16:00 . Pelebaran Jalan, Jalur Ini Sering Macet   |   15:00 . Patroli Gabungan Pasca Pemilu, Petugas Sisir Jalan Nasional   |   09:00 . Lebaran Kurang 10 Hari, Harga Sapi di Pasar Hewan Tuban Anjlok   |   07:00 . Teh Manis Buat Buka Puasa, Sehat Nggak Sih?   |   20:00 . Jelang Hari Raya Komisi VI DPR RI Sidak Pasar Baru Tuban   |   19:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   18:00 . PSHT Rayon Jetak Bagi Takjil dan Santuni Anak Yatim   |   17:00 . Macam Macam Sedekah   |   14:00 . Siang Ini WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dinkes Siapkan 4 Posko Kesehatan di Jalur Pantura   |   12:00 . Jelang Mudik Lebaran, Ratusan Pengemudi Angkutan Umum Dites Urine   |   10:00 . Mengintip Besar Kecilnya THR PNS Tuban   |   09:00 . 4 Fakta Menarik Seputar Musim Kemarau di Tuban   |   08:00 . Disparbudpora Mulai Merehab Tempat Wisata   |   07:00 . Bicara dengan Diri Sendiri Ternyata Bermanfaat, Percaya?   |  
Mon, 27 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 13 March 2019 13:00

Puluhan Napi Narkoba Ikuti Pembinaan Kewirausahaan

Puluhan Napi Narkoba Ikuti Pembinaan Kewirausahaan

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Sedikitnya terdapat 80 Narapidana (Napi) kasus narkoba di Lapas Kelas II B Tuban mengikuti kegiatan pembinaan dan fasilitas kewirausahaan pengelolaan manajemen UMK di lapas setempat, Rabu (13/3/2019).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban untuk membekali para napi agar setelah bebas nanti bisa diterapkan sehingga bisa bekerja lebih baik.

Kepala Lapas (Lapas) Kelas II B Tuban, Sugeng Indrawan mengatakan, kegiatan ini merupakan kerja sama antara Lapas Kelas II B Tuban dengan Diskoperindag dan BNNK Tuban. Kegiatan ini sendiri dibagi menjadi dua sesi dengan jumlah keseluruhan sebanyak 80 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

"Ada 80 WBP yang mengikuti kegiatan ini, sebagian besar merupakan WBP kasus narkoba," terang Kalapas Kelas II B Tuban, Sugeng Indrawan kepada media ini.

Lebih lanjut, selain kegiatan pembekalan kewirausahaan agar mereka mendapatkan bekal untuk diterapkan setelah bebas nanti, mereka juga mendapatkan penyuluhan terkait bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus di tes urin oleh BNNK Tuban.

"Setelah mereka mendapatkan bekal wirausaha, selanjutnya mereka dites urin. Untuk hasilnya akan diketahui nanti," imbuh Kalapas Tuban.

Sementara itu, Kepala BNNK Tuban I Made Arjana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sinergitas Lapas, Diskoperindag dan BNNK Tuban dengan sasaranya adalah WBP kasus narkoba. Pada kegiatan ini selain penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba mereka juga dibekali skil kewirausahaan.

"Diharapkan mereka bisa menerapkan skil kewirausahaan yang diperoleh dari pembinaan ini, sehingga tidak mengulangi lagi perbuatan yang dulu," pungkasnya.[hud/ito]

Tag : napi, tuban, tes, urine

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more