07:00 . Mengenal Kandungan Suplemen Otak   |   15:00 . PETANI MELON DI TUBAN DIHANTUI GAGAL PANEN   |   14:00 . Petani Diminta Waspadai Hama Penggerek Batang   |   13:00 . Konser Dangdut KPU Tuban Batal Digelar di Alun-alun   |   12:00 . Begini Komentar Anggota Komisi VII DPR Tentang Pertamina   |   11:00 . Pra Peradilan Gugatan Kepada Kasatreskoba dan Kasi Pidum Gugur   |   10:00 . Kaji Bencana Kenduruan, Jembatan Bakal Diperluas   |   09:00 . Agar Mandiri, 15 Orang Ini Dapat Kursus Bidang Otomotif   |   08:00 . Bantuan Alsitan Tak Termanfaatkan Optimal, Kenapa?   |   07:00 . Mengapa Minuman Manis Picu Kematian Dini?   |   21:00 . Kejahatan Seksual, Dominasi Kekerasan Terhadap Perempuan   |   20:00 . Rumah Janda di Bangilan Runtuh Akibat Longsor   |   19:00 . Partisipasi Warga Tambah Koleksi Museum Kambang Putih Diapresiasi   |   18:00 . Tersangka Kasus Sabu Gugat Kasatresnarkoba dan Kasi Pidum Kejari Tuban   |   15:00 . Tuban: Menunggu Peraturan dari Menteri Keuangan   |  
Fri, 22 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 15 March 2019 08:00

Minim Saluran Pembuangan, Banjir Sawah Lama Surut

Minim Saluran Pembuangan, Banjir Sawah Lama Surut

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Meskipun banjir di beberapa wilayah Kabupaten Tuban sudah surut, namun banjir yang merendam lahan pertanian warga juga masih terlihat menggenang pasca banjir beberapa hari lalu. Kondisi paling parah terlihat di lahan pertanian Kecamatan Rengel.

Dari pantauan lapangan, lahan pertanian yang mayoritas ditanami padi kemudian terendam banjir sebab hujan deras disertai intensitas hujan yang tinggi, tak pelak tanaman banyak yang mati dan membusuk terendam. Hal tersebut terjadi karena hanya ada satu saluran pembuangan air lepas.

"Sudah surut, tapi juga masih ada banyak sawah yang kebanjiran," ujar Sumiati, petani di Dusun Logawe, Desa Sawahan, Kamis (14/3/2019).

Dia juga menambahkan, banjir persawahan bakal lama surut. Sebab air yang tertampung pada persawahan Desa Sawahan, Kanorejo, Karangtinoto, juga sebagian sawah di Bulurejo, Kecamatan Rengel memiliki satu akses pembuangan yang sama.

"Jadinya ya lama surutnya. Satu bulan itu pun paling cepat, kalau gak ada hujan lebat dan banjir susulan lagi," paparnya.

Senada dengan yang disampaikan petani di Desa Bulurejo. Banyak lahan pertanian yang sudah ditanam pada sekitar umur 10 hari, terpaksa mati dan membusuk sebab rendaman banjir.

"Petani sekitar sini yang sawahnya kebanjiran belum tanam lagi, soalnya takut ada banjir lagi, karena hujan ataupun Bengawan yang meluap," ujar Yatno kepada blokTuban.com. [feb/rom]

Tag : banjir, rengel

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more