20:00 . Konsulat Jenderal Jepang Resmikan Bantuan Pendidikan di Tuban   |   19:00 . Agustus, Perajin Mobil Hias Kebanjiran Pesanan   |   18:00 . Akhirnya, Pesepeda Tuban-Jakarta Balik ke Kampung Halaman   |   17:00 . 2.620 KK 4 Desa di Kecamatan Senori Terdampak Kekeringan   |   16:00 . Nelayan Tuban Larung Bekakak, Ini Filosofinya   |   15:00 . PT LIB Tunda Tiga Pertandingan, Salah Satunya Persewar Lawan Persatu   |   14:00 . Kapolres Siap Jaga Putra-putri Papua   |   13:00 . 29 Tim Berebut Piala Temaji Cup I Bola Voli U18 dan U16   |   12:00 . Pesan Damai dari Tuban untuk Indonesia   |   11:00 . Pasca Digeruduk Ratusan Pekerja, Begini Pernyataan PT. SBI   |   10:00 . Kapolres Jamin Keamanan Putra-Putri Papua Yang Menempuh Pendidikan di Tuban   |   09:00 . Pria di Sumberagung Nekat Gantung Diri Saat Ditinggal Istri Belanja   |   08:00 . Buruh Demo Tolak Upah Murah   |   07:00 . Balita Konsumsi Suplemen Vitamin, Perlu Enggak Sih?   |   20:00 . Ritual Kyai Mancung di Tuban, Dulu Kerbau Kini Sapi   |  
Thu, 22 August 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 12 February 2019 13:00

DPKD: Ketua Gapoktan Harus Lebih Aktif

DPKD: Ketua Gapoktan Harus Lebih Aktif

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Dalam kurun waktu satu tahun terahkir ini,  pemerintah sedang giat - giatnya mengalakkan program asuransi tani, dengan tujuan untuk mebantu meringankan beban petani apabila mengalami gagal panen. Akan tetapi, masih banyak petani yang tidak mengasuransikan lahan persawahannya.

Salah satunya, ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Dusun  Wangun barat, Desa Wangun,  Kacamatan Palang, Zain Ali Nawawi, mengatakan hujan deras yang terjadi pada  minggu lalu, tepanya Selasa, (5/2/2019) mengakibatkan lahan persawahan miliknya seluas 1,5 hektar teredam banjir,  hal ini dikarenakan lahan pertanian beralih fungsi menjadi rumah penduduk dan tidak adanya salur irigasi.

"Kurang lebih ada 20 hektar lahan milik warga yang teredam,"ungkap Zain.

Lebih lanjut, total kerugian yang dialaminya mencapai 10 juta, meskipun total kerugian  nominalnya cukup tinggi. Ia mengaku tidak mengasuransikan lahannya, hal ini dikarenakan ia masih kurang memahami standart yang dimaksud gagal panen seperti apa dan juga seperti apa cara pengeklaimannya.

"Programnya bagus, tapi saya belum paham, untuk itu saya bingung bagimana cara menawarkan kepada petani,"ungkapnya.

Menganggapi hal tersebut, Seksi pembinan usaha tani, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban (DPKD), Herman Setyawan mengatakan, apabila ada petani atau gapoktan yang masih kurang paham mengenai asuransi tani bisa melakukan koordinasi dengan tim penyuluh yang ada di setiap kecamatan untuk diberikan penjelasan mengenai asuransi tani.

"Semestinya harus lebih pro aktif, apabila masih kurang paham bisa datang ke kantor dan akan kami jelaskan,"ungkap Herman.
[nid/ito]

Tag : kartu, tani, ansuransi, panen

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more