14:00 . Kemenpan RB Evaluasi Pelayanan Publik Polres Tuban   |   13:00 . BNI, Hara Dan Pemerintah Tuban Mencetak 1000 Agripreneur   |   12:00 . Di Depan Kemendikbud, DPRD Tuban Sampaikan Kekurangan 3.270 Guru SD-SMP   |   09:00 . Pendaftaran Online RSUD Koesma Error, Ternyata ini Sebabnya   |   07:00 . Masa Kecil Kurang Bahagia? Ini 4 Dampaknya saat Dewasa   |   18:00 . Hari Pertama Jambore Kwaran Gerakan Pramuka Soko   |   17:00 . 16 Besar Turnamen Bola Voli Piala Bupati Tuban Cup   |   16:00 . Analog PBT Serupa BSD Tanggerang, User Ingin Lihat Cetak Biru PT HK   |   15:00 . Hantam Truk Tronton Varia Usaha, Pemotor Meninggal di Jalanan Rengel-Bojonegoro   |   14:00 . Tandang Ke Jogja, Tim Persatu Diteror Oknum Diduga Suporter PSIM Yogyakarta?   |   11:00 . Kalah Lawan PSIM Jogja, Menajemen Persatu: Peluang Persatu Masih Terbuka Asalkan...   |   10:00 . User PBT Ditilap, Nasib Digantung   |   09:00 . Puluhan User PBT Geruduk Diskoperindag   |   08:00 . Festival Kirab Perahu di Ujung Timur Pesisir   |   07:00 . 10 Tanda Anak Mengalami Gangguan Kesehatan Mental   |  
Tue, 15 October 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 09 July 2019 13:00

Warga Tolak Pengukuran Lahan Selama Kasasi

Warga Tolak Pengukuran Lahan Selama Kasasi

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Situasi warga Desa ring satu rencananya pembangunan kilang Tuban yang berlokasi di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban kembali memanas. Selasa (9/7/2019) pagi, puluhan warga dari Desa Wadung dan Desa Sumurgeneng berbondong-bondong mendatangi tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tuban yang sedang melakukan pengukuran lahan.

Hal itu dilakukan karena warga geram dengan aksi pengukuran lahan yang dilakukan oleh pihak Kilang Tuban dan BPN yang seolah tak peduli dengan proses gugatan penetapan lokasi (Penlok) yang hingga saat ini masih berjalan.

Tidak sampai disitu, sekitar 50 warga yang juga membawa puluhan spanduk bertuliskan 'BPN Tidak Punya Malu', Tolak Kilang Tuban' dan berbagai poster lainya itu juga mengusir paksa petugas yang saat itu masih melakukan aktivitas pengukuran lahan.

Lebih dari itu, salah satu Aparat Bintara Pembina Desa (Babinsa TNI) Desa setempat dan anggota polisi dari Polsek Jenu juga tak lepas dicemooh warga. Karena mereka mendampingi pengukuran lahan tersebut, dan tidak taat terhadap aturan.

"Anda dari aparat TNI dan Polisi seharusnya tahu proses hukum dan membela rakyat, bukannya membiarkan dan malah seolah mendukung pengukuran lahan ini," celoteh salah satu warga.

Suharti (52), warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu mengatakan apapun dan bagaimanapun caranya, pengukuran lahan ini harus dihentikan, karena penlok masih dalam gugatan di Mahkamah Agung (MA), jadi tidak boleh ada aktivitas apapun dilahan ini sebelum ada putusan.

"Yang kami inginkan, aktivitas pengukuran ini harus dihentikan, sebelum ada putusan dari pengadilan," tenang perempuan paruh baya itu.

Jika masih ada pengerjaan pengukuran lahan dilokasi tersebut, dia beserta beberapa orang lainnya mengancam akan kembali melakukan penolakan dengan membawa jumlah massa yang lebih besar.

"Jika BPN dan Pertamina masih bersikukuh melakukan pengukuran lahan sebelum ada putusan, kami juga akan kembali dengan massa yang lebih besar," tegasnya.

Perwakilan PT Surveyor Indonesia selaku Humas Kilang Tuban, M. Triyono mengatakan, kami menghormati warga dari Dusun Pomahan, Desa Sumurgeneng dan dari Dusun Boro, Desa Wadung yang menyampaikan aspirasi. Disaat para pemilik lahan di Desa Wadung melakukan kegiatan menyepakati dan menandai tanda batas lahan tanahnya dengan pemilik lahan yang berbatasan langsung dan disaksikan tim perangkat Desa Wadung Pendamping BPN, yang masuk dalam Penlok.

Warga tadi berpendapat bahwa karena masih proses kasasi di MA, maka siapapun tidak boleh melakukan pengukuran dan meminta BPN menunggu keputusan kasasi di Mahkamah Agung. Apabila keputusan kasasi MA menyatakan Penlok tetap berjalan dan sudah menjadi keputusan hukum yang tetap, mereka mempersilahkan dan mendukung BPN melakukan pengukuran lahan milik warga.

"Pertamina menghormati perbedaan pendapat yang terjadi," singkatnya. [ali/ito]

Tag : pengukuran, tanah, bpn, kilang, minyak, jenu

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more