08:00 . Ditinggal Hajatan, Dua Rumah di Sukorejo Ludes Terbakar   |   07:00 . Berbagai Penyebab dan Faktor Risiko Terbentuknya Batu Empedu   |   16:00 . Hilang Pantau, Sudarji Belum Terdeteksi   |   15:00 . Pertamina Tanam 10.000 Pohon dan Serahkan CSR Rp1,2 Miliar di Tuban   |   14:00 . Napi Sumringah Dapat Remisi, Ada yang Langsung Bebas   |   13:00 . 214 Warga Binaan Dapat Remisi, 4 Orang Bebas   |   12:00 . Pertama Kali Tuban Gelar Kirab Bendera Detik-Detik Proklamasi   |   11:00 . EMCL dan SKK Migas Upacara Hari Kemerdekaan RI di Lapangan Banyu Urip   |   10:00 . Kepanasan, Puluhan Siswa Pingsan saat Upacara Kemerdekaan di Kecamatan Rengel   |   07:00 . Tips Pilih Lomba 17 Agustus yang Aman untuk Anak   |   15:00 . Semarakkan HUT Ke-74, Polres Adakan Lomba Hias Gapura 20 Polsek   |   14:00 . Sispala Tuban Bakal Gelar Upacara di Tebing Dempel   |   13:00 . Sistem Perizinan di Tuban, DPRD: Ada Kendala Teknis   |   12:00 . DPRD: Seluruh Masyarakat Tuban Harus Rasakan Pembangunan   |   11:00 . Pesan Bupati Tuban Setelah Kukuhkan 74 Paskibraka   |  
Sun, 18 August 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 25 April 2019 08:00

Dispendik Prihatin Siswa Konvoi dan Corat-Coret

Dispendik Prihatin Siswa Konvoi dan Corat-Coret

Reporter: Nidya Marfis H

blokTuban.com - Menanggapi perihal pelajar yang melakukan konvoi menggunkan sepedah montor tidak berstandart dan corat-coret seragam, meski belum ada pengumuman kelulusan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Tuban merasa prihatin dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah.

Kasi SMA/Pendidikan Khusus dan Pendidik Layak Khusus (PK-PLK), Sugeng Suryadi merasa prihatin sebelum ada pengumuman para siswa sudah melakukan hal tersebut. Meski nanti sudah ada pengumuman pun ia juga tidak mensetujui adanya konvoi dan corat-coret seragam dengan dalih merayakan kelulusan.

Ia menjelaskan kelulusan merupakan awal perkembangan ke jejang berikutnya, seperti ada yang melanjutkan ke jejang perguruan tinggi atau langsung bekerja.

"Kegitan-kegiatan semacam konvai dan corat-coret seragam sudah tidak budaya lagi," ungkap Sugeng.



Ia menambahkan, menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah yang bersakutan. Pihaknya tidak ingin terlalu ikut campur, karena di dalam sekolah ada kepala dan juga dewan guru yang lebih berhak juga lebih mengerti karakter siswanya.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah," ungkapnya.    

Ia berharap kepada siswa-siswi untuk merayakan kelulusan dengan melakukan hal yang positif seperti meberikan terimakasih kepada seluruh warga sekolah, membagi-bagikan bukunya kepada adik tingkatnya, dan juga memberikan seragam yang masih layak pakai kepada orang yang mebutuhkan.

"Mari kita rayakan kelulusan dengan kegitan yang positif," kata Sugeng Suryadi. [nid/rom]

Tag : lulus, kelulusan, sma, konvoi, corat-coret baju

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more