11:00 . 82 Masjid ber-SK Belum Lapor Baznas   |   10:00 . Awas !! Gelombang Laut Utara 2,5 Meter   |   09:00 . Ini Status Pengukuran Lahan Kilang Tuban di 3 Desa¬†   |   08:00 . Ini Dia Striker Buruan Persatu   |   07:00 . Bayi Suka Menjulurkan Lidah, Normal Enggak Ya?   |   20:00 . Perdana Buka, Antrean Pengunjung Bioskop Mengular   |   19:00 . Api dari Sampah, Warung di Jalan Pantura Nyaris Ludes Terbakar   |   17:00 . Problematika Penerapan Sistem Zonasi PPDB 2019   |   16:00 . Dinas PM PTSP dan Naker Tuban Cek Kesiapan Bioskop   |   15:00 . Ini Bahasan Konferensi Kepala Desa Se-Kecamatan Soko   |   14:00 . 68 PNS Pensiun, 12 CPNS Terima SK   |   13:00 . Wabup Minta Kontraktor Pemenang Tender Segera Memulai Pengerjaan JLS   |   12:00 . Anggaran Pilkada Tuban 2020 Naik Dua Kali Lipat   |   11:00 . Dua Tim BPN Turun ke Lahan Kilang Minyak   |   10:00 . KPU Siap Kirim Saksi dan Alat Bukti   |  
Thu, 20 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 12 April 2019 16:00

Istri Baru Seminggu Meninggal, Panijan Susul dengan Gantung Diri di Pohon Jati

Istri Baru Seminggu Meninggal, Panijan Susul dengan Gantung Diri di Pohon Jati

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Panijan Bin Sapo (47) seorang warga Dusun Dukuh, Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ditemukan gantung diri di pohon jati setinggi empat meter lebih. Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa oleh mertuanya, yang saat itu sedang mencari korban lantaran semalam tidak kunjung pulang ke rumah.

Informasi yang dihimpun blokTuban.com, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon jati milik tetangganya. Lantaran diduga syok seusai istri yang dicintainnya meninggal dunia seminggu yang lalu.

Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, kronologi kejadian itu berawal pada Kamis (11/4/2019) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu korban keluar dari rumah dan keluarganya mengira korban keluar rumah karena akan memberi makan hewan ternak sapi yang ditaruh di kandang sebelah rumah.

Namun setelah beberapa waktu korban tidak juga kunjung pulang ke rumah. Namun anak serta mertua korban mengira korban sedang mencari hiburan di pos kamling lingkungan setempat mengongat istinya baru saja meninggal satu minggu yang lalu.

"Kaluarga korban menduga korban sedang mencari hiburan di Pos Kamling mengingat istri korban baru meninggal satu minggu yang lalu. Sejak istrinya meninggal, korban juga terlihat syok dan pikiranya tergoncang," ujar AKP Mustijat Priyambodo, Jumat (12/4/2019).

Setelah sampai pagi tidak ada pulang keluarganya berusaha mencari korban. Sekira pukul 09.30 WIB mertua korban mengetahui bahwa korban sudah kondisi menggantung pada pohoon jati milik tetangganya yang posisinya tidak jauh dengan rumah korban.

"Mengetahui kejadian itu saksi langsung berteriak-teriak meminta pertolongan kepada orang lain dan warga sekitar berdatangan," jelasnya.

Saat ditemukan, korban yang mempunyai ciri-ciri kulit coklat, tinggi badan sekira 162 cm, dan mengenaKan pakaian kaos warna Abu-abu, celana pendek strip putih tersebut gantung diri menggunakan tampar plastik, warna hujau yang di ikatkan dengan pohon  jati setinggi 470 cm.

"Dari keterangan tetangga korban, semenjak istrinya meninggal dunia korban sering termenung dan menyendiri sejak istrinya meninggal dunia," tandasnya.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan medis oleh petugas Puskesmas Kerek, di bagian anggota tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan keluarga menolak untuk dilakukan outopsi.

Tindak lanjut petugas yang mendatangi lokasi langsung mengambil sidik jari,mencari dan mencatat ket saksi, memintakan VER / pemeriksaan luar serta menyerahkan korban kepada keluarga guna pemakaman lebih lanjut.[hud/col]

Tag : gantung diri, korban, warga

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more