07:00 . Mengenal Kandungan Suplemen Otak   |   15:00 . PETANI MELON DI TUBAN DIHANTUI GAGAL PANEN   |   14:00 . Petani Diminta Waspadai Hama Penggerek Batang   |   13:00 . Konser Dangdut KPU Tuban Batal Digelar di Alun-alun   |   12:00 . Begini Komentar Anggota Komisi VII DPR Tentang Pertamina   |   11:00 . Pra Peradilan Gugatan Kepada Kasatreskoba dan Kasi Pidum Gugur   |   10:00 . Kaji Bencana Kenduruan, Jembatan Bakal Diperluas   |   09:00 . Agar Mandiri, 15 Orang Ini Dapat Kursus Bidang Otomotif   |   08:00 . Bantuan Alsitan Tak Termanfaatkan Optimal, Kenapa?   |   07:00 . Mengapa Minuman Manis Picu Kematian Dini?   |   21:00 . Kejahatan Seksual, Dominasi Kekerasan Terhadap Perempuan   |   20:00 . Rumah Janda di Bangilan Runtuh Akibat Longsor   |   19:00 . Partisipasi Warga Tambah Koleksi Museum Kambang Putih Diapresiasi   |   18:00 . Tersangka Kasus Sabu Gugat Kasatresnarkoba dan Kasi Pidum Kejari Tuban   |   15:00 . Tuban: Menunggu Peraturan dari Menteri Keuangan   |  
Fri, 22 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 18 February 2019 15:00

Pasca Monster Road, Perbaikan Alun-Alun Tuban Nol Rupiah

Pasca Monster Road, Perbaikan Alun-Alun Tuban Nol Rupiah

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Liarnya opini publik di jejaring media sosial tentang rusaknya Alun-alun pasca event Monster Road langsung disikapi oleh Kepala Dinas PRPK Tuban, Darmaji. Tidak ada kerusakan fatal yang perlu diperbaiki oleh panitia, melainkan hanya rumput dan tanaman kucai yang rusak.

Kepada blokTuban.com, Darmaji menjelaskan pada saat mereka mengajukan izin panitia sudah dipanggil dulu untuk presentasi kepada intansinya sebagai OPD yang diberi kewenangan mengelola Alun-alun. Presentasi yang diminta itu agar PRKP dapat mengetahui sejauh mana potensi kerusakan Alun-alun pasca kegiatan tersebut.

"Dan setelah itu kami minta kepada mereka untuk membuat pernyataan bahwa segala kerusakan akibat kegiatan ini seluruhnya menjadi tanggung jawab panitia pelaksana," ujar mantan Kabag Kesra Tuban, Senin (18/2/2019).

Mantan Camat Plumpang menambahkan, kerusakan disekitar Alun- alun pasca acara monster road, pada umumnya tidak ada. Cuma ada beberapa rumput yang di tengah waktu kena nikung ban rusak, tapi itu langsung segera bisa tumbuh lagi.

Selain itu juga tanaman Kucai yang di kanan pintu masuk Alun-alun depan  masjid rusak sedikit, karena terinjak oleh penonton yang begitu membludak. Itupun apabila kena hujan bisa langsung segera tumbuh lagi. Jadi pada intinya kerusakan tidak ada, dengan melihat even sebesar itu.

"Untuk kebersihan panitia bertanggungjawab dengan dibantu tenaga satberkota kita," beber pria ramah ini.

Wakil Ketua Panitia Monster Road, Abed Nego Antoro, berharap seluruh masyarakat Bumi Wali mendukung acara perdana ini. Olahraga ekstrim tersebut, diikuti puluhan peserta dari berbagai kabupaten/kota se-nasional.

"Untuk perizinan mudah dan pemkab cukup mendukung kegiatan ini," tutupnya. [ali/ito]

Tag : monster, tuban, alun-alun, izin

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more