16:00 . Pelebaran Jalan, Jalur Ini Sering Macet   |   15:00 . Patroli Gabungan Pasca Pemilu, Petugas Sisir Jalan Nasional   |   09:00 . Lebaran Kurang 10 Hari, Harga Sapi di Pasar Hewan Tuban Anjlok   |   07:00 . Teh Manis Buat Buka Puasa, Sehat Nggak Sih?   |   20:00 . Jelang Hari Raya Komisi VI DPR RI Sidak Pasar Baru Tuban   |   19:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   18:00 . PSHT Rayon Jetak Bagi Takjil dan Santuni Anak Yatim   |   17:00 . Macam Macam Sedekah   |   14:00 . Siang Ini WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dinkes Siapkan 4 Posko Kesehatan di Jalur Pantura   |   12:00 . Jelang Mudik Lebaran, Ratusan Pengemudi Angkutan Umum Dites Urine   |   10:00 . Mengintip Besar Kecilnya THR PNS Tuban   |   09:00 . 4 Fakta Menarik Seputar Musim Kemarau di Tuban   |   08:00 . Disparbudpora Mulai Merehab Tempat Wisata   |   07:00 . Bicara dengan Diri Sendiri Ternyata Bermanfaat, Percaya?   |  
Mon, 27 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 01 March 2019 16:00

Kasus Sales OPPO Lapor Polisi

DPRD Tuban Pertanyakan SOP OPPO

DPRD Tuban Pertanyakan SOP OPPO

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban mempertanyakan Standar Oprasional Prosedur (SOP) perusahaan OPPO atau PT. World Inovatif Telecomunication (WIT) yang memberikan Punishment atau Hukuman tidak wajar kepada sejumlah karyawan saat tidak melampaui target.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Tuban, M. Miyadi, menurutnya terkait dengan adanya kejadian semacam itu maka harus merujuk pada SOP perusahaan yang bersangkutan. Dalam artinya, setiap perusahaan harus mempunyai SOP yang jelas agar saat ada karyawan yang melanggar maka hukumanya sesuai dengan SOP.

"Kembali ke SOP perusahaan yang bersangkutan, apakah SOP-nya seperti itu atau tidak jika SOP-nya seperti itu maka perusahaan yang bersangkutan tidak melanggar, namun jika perusahaan tidak mempunyai SOP maka ada pelanggaran sehingga tergantung pada karyawan yang dianiaya," terang Miyadi, Kamis (2/2/2018).

Miyadi juga mengungkapkan, bahwa hingga saat ini DPRD Kabupaten Tuban belum menerima laporan resmi terkait kejadian ini. Sehingga belum bisa memfasilitasi untuk melakukan mediasi antara perusahan dengan karyawan yang bersangkutan.

"Mudah-mudahan segera ada laporan resmi, dan kami akan melakukan tindakan," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gemilang Indra Yuliarti (24) Promotor di OPPO Regional Bojonogoro-Tuban nekat melapor ke Polres Tuban lantaran tidak tahan dengan Punishment atau Hukuman yang diberikan oleh Supervisor dan Trainer kepada karyawan saat target bulanan tidak terlampaui.

Perempuan yang beralamatkan di Kelurahan Perbon, Kecamatan/Kabupaten Tuban itu juga mengaku, hukuman yang selama ini diterima bersama karyawan OPPO lain yang tidak melampaui target sangat tidak manusiawi.

"Saya laporkan ini ke polisi karena sudah tidak tahan, dengan hukuman yang saya terima dan karyawan yang lainya saat tidak melampaui target," terang Gemilang sapaan akrabnya kepada blokTuban.com.

Menurutnya, semenjak tahun 2016 lalu bekerja di OPPO hukuman yang pernah diterimanya disuruh mengunyah terasi, mengunyah bawang, mengunyah Pare, Cabai dan mengunyah Blimbing Wuluh sampai muntah-muntah dengan direkam video. Selain itu juga  berlari hingga berkilo-kilo di malam hari dan ngedance di minimarket serta berparas banci-bancian di traffic light.[hud/col]

 

Tag : oppo, sales

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more