Ini 4 Kemampuan yang Harus Dimiliki Anak di Era Disrupsi

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Dalam upaya meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa yang lebih baik di era digital, Komite Sekolah Dasar Bina Anak Sholeh Tuban menyelenggarakan acara Silaturahim dan Parenting dengan tema "Mendidik Anak di Era Disrupsi"  di Pendopo Kridho Manunggal. 

Acara dengan Narasumber Ustadz Suhadi Fadjaray ini dihadiri oleh Bupati Tuban, pengurus komite dan seluruh pendidik serta wali murid SD Bina Anak Sholeh Tuban.

Bupati Tuban, Fathul Huda menyampaikan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak. Komunikasi yang baik dengan orang tua adalah kunci utama kesuksesan seorang anak.

"Dunia pendidikan akan sukses apabila semua pelaku pendidikan serius dalam perannya," kata Bupati, Minggu (21/7/2019).

Anak adalah cerminan dari orang tua. Jika kita melakukan kebaikan, maka anak kita akan meniru kebaikan dari kita, begitu juga sebaliknya. Pendidikan dasar keluarga adalah yang paling utama dalam membentuk karakteristik dan perilaku seorang anak.

Ustadz Arifin selaku, Asisten Direktur Bidang Kesiswaan dan Humas LPI BAS mengatakan acara ini merupakan kegiatan parenting kedua dan salah satu program kerja komite SD BAS dalam rangka mewujudkan peran serta komite sebagai pendukung penyelenggaraan pendidikan. Mengingat terjadinya banyak perubahan di masyarakat akibat digitalisasi yang diakibatkan oleh adanya evolusi teknologi.

“Untuk menghadapi era digitaliasasi yang semakin berkembang diharapkan para pelaku pendidikan dapat bersiap dengan metode pendidikan yang lebih modern,” ungkapnya.

Dengan inovasi baru yang akan dilakukan oleh Sekolah, diharapkan dapat memudahkan orang tua maupun siswa dalam mengakses fasilitas pendidikan yang diberikan oleh sekolah.

“Sekolah akan membuat e-school yang akan memudahkan wali murid untuk memantau perkembangan anaknya di sekolah,” jelasnya.

Di era teknologi yang berkembang pesat ini sangat berpengaruh pada dunia pendidikan, kemampuan yang paling penting di era disrupsi ini adalah skill problem solving complex (memecahkan masalah yang rumit), kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir analitis dan kemampuan membuat keputusan strategis.

"Dengan adanya inovasi baru dan fasilitas yang memadai diharapkan dapat dapat membentuk anak yang berkepribadian muslim dan berprestasi di era digitalisasi ini,” pungkasnya. [ali/col]