18:00 . Bupati Tuban: Tuban Kurang SDM Yang Handal di Bidang Wirausaha   |   14:00 . Kemenpan RB Evaluasi Pelayanan Publik Polres Tuban   |   13:00 . BNI, Hara Dan Pemerintah Tuban Mencetak 1000 Agripreneur   |   12:00 . Di Depan Kemendikbud, DPRD Tuban Sampaikan Kekurangan 3.270 Guru SD-SMP   |   09:00 . Pendaftaran Online RSUD Koesma Error, Ternyata ini Sebabnya   |   07:00 . Masa Kecil Kurang Bahagia? Ini 4 Dampaknya saat Dewasa   |   18:00 . Hari Pertama Jambore Kwaran Gerakan Pramuka Soko   |   17:00 . 16 Besar Turnamen Bola Voli Piala Bupati Tuban Cup   |   16:00 . Analog PBT Serupa BSD Tanggerang, User Ingin Lihat Cetak Biru PT HK   |   15:00 . Hantam Truk Tronton Varia Usaha, Pemotor Meninggal di Jalanan Rengel-Bojonegoro   |   14:00 . Tandang Ke Jogja, Tim Persatu Diteror Oknum Diduga Suporter PSIM Yogyakarta?   |   11:00 . Kalah Lawan PSIM Jogja, Menajemen Persatu: Peluang Persatu Masih Terbuka Asalkan...   |   10:00 . User PBT Ditilap, Nasib Digantung   |   09:00 . Puluhan User PBT Geruduk Diskoperindag   |   08:00 . Festival Kirab Perahu di Ujung Timur Pesisir   |  
Tue, 15 October 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 08 July 2019 13:00

Si Jago Merah Lalap 2 Kambing di Kanorejo

Si Jago Merah Lalap 2 Kambing di Kanorejo

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Kebakaran kembali terjadi di Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel. Kali ini, si Jago merah melalap sebuah kandang Kambing milik Mujtahidin (49).

Berdasarkan penuturan salah satu tetangga dekat, Yani mengatakan jika kejadian tersebut terjadi sekira pukul 10.40 WIB. Api muncul dari sebuah tungku yang dipakai untuk mengolah aking.

"Bukan konslet ataupun tabung LPG meledak, kebakarannya karena tungku masak yang dialasi dengan Seng. Posisinya tungku dekat bonggol jagung kering yang mudah kebakar," katanya.

Ditambahkannya lagi, saat kejadian dan api membesar, warga lebih dulu memadamkan api dengan peralatan dan air dari pompa mesin seadanya.

Sementara itu, tim Damkar BPBD Tuban Pos Rengel juga membenarkan bahwa api berasal dari kompor dekat kandang Kambing, yang saat itu dipakai untuk menggoreng aking atau sisa nasi.

Nahas, pegawai yang ditugaskan menjaga tungku malah panik dan bergegas meninggalkan kandang, ketika api mulai membesar.

"Dari tungku, kan sedang masak aking untuk dijadikan makanan ternaknya," papar salah satu tin Damkar BPBD Tuban Pos Rengel, Rizki usai melakukan pembasahan di Kanorejo, RT/RW 07/04 Kecamatan Rengel, Senin  (8/7/2019).

Dari kejadian itu, 1 unit kandang Kambing milik Mujtahidin mengalami rusak ringan. Akan tetapi, 2 ekor kambing miliknya harus direlakan hangus terpanggang bersama kobaran api.

"Tadi ditungguin sama orang, tapi pas kebakar dan api membesar, dia malah lari panik. Untung saya tahu dan langsung ke kandang, memadamkan api bersama warga," ujar pemilik kandang Kambing yang biasa akrab disapa Udin itu. [feb/ito]

Tag : kebakaran, kanorejo, rengel, tuban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more