21:00 . Pagelaran Wayang Kulit SI Tuban Hadirkan Sinden Hungaria   |   20:00 . Tingkatkan Pemasaran UMKM, PC Muslimat NU Tuban Gelar Pasar Rakyat   |   19:00 . Semarakkan HUT RI, Kecamatan Rengel Gelar Karnaval Besok   |   18:00 . Peringati HUT RI Ke-74, Bupati Tuban Bersama Forkompimda Gelar Berbagai Lomba   |   14:00 . Total Bonus Pelatih Porprov di Tuban Capai Rp148.5 Juta   |   14:00 . Usai Diajak Bapaknya Ngothel ke Jakarta, Begini Kondisi Si Anak   |   13:00 . BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Tuban Capai 4 Meter   |   12:00 . Jelang Pelantikan, Sekwan Lakukan Persiapan Teknis   |   11:00 . Demi Kilang TPPI, Pemerintah akan Kuasai Saham Tuban Petro 95,5 Persen   |   10:00 . Kapolres Tuban Kalahkan Bupati Urusan Nasi Goreng   |   09:00 . Bonus Atlet Porprov Rp495 Juta Cair   |   08:00 . Paduan Suara Asal Surabaya Raih Emas di Swedia, Satu Anggotanya Warga Tuban   |   07:00 . Menyikapi Dilema Anak Multilingual   |   20:00 . Disdik Ajak Kepsek Nobar Film Ayu Anak Titipan Surga   |   19:00 . Putra-putri Asal Papua Angkat Kapolres Tuban Jadi Bapak Asuh   |  
Sat, 24 August 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 28 May 2019 19:00

Dituntut 6 Tahun Penjara, Terdakwa Kasus Sabu Divonis Bebas

Dituntut 6 Tahun Penjara, Terdakwa Kasus Sabu Divonis Bebas

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Hok San (51), warga jalan Basra, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, terdakwa kasus sabu akhirnya bisa menghirup udara segar, usai divonis bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Tuban, pada Senin, (27/5/2019).

Putusan tersebut dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Fathul Mujib didampingi dua anggota hakim, yakni Benedictus Rinanta dan Erslan Abdillah. 

Humas PN Tuban, Donovan Akbar Kusuma Bawono mengatakan, putusan bebas itu memang benar karena terdakwa tidak memenuhi unsur sebagaimana memiliki, menyimpan barang Narkoba. 

"Terdakwa tidak terbukti sebagaimana yang didakwakan oleh Jaksa penuntut umum (JPU), sehingga divonis bebas," ujar Donovan dikonfirmasi, Selasa (28/5/2019). 

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tuban, Nurhadi menanggapi putusan bebas Hok San tersebut. Pihaknya masih berfikir untuk melakukan upaya hukum, apakah akan melakukan kasasi atau tidak.

"Kita akan pertimbangkan dalam waktu 7 hari, apakah melakukan kasasi atau tidak," imbuh Nurhadi.

Terpisah salah satu penasihat hukum terdakwa, Masrukin mengungkapkan, kliennya telah dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tuban dengan hukuman pidana 6 tahun penjara. 

Hoksan didakwa pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2019 tentang Narkotika. "Tuntutan jaksa 6 tahun penjara, tetapi sekarang divonis bebas karena tidak terbukti, dan itu memang benar," terang Masrukin. 

Menurutnya, pada proses penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian ada kejanggalan terkait barang bukti sabu. Tidak ditemukan barang bukti yang dituduhkan dalam proses dakwaan, sebagaimana yang dimaksud. 

Hasil Labfor, satu klip plastik berisi kristal warna putih dengan bruto 0,001 gram. Berat tersebut tidak bisa digunakan untuk menjerat Hok San, karena itu tidak jelas apakah sabu kristal atau hanya debu. Hasil tes urine juga negatif, sehingga tidak memenuhi alasan Hok San untuk ditahan dan diproses hukum. 

"Tidak memenuhi unsur klien kami ditetapkan terdakwa, barang bukti sabu tidak ada dan hasil tes urine negatif. Sudah benar putusan bebas oleh hakim," pungkasnya.

Diketahui, terdakwa Hok San ditangkap Satresnarkoba Polres Tuban di dalam rumahnya pada tanggal 26 Januari 2019, dengan barang bukti dua poket sabu seberat 0,38 gram, pipet kaca, dan bong.

Melalui kuasa hukumnya, Hok San mengajukan permohonan gugatan praperadilan di PN Tuban atas penetapan hukum yang dilakukan penyidik kepolisian, Maret 2019. Namun pra peradilan ditolak hakim.[hud/col]

 

Tag : hukum , kriminal

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more