20:00 . Meninggalnya KPPS Tuban Diduga Kuat Kelelahan   |   19:00 . Ketua DPRD Tuban : Pemilu Serentak Perlu Dikaji   |   18:00 . Sempat Pingsan, Anggota KPPS di Semanding Meninggal Dunia   |   17:00 . Beberapa Titik CCTV Akan Dipasang di Gudang Penyimpanan Surat Suara   |   16:00 . Kuliner Ekstrim Biawak, Begini yang Dirasakan Penggemar...   |   12:00 . Rekapitulasi Surat Suara Kecamatan Dijaga Ketat   |   11:00 . Hari Kartini, Pertamina Diskon Bright Gas Rp21.000   |   10:00 . Kamar Kejiwaan Khusus Caleg Gagal di RSUD Koesma Sepi   |   08:00 . Warisan Sejarah di Bumi Wali   |   07:00 . Siapa Saja yang Layak Diundang dalam Pernikahan Anda?   |   06:00 . Hari Kartini 2019, Ini Sejarah & Kutipan Inspiratifnya   |   18:00 . Heboh.....! Emak-emak Bakar Diri   |   17:00 . Stok Aman, Harga Bengkoang Mojomalang Selalu Stabil   |   16:00 . Cikal Bakal Warga Menilo di Makam Eyang Pendek   |   15:00 . Tanpa Didampingi Keluarga, Begini Kondisi SR di RSNU   |  
Mon, 22 April 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 13 April 2019 11:00

Pemilu 2019

Politik Uang di Pemilu Seperti "Kentut"?

Politik Uang di Pemilu Seperti

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Sehari menjelang masa tenang atau empat hari menjelang pesta demokrasi 17 April 2019, Ketua Bawaslu Tuban, Sullamul Hadi blak-blakan membincang politik uang.

Kalau diumpamakan, money politik itu seperti kentut. Ada baunya tapi sulit dibuktikan wujudnya.

Begitu istilah Gus Hadi kepada reporter blokTuban.com selepas apel akbar di Alun-alun, Sabtu (13/4/2019).

Istilah kentut dirasa pas, karena praktik bagi-bagi uang supaya pemilih mencoblos salah satu Caleg atau Capres bukan menjadi rahasia umum lagi.

"Money politik itu ada isunya tapi tidak bisa dibuktikan," katanya.

Selama ini tidak ada satupun laporan masuk ke meja Bawaslu soal politik uang. Sudah barang tentu jika laporan nihil, temuan pun juga sama. Diakuinya politik uang tidak bisa dihindari dan masyarakat tahu semuanya.

Nihilnya temuan politik uang di Pemilu 2019 ini, Gus Hadi tidak sependapat jika disebut Bawaslu kurang pengawasan. Perlu dipahami, etika pendidikan politik di tingkat masyarakat juga perlu ditingkatkan.

"Pengawasan money politik di tangan masyarakat karena mereka yang bisa melaporkan ke kami," terangnya.

Untuk bisa membuktikannya, harus ada unsur inti yaitu siapa pelakunya, ada saksi, dan barang bukti. Kalau salah satu unsurnya tidak terpenuhi, maka otomatis tidak bisa ditindak.

Lebih rinci lagi unnsur materiil harus terpenuhi, mulai identitas terlapor, kapan kejadiannya, dan waktu. Sedangkan unsur formil mencakup pelapor, bukti, ada terlapor, dan saksi.

"Mutlak ada pelapor dan terlapor. Politik uang diatur dalam UU 7 tahun 2017 ancaman pidana 3 tahun maksimal. Denda Rp36 juta," bebernya.

Khusus money politik yang menyelesaikan Gakumdu sebagai sentra penegakan hukum terpadu. Alurnya ketika dipenuhi syarat dan 1x24 jam setelah kajian terbukti, harus dilimpahkan ke Satlak Gakumdu. Terdiri dari Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan.

"Ketiga unsur ini yang berwenang," pungkasnya. [ali/rom]

Tag : politik, politik uang, pilpres, pileg, gakumdu

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more