20:00 . Meninggalnya KPPS Tuban Diduga Kuat Kelelahan   |   19:00 . Ketua DPRD Tuban : Pemilu Serentak Perlu Dikaji   |   18:00 . Sempat Pingsan, Anggota KPPS di Semanding Meninggal Dunia   |   17:00 . Beberapa Titik CCTV Akan Dipasang di Gudang Penyimpanan Surat Suara   |   16:00 . Kuliner Ekstrim Biawak, Begini yang Dirasakan Penggemar...   |   12:00 . Rekapitulasi Surat Suara Kecamatan Dijaga Ketat   |   11:00 . Hari Kartini, Pertamina Diskon Bright Gas Rp21.000   |   10:00 . Kamar Kejiwaan Khusus Caleg Gagal di RSUD Koesma Sepi   |   08:00 . Warisan Sejarah di Bumi Wali   |   07:00 . Siapa Saja yang Layak Diundang dalam Pernikahan Anda?   |   06:00 . Hari Kartini 2019, Ini Sejarah & Kutipan Inspiratifnya   |   18:00 . Heboh.....! Emak-emak Bakar Diri   |   17:00 . Stok Aman, Harga Bengkoang Mojomalang Selalu Stabil   |   16:00 . Cikal Bakal Warga Menilo di Makam Eyang Pendek   |   15:00 . Tanpa Didampingi Keluarga, Begini Kondisi SR di RSNU   |  
Mon, 22 April 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 23 March 2019 05:00

Periksa Tiga Terduga Perusakan, Mapolres Digeruduk Warga

Periksa Tiga Terduga Perusakan, Mapolres Digeruduk Warga

Reporter: Nidia Marfis

blokTuban.com – Karena memeriksa tiga orang yang diduga pelaku perusakan, mapolres Tuban digeruduk warga, Jumat (22/3/2019) malam. Puluhan warga bertahan di mapolres berjam-jam. Mereka datang secara bergelombang sejak sore.

Data yang dihimpun di lokasi menyebutkan, kedatangan warga itu untuk menjemput tiga orang sebelumnya yang diperiksa polisi. Tiga warga tersebut adalah Mashuri asal Desa Sumurgeneng, Dwi dan Sagung asal Desa Wadung semuanya di Kecamatan Jenu.

Semula kedatangan mereka adalah untuk mengajukan izin pelaksanaan tumpengan akbar untuk menolak pembangunan Kilang Pertamina. Sebelumnya, mereka sudah datang ke Polsek Jenu untuk mengajukan izin.

Oleh Polsek Jenu, tiga warga ini diminta untuk mengajukan izin langsung ke Polres. Sehingga ketiganya mendatangi mapolres. Hanya, karena tiga warga ini diindikasikan menjadi pelaku perusakan patok batas tanah milik warga di Dusun Boro, Desa Wadung.

Karena itu, ketiga warga tersebut diamakan dan diperiksa pihak kepolisan atas pelaporan tudingan pencopotan patok tanah sengketa antara warga dengan Pertamina NGRR. Polisi sebelumnya sudah menerima laporan dari warga. 

Salah satu perwakilan Suwarto mengatakan, alasan patok batas tanah dicabuti karena tanah tersebut masih dalam status sengketa dan masih dalam proses persidangan. 

‘’Seharusnya  tanah yang masih dalam keadaan sengketa tidak boleh ada yang memasang patok atau pun yang lainnya,’’ ujarnya saat ditemui di mapolres. 

Sementara Kasatreskrim Polres Tuban AKP Munjiyat saat dikonfirmasi menjelaskan, pemeriksaan tiga warga tersebut berdasarkan laporan pemilik lahan. Pemilik tanah itu berniat menjual lahannya untuk Kilang Pertamina. 

‘’Selama ada laporan dan ada korban yang dirugikan, proses hukum akan dilakukan,’’ katanya. 

Kasat menyebut, sudah ada tiga saksi terperiksa. Polisi, lanjutnya, hanya butuh saksi lebih dari lima orang, untuk menentukan tersangka pencabutan patok. Karena terlapor bisa jadi saksi yang saling menguatkan laporan awal. 

‘’Pelaku pencabutan patok Pertamina dijerat Pasal 170 tentang pengerusakan bersama-sama. Ancaman paling lama 5 tahun 6 bulan,’’ tandasnya.[nid/ono]

 

Tag : kilang, warga, polres, geruduk

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more