08:00 . Ditinggal Hajatan, Dua Rumah di Sukorejo Ludes Terbakar   |   07:00 . Berbagai Penyebab dan Faktor Risiko Terbentuknya Batu Empedu   |   16:00 . Hilang Pantau, Sudarji Belum Terdeteksi   |   15:00 . Pertamina Tanam 10.000 Pohon dan Serahkan CSR Rp1,2 Miliar di Tuban   |   14:00 . Napi Sumringah Dapat Remisi, Ada yang Langsung Bebas   |   13:00 . 214 Warga Binaan Dapat Remisi, 4 Orang Bebas   |   12:00 . Pertama Kali Tuban Gelar Kirab Bendera Detik-Detik Proklamasi   |   11:00 . EMCL dan SKK Migas Upacara Hari Kemerdekaan RI di Lapangan Banyu Urip   |   10:00 . Kepanasan, Puluhan Siswa Pingsan saat Upacara Kemerdekaan di Kecamatan Rengel   |   07:00 . Tips Pilih Lomba 17 Agustus yang Aman untuk Anak   |   15:00 . Semarakkan HUT Ke-74, Polres Adakan Lomba Hias Gapura 20 Polsek   |   14:00 . Sispala Tuban Bakal Gelar Upacara di Tebing Dempel   |   13:00 . Sistem Perizinan di Tuban, DPRD: Ada Kendala Teknis   |   12:00 . DPRD: Seluruh Masyarakat Tuban Harus Rasakan Pembangunan   |   11:00 . Pesan Bupati Tuban Setelah Kukuhkan 74 Paskibraka   |  
Sun, 18 August 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 18 April 2019 14:00

Begini Pesan Yahya Santri Jombang Sebelum Hilang di Laut

Begini Pesan Yahya Santri Jombang Sebelum Hilang di Laut

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Hilangnya Yahya (18) pemuda Desa Keradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban yang ikut melaut pamannya Surip (30) pada Kamis (18/4/2019) menyisakan duka dan tangis bagi keluarga. 

Sebelum berangkat melaut, santri salah satu ponpes di Jombang tersebut menyampaikan pesan terakhirnya ke keluarga dan tetangga dekatnya. 

Ayah Yahya, Sali tak bisa menahan tangis. Di teras rumahnya dia meringkuk meratapi nasib anaknya yang hendak lulus SMA. Sali sudah tak bisa berucap banyak. 

"Saya ajak melaut gak mau. Tapi maunya ikut pamannya," ucap Sali kepada blokTuban.com. 

kecelakaan-lautt

Pesan Yahya sebelum berangkat melaut, yakni ingin mengumpulkan uang untuk membeli kado buat temannya yang mau menikah. Daripada menganggur di rumah dan merepotkan keluarga, lebih baik melaut.

Selain itu, tangis haru pecah di dalam rumah korban. Ibu dan nenek Sali menangis sejadi-jadinya, dan berdoa ada nelayan yang menyelamatkan cucunya. 

Cerita tetangga korban, Yahya merupakan santri yang rajin. Setiap kali pulang pasti ikut melaut, dan jarang merepotkan keluarga. Selain ingin member kado temannya, kepulangan korban kali ini juga karena coblosan Pemilu 2019. 

Pantauan di lokasi, sekitar pukul 13.45 Wib tim SAR BPBD Tuban tiba di lokasi. Di saat yang sama terjadi hujan lebat, dan setelah reda tim langsung bergegas menurunkan perahu karet dan melakukan pencarian. [ali/ono]

 

Tag : nelayan, perahu, terbakar, korban, laut

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more