Dosen Unirow Ciptakan, Inovasi Alat Pemotong Ikan

Reporter: Nidya Marfis H. 

blokTuban.com - Untuk membantu meringankan  pekerjaan nelayan Budidaya Laut Karamba Jaring Apung (KJA), dosen Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow)  Tuban. Membuat terobosan baru yaitu, alat pemotong ikan. 

Dosen Teknik Industri, Unirow Tuban, Susanti Dhini Anggraini mengatakan, Budidaya Laut Karamba Jaring Apung (KJA) untuk wilayah Kabupaten Tuban mulai dikembangkan, dengan uji coba pertama adalah budidaya ikan kerapu cantang. Lokasinya berada di Desa Bancar, Kecamatan Bancar, keramba tersebut merupakan bantuan dari  APBD Provinsi  Jawa Timur (Jatim) tahun anggaran 2017 melalui Dinas Perikanan Kabupaten Tuban. 

"Desa Bancar merupakan daerah yang potensial untuk dilakukan pengembangan budidaya laut dengan menggunakan KJA," ungkap Dhini. Rabu, (25/9/2019)

Lebih lanjut, terdapat dua kelompok KJA pembudidaya ikan kerapu cantang, setiap pokdakan memperoleh bantuan sebanyak 2 keramba masing-masing keramba dengan ukuran 6 x 12 meter dan tiap keramba dibagi menjadi  8 petak.

"Salah satu kelompok nelayan bernama, kelompok pembudidaya kelompok Sendang Marina, kebetulan merupakan mitra kami,"ungkapnya. 

Ia menambahkan, berawal persoalan yang dihadapi oleh mitranya yang memerlukan suatu alat untuk pemotong ikan yang cepat dan mudah. Sebab,  selama ini dalam menyediakan pakan untuk ikan yang dibudidayakan membutuhkan waktu lama dan tenaga yang sangat banyak. 

"Proses pemotongan ikan rucah menggunakan gunting sehingga membutuhkan waktu lama dan tenaga yang banyak, juga ukuran ikan yang dipotong tidak sesuai dengan ukuran yang ditentukan,"ujarnya. 

Selain itu,  ikan kerapu cantang merupakan ikan yang kanibal, sehingga jika tidak tepat waktu dalam memberikan pakan atau kurang dalam memberikan pakan akan terjadi kanibalisme.

 "Tentunya akan berdampak pada berkurangnya hasil panen,"imbuhnya.  

Berbekal dari permasalahan tersebut, pihaknya membuat inovasi teknologi melalui model peralatan pemotong ikan runcah yang efektif dan efisien.

 "Tentunya juga mengurangi biaya operasional budidaya,"ungkap ketua kegiatan.  

 Hal yang sama juga diungkapkan, Dosen Teknik Industri lainnya, Abdul wahid mengatakan,  alat yang timnya buat ialah berbentuk alat pemotong ikan rucah yang efesien dan efektif.

 "Alat ini kami beri nama EfEfiT singakatan dari,efektif,efisien dan tepat guna,"ungkap Abdul.

Ia menjelaskan, alat ini didesain secara ergonomis, mobile dan portabel dapat membantu kelompok budidaya KJA laut dapat mengerjakan dengan aman dan nyaman dan tidak merubah postur tubuh pekerja. EfEfiT mampu mempercepat kerja dari para nelayan pemotong ikan, dalam 1 hari pakan yang dibutuhkan kurang lebih 50 kilogram dengan tenaga 6 orang pekerja dalam waktu 6 jam kerja.

"Berada di pesisir mengharuskan kami mendesain alat yang mudah dibawa juga mudah disimpan, mudah penggunaannya dan murah,"ungkapnya. 

Dengan alat ini, hanya di butuhkan 2 orang pekerja dalam waktu kurang lebih 3 jam untuk menyelesaikan kebutuhan pakan dalam satu hari. 

"Sehingga para nelayan bisa melakukan aktivitas lain tanpa harus memotong ikan setiap hari,"ungkapnya.  

Sosialisasi pengenalan penggunaan alat EfefiT ini dilakukan di Gedung laboratorium Teknik Industri terintegrasi pada tanggal 6 Agustus 2019 yang lalu, sebanyak 10 orang anggota  kelompok Sendang Marina. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh dosen Unirow, mahasiswa dan beberapa kelompok masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh pembudidaya KJA, dimana dalam satu hari pakan yang dibutuhkan kurang lebih 200 kilogram untuk 4 kotak KJA dengan perbedaan usia 1bulan,  2 bulan,  3 bulan dan 4 bulan.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada DRPM Kemenristek Dikti tahun 2019 yang telah mendanai kegiatan pengabdian masyarakat dalam pembuatan inovasi alat EfEfiT,"sahut dosen ilmu perikanan dibidang sosial ekonomi, Yuyun suprapti.

Ia berharap, adanya alat EfEfiT ini bisa mengurangi biaya operasional pembudidaya, juga mitra bisa melakukan aktifitas lain atau pekerjaan lain. "Bisa meringankan beban mereka,"tandasnya. [nid/ito]