Berat Badan Bertambah Usai Lebaran? Begini Cara Mengatasinya...

Reporter: -

blokTuban.com - Lebaran sudah berlalu. Lalu, bagaimana dengan keriaan perayaan Hari Raya di tempatmu?

Termasuk, bagaimana dengan makanan khas Lebaran sangat menggoda. Mulai dari ketupat, opor ayam, sambal goreng ati, rendang, hingga berbagai kue kering.

Ah, tak sedikit yang mengeluh berat badan pun bertambah setelah momen lebaran seperti sekarang ini.

Nah, jika tak ingin seperti itu, maka kita harus memahami bagaimana cara menjaga pola makan.

Pimpinan komunitas lari Fake Runners Bandung, Doni Aprialdi membagikan tips mengembalikan berat badan setelah Lebaran.

“Untuk yang biasa olahraga tinggal melanjutkan kebiasaannya," kata dia.

"Bagi pemula, ada beberapa hal yang harus diperhatikan,” ujar Doni kepada Kompas.com.

1. Detak jantung

Biasakan mengukur detak jantung sebelum, saat, dan setelah olahraga. Detak jantung saat olahraga sebaiknya tidak boleh melebihi 220 dikurangi usia.

Misal, jika umur seseorang 30 tahun, maka 220 dikurangi 30, hasilnya 190.

Angka 190 itu merupakan detak jantung yang harus dipantau. Jangan sampai melebihi angka tersebut.
“Kalo tujuannya fat loss, minimal 70 persen dari angka itu bisa kita gunakan untuk menjaga kebugaran,” ungkap dia.

2. Jenis olahraga

Jenis olahraga untuk menurunkan berat badan bisa macam-macam. Jika ingin gratisan, cobalah jogging.

Bagi pemula, lakukan olahraga secara bertahap. Misal latihan pertama cukup jogging tiga kilometer.

Setelah tubuh terbiasa olahraga, naikkan intens latihan.

3. Istirahat cukup

Hal penting yang harus dilakukan sebelum berolahraga adalah istirahat cukup. Sebab hal penting dalam olahraga adalah keamanan.

Badan yang kurang istirahat, tidak disarankan berolahraga. “Kita sendiri yang menilai tubuh kita,” kata dia.

4. Nutrisi

Asupan nutrisi menjadi hal yang penting. Jika ingin olahraga berat seperti lari jarak jauh, maka asupan karbohidrat harus bagus. Sebab, karbohidrat inilah yang akan menjadi sumber energi.

Kalau asupannya jelek, tubuh tidak akan mendukung untuk lari.

5. Ikut komunitas

Langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah bergabung komunitas olahraga.

Sebab, bergabung bersama orang-orang dengan minat yang sama, akan meningkatkan motivasi orang tersebut.

Dalam komunitas juga, olahraga akan lebih terarah dengan maksimal. Karena pola latihan seseorang tidak bisa disamaratakan, tergantung pada personal.

Itulah mengapa di awal pertemuan biasanya akan diminta data dasar berupa tinggi badan, berat badan, pola aktivitas sehari-hari, dan target yang ingin dicapai.

“Apakah ingin menurunkan berat badan, mengembalikan kondisi prima, ingin ikut event tertentu, program untuk tiap target berbeda,” kata dia.

*Sumber: kompas.com