Cara Gampang untuk Tahu Gizi Anak Sudah Tercukupi atau Belum

Reporter: -

blokTuban.com - Memastikan kebutuhan nutrisi anak usia dini tercukupi, sangat penting dilakukan, Moms! Pasalnya, ini jadi bekal energi anak sehari-hari, serta turut berpengaruh pada tumbuh kembangnya.

Mengacu pada UU RI N0. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dimaksud usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun.

Bicara gizi, perlu diketahui dulu bahwa zat gizi dibagi menjadi dua jenis: makro dan mikro. Yang termasuk ke dalam zat makro adalah karbohidrat, protein, serat, air dan lemak. Sedangkan untuk zat mikro meliputi zat antioksidan, berbagai macam vitamin serta mineral.

Perbedaan dari keduanya, zat makro dibutuhkan lebih banyak oleh tubuh dibanding zat mikro, Moms. Meski sedikit, zat mikro jangan sampai dilewatkan, sebab punya peran sangat penting terhadap aktivitas enzim, pembentukan hormon, sistem imun hingga sistem reproduksi.

Lalu bagaimana cara mengetahui kebutuhan zat makro dan mikro anak telah terpenuhi?

Pertama-tama, menurut Pakar Gizi Medik, Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc, Anda perlu mengamati dan melihat makanan yang dikonsumsi anak setiap harinya. Perhatikan apakah makanan tersebut sudah mengandung gizi lengkap, yang terdiri dari: makanan pokok, sayur-mayur, lauk pauk, buah, dan susu.

"Kalau semua sudah ada di dalam menu makan anak setiap kali makan, kita sudah bisa mengetahui bahwa anak itu cukup zat gizi makro mikro-nya," jelasnya dalam Konferensi Pers Virtual Peluncuran Dancow Nutritods, Senin (15/6/2020).

Selain itu, penting juga untuk memvariasikan menu makan anak agar tidak terjadi ketidakseimbangan kualitas asupan gizi.

dr. Saptawati melanjutkan, Anda pun bisa mengamati bagaimana pertumbuhan dan perkembangan anak, Moms. Bila tidak ada masalah, artinya kebutuhan gizi makro dan mikro lagi-lagi sudah tercukupi.

"Kemudian, anak itu tidak gampang sakit. Artinya kekebalan tubuhnya sudah terlindungi," katanya.

Sebaliknya, dr. Saptawati menuturkan bahwa kekurangan gizi bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh anak dan gangguan dalam usus (dysbiosis).

"Adanya dysbiosis akan menurunkan kekebalan tubuh anak (dan menyebabkan) masuknya kuman-kuman penyakit seperti ISPA dan diare akan cepat mengenai anak-anak tersebut," tutup dr. Saptawati.

*Sumber: kumparan.com