15:00 . Patroli Gabungan Pasca Pemilu, Petugas Sisir Jalan Nasional   |   07:00 . Teh Manis Buat Buka Puasa, Sehat Nggak Sih?   |   20:00 . Jelang Hari Raya Komisi VI DPR RI Sidak Pasar Baru Tuban   |   19:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   18:00 . PSHT Rayon Jetak Bagi Takjil dan Santuni Anak Yatim   |   17:00 . Macam Macam Sedekah   |   14:00 . Siang Ini WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dinkes Siapkan 4 Posko Kesehatan di Jalur Pantura   |   12:00 . Jelang Mudik Lebaran, Ratusan Pengemudi Angkutan Umum Dites Urine   |   10:00 . Mengintip Besar Kecilnya THR PNS Tuban   |   09:00 . 4 Fakta Menarik Seputar Musim Kemarau di Tuban   |   08:00 . Disparbudpora Mulai Merehab Tempat Wisata   |   07:00 . Bicara dengan Diri Sendiri Ternyata Bermanfaat, Percaya?   |   21:00 . Kemenag Tuban Peringati Nuzulul Quran   |   20:00 . Tahun 2020, Jembatan Rengel-Kanor Dibangun   |  
Sun, 26 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 10 May 2019 12:00

Bulan Ramadan Peziarah Sepi, Tukang Becak Gigit Jari.

Bulan Ramadan Peziarah Sepi, Tukang Becak Gigit Jari.

Reporter: Nidya Marfis H. 

blokTuban.com - Di sepanjang jalan KH Mustain ada yang berbeda di Bulan Ramadan ini, bisanya jalan tersebut identik dengan lalu- lalang tukang becak peziarah Makam Sunan Bonang yang mengatre untuk mendapatkan penumpang. Namun, Bulan Ramadan ini, jalan tersebut sepi karena tidak adanya rombong peziarah. Karena itu tukang becak banyak yang gigit jari,  karena pendapatnya menurun drastis, Jumat (10/5/2019)

Berdasarkan pantuan blokTuban.com, di awal Bulan Ramadan ini,  rombongan peziarah menurun drastis dari hari biasanya,  bahkan terminal parkir peziarah yang biasanya dipenuhi bus hari ini tidak ada. Hal ini menyebabkan tukan becak gigit jari karena pendapatannya menurun.

Rohman (45) asal Merakurak,  mengaku sudah tiga tahun menjadi tukang becak peziarah. Dia mengatakan, setiap awal Bulan Ramadan sampai 20 hari mendatang jumlah rombongan peziarah menurun drastis dan mengakibatkannya pendapatnya menurun. Biasanya dalam sehari ia mampu mendapatkan Rp200 ribu di Bulan Ramadan ini terkandang hanya mendapatkan Rp20- 50 ribu.

"Awal bulan samapi 20 hari mendatang kondisinya selalu sepi,  tapi kalau sudah mau mendekati Lebaran lumayan rame lagi,"ungkap Rohman. 

Hal senada juga disampaikan tukang becak lainnya, yang biasa dipanggil  Pencus (35) ia mengatakan, setiap awal bulan puasa kondisinya memang sepi seperti ini, hal tersebut yang mebuat beberapa tukang becak yang berasal dari luar Tuban untuk sementara berhenti dan kembali ke asalnya.

Ia menambahkan, untuk tetap mendapatkan uang ia mecari penumpang dengan mengelilingi Kota Tuban dan berhenti di beberapa tempat keramian. Dalam sehari dihari biasa ia bisa mendapatkan Rp100 ribu-200 ribu,  di Bulan Ramadan ini kadang sehari pun pernah tidak mendapatkan uang.  

"Mau gimana lagi,  saya tidak mempunyai keahlian lain juga tidak mempunyai sawah. Ngetem disini sambil berharap mendapatkan sumbangan sembako,"ungkapnya.  [nid/lis]

 

Tag : omzet, becak

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more