selatan tersebut digadang mampu memberi multi efek perekonomian warga. Sehingga penanganannya harus benar-benar profesional.

"Sesuai misi kami, masyarakat Tingkis berdaya dan desanya sejahtera," ujar Susanto.

Diketahui Tingkis Batu Van Tuban ini, terdapat empat keunggulan yang siap memanjakan pelancong. Mulai dari wisata air, wisata foto, kuliner dan fasilitas rapat.

"Kami Masih setia dengan River Fun Tubing sebagai unggulan. Spot foto sebagai pendukung, aula pertemuan untuk Family Gathering ataupun kegiatan workshop lengkap dengan video dan audio rapat. Terakhir, kuliner khas desa sesuai pesanan," ulasnya panjang lebar.

Ketika ditanya soal omzet, pria ramah ini menuturkan, dibanding libur Lebaran maupun weekend pasca lebaran tahun lalu cenderung menurun. Ia mengklaim lebih dari 50 persen penurunannya.

"Libur lebaran tahun ini menurun. Tahun lalu ketika libur Lebaran 1 dan 2 saja penjualan tiket bisa sampai 2000 per hari. Tahun ini separuhnya tidak ada," kisahnya.

Dia memperkirakan faktor penurunan kunjungan wisatawan karena aturan larangan mudik. Selain itu penyekatan di setiap wilayah turut menurunkan minat wisatawan.

"Kemungkinan banyak yang tidak mudik ya. Selain itu biasanya yang dari luar daerah juga banyak yang datang, tahun ini tidak bisa karena penyekatan," tukasnya. [rof/col]