13:00 . Tuban Butuh Data Terpadu Kemiskinan, Petugas Survei Harus Jujur   |   12:00 . Besok, Listrik Sekitar RSUD Tuban Padam 4 Jam   |   11:00 . Air Mineral Kemasan Mini Jadi Tren Suguhan Masyrakat   |   10:00 . Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM RI, Kunjungi WAE Lapas Tuban   |   09:00 . Sampah di Desa Ini Dipakai Bayar Asuransi   |   07:00 . Manfaat Menatap Mata Bayi   |   16:00 . Nelayan Tuban Ikuti Seminar Kebersihan Laut dan UKM   |   15:00 . Tudingan Penggelembungan Suara Pilpres, Ini Tanggapan KPU   |   14:00 . Struktural BPD Pongpongan Terbentuk, Ini Komitmennya   |   11:00 . TNI Polri dan Masyarakat Tuban Deklarasi Tolak Kerusuhan   |   10:00 . Sejumlah Progres Kilang Tuban Setelah Kunjungan Pemprov Jatim   |   09:00 . Diskoperindag Canagkan Program Berantas Rentenir   |   08:00 . Ini Komentar Warga Soal Jembatan Tuban-Bojonegoro   |   07:00 . 3 Rumus Jalani Lebaran Sehat   |   19:00 . Meski Kalah, Strategi akan Diterapkan di Liga 2   |  
Mon, 17 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 22 May 2019 20:00

Dinsos Klaim Akan Dampingi Korban KDRT Hingga Tuntas

Dinsos Klaim Akan Dampingi Korban KDRT Hingga Tuntas

Reporter: Nidya Marfis H. 

blokTuban.com - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Tuban mengaku siap mendampingi korban dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Air Traffic Controler (ATC) terhadap istri sahnya jika dibutuhkan. 

Pada hari Sabtu (18/5/2019) pukul 22.00 WIB, RDS (32) warga asal Kecamatan Soko melaporkan suami sahnya EPP (33) ke Polsek setempat. Terlapor diduga melakukan KDRT dengan memukul pelipis pelapor atau istri sahnya. 

Hal tersebut bermula saat suaminya meminta untuk dikirim buku nikah dan Kartu Keluarga (KK), akan tetapi sang istri tidak mau dan meminta terlapor pulang ke rumah Soko dan dibicarakan baik-baik.  

Saat diberi satu buku nikah dan KK, terlapor geram dan meremas buku nikahnya hingga lungset. Cek-cok berlangsung antara terlapor dan mertua beserta istri. Saat anak memeluk ibunya, ayahnya ingin menarik tapi langsung didekap ibunya dan terlapor memukul pelipis korban sekali.

Staf PPPA,  Dinsos PPPA Tuban,  Santi mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum berkoordinasi oleh  kepolisian terkait kasus tersebut.

"Kita belum menerima laporan, kemungkinan saat ini masih proses BAP," ungkap Santi. 

Lebih lanjut, apabila korban membutuhkan pendampingan pihaknya akan membantu hingga tuntas. Langkah pertama yang akan dilakukan pihaknya menanyai korban keinginannya seperti apa, ingin damai atau berpisah. 

Namun karena pasangan suami - istri tersebut telah mempunyai anak, pihaknya akan mengupayakan untuk damai terlebih dahulu apabila sudah mentok tidak ada jalur damai, pihaknya akan membantu ke jalur hukum hingga tuntas dan tanpa dipungut biaya.  

"Kita akan membantu hingga tuntas termasuk visum dan gratis, semua kami yang menanggung,"ungkapnya. [nid/col]

Tag : kdrt, dinsos

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more