15:00 . Patroli Gabungan Pasca Pemilu, Petugas Sisir Jalan Nasional   |   09:00 . Lebaran Kurang 10 Hari, Harga Sapi di Pasar Hewan Tuban Anjlok   |   07:00 . Teh Manis Buat Buka Puasa, Sehat Nggak Sih?   |   20:00 . Jelang Hari Raya Komisi VI DPR RI Sidak Pasar Baru Tuban   |   19:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   18:00 . PSHT Rayon Jetak Bagi Takjil dan Santuni Anak Yatim   |   17:00 . Macam Macam Sedekah   |   14:00 . Siang Ini WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dinkes Siapkan 4 Posko Kesehatan di Jalur Pantura   |   12:00 . Jelang Mudik Lebaran, Ratusan Pengemudi Angkutan Umum Dites Urine   |   10:00 . Mengintip Besar Kecilnya THR PNS Tuban   |   09:00 . 4 Fakta Menarik Seputar Musim Kemarau di Tuban   |   08:00 . Disparbudpora Mulai Merehab Tempat Wisata   |   07:00 . Bicara dengan Diri Sendiri Ternyata Bermanfaat, Percaya?   |   21:00 . Kemenag Tuban Peringati Nuzulul Quran   |  
Sun, 26 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 18 April 2019 14:00

Begini Pesan Yahya Santri Jombang Sebelum Hilang di Laut

Begini Pesan Yahya Santri Jombang Sebelum Hilang di Laut

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Hilangnya Yahya (18) pemuda Desa Keradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban yang ikut melaut pamannya Surip (30) pada Kamis (18/4/2019) menyisakan duka dan tangis bagi keluarga. 

Sebelum berangkat melaut, santri salah satu ponpes di Jombang tersebut menyampaikan pesan terakhirnya ke keluarga dan tetangga dekatnya. 

Ayah Yahya, Sali tak bisa menahan tangis. Di teras rumahnya dia meringkuk meratapi nasib anaknya yang hendak lulus SMA. Sali sudah tak bisa berucap banyak. 

"Saya ajak melaut gak mau. Tapi maunya ikut pamannya," ucap Sali kepada blokTuban.com. 

kecelakaan-lautt

Pesan Yahya sebelum berangkat melaut, yakni ingin mengumpulkan uang untuk membeli kado buat temannya yang mau menikah. Daripada menganggur di rumah dan merepotkan keluarga, lebih baik melaut.

Selain itu, tangis haru pecah di dalam rumah korban. Ibu dan nenek Sali menangis sejadi-jadinya, dan berdoa ada nelayan yang menyelamatkan cucunya. 

Cerita tetangga korban, Yahya merupakan santri yang rajin. Setiap kali pulang pasti ikut melaut, dan jarang merepotkan keluarga. Selain ingin member kado temannya, kepulangan korban kali ini juga karena coblosan Pemilu 2019. 

Pantauan di lokasi, sekitar pukul 13.45 Wib tim SAR BPBD Tuban tiba di lokasi. Di saat yang sama terjadi hujan lebat, dan setelah reda tim langsung bergegas menurunkan perahu karet dan melakukan pencarian. [ali/ono]

 

Tag : nelayan, perahu, terbakar, korban, laut

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more