19:00 . Salah Rekap, Beberapa TPS di Tuban Lakukan Hitung Ulang   |   18:00 . UJK dan Satpol Tegur Warga Potong Ranting Ilegal   |   17:00 . Santri Jombang Korban Perahu Terbakar Belum Ditemukan   |   16:00 . Tim SAR Gabungan Potong Kompas Pencarian dari Terminal Baru   |   14:00 . Harga Daging Sapi Stabil, Ayam Naik Tipis   |   13:00 . Inilah Skenario Pencarian Korban Hilang di Laut   |   11:00 . Pasca Pemilu, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Baru Tuban Naik   |   10:00 . Penyelenggara, Lembaga Survei dan Hasil Pemilu   |   09:00 . BPBD, Basarnas dan Syahbandar UPP Brondong Serentak Lakukan Pencarian   |   08:00 . Sistem Sainte Legue, Siapa yang Diuntungkan?   |   07:00 . 3 Pertanyaan Selain 'Kapan nikah' Saat Reuni   |   22:00 . Tragedi Perahu Nelayan Terbakar, 2 Selamat 1 Hilang   |   21:00 . Hantam Truk Gandeng Rusak, Mahasiswa di Tuban Tewas Seketika   |   20:00 . Hendak Mendahului Ertiga, Dum Truk Nyusep   |   19:00 . Puluhan Warga Selogabus Jajakan Bengkoang di Tepi Jalan Bojonegoro-Jatirogo   |  
Sat, 20 April 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 12 February 2019 13:00

DPKD: Ketua Gapoktan Harus Lebih Aktif

DPKD: Ketua Gapoktan Harus Lebih Aktif

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Dalam kurun waktu satu tahun terahkir ini,  pemerintah sedang giat - giatnya mengalakkan program asuransi tani, dengan tujuan untuk mebantu meringankan beban petani apabila mengalami gagal panen. Akan tetapi, masih banyak petani yang tidak mengasuransikan lahan persawahannya.

Salah satunya, ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Dusun  Wangun barat, Desa Wangun,  Kacamatan Palang, Zain Ali Nawawi, mengatakan hujan deras yang terjadi pada  minggu lalu, tepanya Selasa, (5/2/2019) mengakibatkan lahan persawahan miliknya seluas 1,5 hektar teredam banjir,  hal ini dikarenakan lahan pertanian beralih fungsi menjadi rumah penduduk dan tidak adanya salur irigasi.

"Kurang lebih ada 20 hektar lahan milik warga yang teredam,"ungkap Zain.

Lebih lanjut, total kerugian yang dialaminya mencapai 10 juta, meskipun total kerugian  nominalnya cukup tinggi. Ia mengaku tidak mengasuransikan lahannya, hal ini dikarenakan ia masih kurang memahami standart yang dimaksud gagal panen seperti apa dan juga seperti apa cara pengeklaimannya.

"Programnya bagus, tapi saya belum paham, untuk itu saya bingung bagimana cara menawarkan kepada petani,"ungkapnya.

Menganggapi hal tersebut, Seksi pembinan usaha tani, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban (DPKD), Herman Setyawan mengatakan, apabila ada petani atau gapoktan yang masih kurang paham mengenai asuransi tani bisa melakukan koordinasi dengan tim penyuluh yang ada di setiap kecamatan untuk diberikan penjelasan mengenai asuransi tani.

"Semestinya harus lebih pro aktif, apabila masih kurang paham bisa datang ke kantor dan akan kami jelaskan,"ungkap Herman.
[nid/ito]

Tag : kartu, tani, ansuransi, panen

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more