13:00 . Besok Kemenag Tuban Gelar Manasik Haji Massal   |   12:00 . Ini 4 Kemampuan yang Harus Dimiliki Anak di Era Disrupsi   |   11:00 . Harus Bangkit, Persatu Tuban Berada di Dasar Klasemen   |   10:00 . KSM, Bukti Siswa Madrasah Tak Hanya Unggul di Bidang Imtaq   |   09:00 . Panpel: Ronggomania, Brajamusti dan TSL Rukun Sebelum Ada Provokasi   |   08:00 . Debut Perdana Aji Santoso Sukses Rebut 3 Poin di Kandang Persatu   |   07:00 . Mengapa Selalu Lapar Menjelang Tidur Malam ? Ini Sebab Paling Berbahaya   |   18:30 . Mobil Pemilik Saham Klub Persatu Penyok Kena Batu   |   18:00 . Pelatih Persatu Tuban Siap Mundur   |   17:00 . Suporter Ricuh, Pertandingan Persatu Vs PSIM Dihentikan   |   16:30 . Tendangan Gonzales Ubah Skor Tuban Vs PSIM 0-2   |   16:00 . Persatu Tertinggal 0-1 dari PSIM di Babak Pertama   |   12:00 . Pertamina Gandeng 5 PTN Perkuat Pengembangan Operasional Kilang Nasional   |   11:00 . Tes Urin untuk Pengantin, Kemenag Tunggu Petunjuk Tertulis   |   08:00 . Kecewa dengan Performa Persatu, Ronggomania Minta Ganti Pelatih   |  
Sun, 21 July 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 11 July 2019 07:00

Tips Hadapi Anak Cengeng

Tips Hadapi Anak Cengeng

Reporter: -

blokTuban.com - Menangis adalah hal yang normal bagi anak. Bahkan bagi bayi, menangis merupakan  cara utama untuk berkomunikasi.

Menangis, juga boleh saja dilakukan oleh anak perempuan maupun laki-laki.  Ya Moms, wajar saja bila sesekali anak menangis saat merasa sakit, sedih, takut atau ada hal yang berjalan tidak sesuai dengan keinginan mereka. Misalnya, menangis saat lututnya terantuk ujung meja atau saat mengetahui bahwa ia tidak diundang ke pesta ulang tahun temannya.

Namun, ada juga anak yang terlalu mudah atau sering menangis alias cengeng. Padahal ia tidak seperti waktu bayi, sudah dapat berbicara atau mengungkapkan perasaannya. Aduh, pasti tidak mudah untuk dihadapi. Bisa jadi, emosi Anda pun tersulut karenanya.

Tapi bukan berarti Anda hanya bisa pasrah dan membiarkannya lho, Moms. Bila dihadapi dengan tepat, anak yang cengeng juga bisa berubah. Bagaimana caranya?

Jangan Terlalu Cepat Menanggapi Tangisannya

Cobalah beranggapan bahwa ia tidak benar-benar kesal dan menangis hanya untuk menarik perhatian Anda. Menanggapi tangisan anak dengan proporsional akan mengurangi kebiasaan ini.

Ajarkan Sikap yang Benar

Hidup tak selalu indah dan sesuai dengan harapan kita. Sehingga anak juga perlu tahu dan belajar mengelola emosinya. Jadi ajari dan tunjukkan pada anak bagaimana sebaiknya ia menyikapi realita atau kekecewaan yang dirasakannya.

Anda bisa mengajak anak melihat sisi baik dari kondisi yang ada. Misalnya saat anak kecewa hari ini tidak jadi pergi jalan-jalan, katakan, "Tapi ada baiknya juga ya, Dek, kita jadi bisa main sama-sama di rumah. Atau kamu mau bantu Ibu bikin puding mangga? Yuk!" Teruslah melakukan hal ini hingga anak terbiasa berpikir positif dan tidak berlama-lama larut dalam kekecewaannya.

Begitu juga dengan rasa takut atau sedih. Anda mungkin bisa mengajak anak berdoa bila ia merasa takut. Katakan, "Kalau takut kita bisa berdoa sama-sama." Anda juga bisa bilang, "Tidak usah menangis, saat sedih kamu bisa cerita ke Ibu dan Ibu akan memelukmu.

Jelaskan Akibatnya

Saat anak sudah tenang atau sedang dalam suasana santai, coba ajak anak bicara tentang akibat dari sikap cengengnya. Anda bisa menjelaskan kalau ia terlalu mudah atau sering menangis, orang-orang di sekitarnya tidak akan percaya atau akan berpikir ia hanya mencari perhatian saja.

Jelaskan pula bahwa orang lain jadi tidak bisa membedakan kapan ia benar-benar merasa kecewa. Akibatnya, bisa-bisa mereka tidak akan membantu saat anak benar-benar membutuhkannya.

Terlalu mudah atau sering menangis juga bisa membuat ia dijauhi teman-teman, karena teman-temannya pasti lebih suka bermain dengan anak yang ceria. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya, Moms!

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more