16:00 . Pelebaran Jalan, Jalur Ini Sering Macet   |   15:00 . Patroli Gabungan Pasca Pemilu, Petugas Sisir Jalan Nasional   |   09:00 . Lebaran Kurang 10 Hari, Harga Sapi di Pasar Hewan Tuban Anjlok   |   07:00 . Teh Manis Buat Buka Puasa, Sehat Nggak Sih?   |   20:00 . Jelang Hari Raya Komisi VI DPR RI Sidak Pasar Baru Tuban   |   19:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   18:00 . PSHT Rayon Jetak Bagi Takjil dan Santuni Anak Yatim   |   17:00 . Macam Macam Sedekah   |   14:00 . Siang Ini WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dinkes Siapkan 4 Posko Kesehatan di Jalur Pantura   |   12:00 . Jelang Mudik Lebaran, Ratusan Pengemudi Angkutan Umum Dites Urine   |   10:00 . Mengintip Besar Kecilnya THR PNS Tuban   |   09:00 . 4 Fakta Menarik Seputar Musim Kemarau di Tuban   |   08:00 . Disparbudpora Mulai Merehab Tempat Wisata   |   07:00 . Bicara dengan Diri Sendiri Ternyata Bermanfaat, Percaya?   |  
Mon, 27 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 15 March 2019 17:00

Kemenag Gelar Rapat Bahas tentang BPIH

Kemenag Gelar Rapat Bahas tentang BPIH

Reporter: Nidya Marfis H. 

blokTuban.com - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban menyelengarakan rapat mengenai Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH), sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) nomer 8 tahun 2019. Rapat yang dihadiri 120 orang pejabat sekitar itu berlokasi di Aula Kemenag Tuban. 

Kepala Kemenag Kabupaten Tuban, Sahid mengatakan, sesuai dengan Keppres nomor 8 tahun 2019 mengenai BPIH, setelah diterbitkan Keppres BPIH tahap selajutnya  adalah pelunasan BPIH dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama 19 Maret  sampai 15 April 2019 dan tahap kedua mulai 30 April sampai 10 Mei 2019.

"Setelah Keppres BPIH terbit, maka tahapan selanjutnya adalah pelunasan BPIH," ungkap Sahid. 

Lebih lanjut, dalam rapat kali ini juga disosialisasikan bahwa pelunasan BPIH dilakukan dengan mata uang rupiah, untuk Embarkasi Surabaya sebesar Rp36.586.945. Meski biaya haji tidak mengalami kenaikan, namun pemerintah tetap menjamin akan ada peningkatan kualitas pelayanan haji dibanding tahun lalu. 

"Insya Allah tahun ini untuk pemondokan akan dikelompokkan berdasarkan daerah termasuk makanannya juga akan di sesuaikan menurut daerah masing-masing," tambahnya.

Dalam kesempatan ini,  pria kelahiran Gresik ini juga menyampaikan pesan dari Menteri Agama Republik Indonesia, yaitu: 

1. Moderasi beragama, adalah agama di tempatkan sebagai petunjuk bagi semua umat manusia. Apabila ada aliran kepercayaan di Tuban yang menyimpang, seluruh ASN berkewajiban melaporkan ke Bimas Islam untuk segera di tindak lanjuti.

2. Moderasi kebersamaan, ibaratnya sapu lidi kalau satu helai tidak akan berarti apa-apa, akan tetapi kalau banyak bisa ada fungsi dan manfaatnya.

3. Moderasi Integrasi Data

Data sulit masuk dan berubah ubah. [nid/col]

 

Tag : haji, rapat, kemenag

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more