20:00 . Meninggalnya KPPS Tuban Diduga Kuat Kelelahan   |   19:00 . Ketua DPRD Tuban : Pemilu Serentak Perlu Dikaji   |   18:00 . Sempat Pingsan, Anggota KPPS di Semanding Meninggal Dunia   |   17:00 . Beberapa Titik CCTV Akan Dipasang di Gudang Penyimpanan Surat Suara   |   16:00 . Kuliner Ekstrim Biawak, Begini yang Dirasakan Penggemar...   |   12:00 . Rekapitulasi Surat Suara Kecamatan Dijaga Ketat   |   11:00 . Hari Kartini, Pertamina Diskon Bright Gas Rp21.000   |   10:00 . Kamar Kejiwaan Khusus Caleg Gagal di RSUD Koesma Sepi   |   08:00 . Warisan Sejarah di Bumi Wali   |   07:00 . Siapa Saja yang Layak Diundang dalam Pernikahan Anda?   |   06:00 . Hari Kartini 2019, Ini Sejarah & Kutipan Inspiratifnya   |   18:00 . Heboh.....! Emak-emak Bakar Diri   |   17:00 . Stok Aman, Harga Bengkoang Mojomalang Selalu Stabil   |   16:00 . Cikal Bakal Warga Menilo di Makam Eyang Pendek   |   15:00 . Tanpa Didampingi Keluarga, Begini Kondisi SR di RSNU   |  
Mon, 22 April 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 11 February 2019 10:00

Wabup Tuban: Banjir Jalan Letda Soecipto Solusinya Waduk Jadi

Wabup Tuban: Banjir Jalan Letda Soecipto Solusinya Waduk Jadi Wabup Tuban didampingi Ketua DPRD di Pendopo Krida Manunggal Tuban

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Banjir yang menggenangi Jalan Letda Soecipto dan Perumahan Mondokan Santoso, Kelurahan Mondokan, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Jawa Timur pada Minggu (10/2/2019) kemarin, telah menjadi pemkab setempat. Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein menyebut banjir di jalan nasional itu hanya bisa diatasi setelah adanya Waduk di Desa Jadi, Kecamatan Semanding.

"Waduk Jadi satu-satunya solusi untuk menampung kiriman air dari hulu," ujar Wabup dua periode kepada blokTuban.com di Pendopo Krida Manunggal Tuban, Senin (11/2/2019).

Politisi kelahiran Kecamatan Rengel ini, menjelaskan akhir pekan lalu curah hujan memang cukup tinggi dengan intensitas durasi waktu lama. Selain di Kecamatan Tuban, banjir juga terjadi di Kecamatan Merakurak.

Di sela banjir Noor Nahar juga sudah berkeliling melihat titik drainase. Ditemukan ada drainase yang dangkal, dan itu membuat air mengantre untuk mengalir ke hilir.

"Pendangkalan disebabkan ada petani yang malan saluran drainse sehingga menjadi sempit," imbuhnya.

Awalnya saluran drainase rata-rata empat meter, tapi belakangan berangsur susut jadi dua meter. Di samping itu, juga terjadi erosi. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menelusuri saluran supaya mendapatkan peta yang pas untuk penyelesaiannya.

Beberapa tahun terakhir, APBD Tuban juga telah diarahkan ke pembangunan drainase. Tahun 2017 lalu sempat berhenti karena mentok di lahan warga Merakurak. Sedangkan di 2018 ada yang gagal membangun karena kontraknya batal.

"Kami harapkan pemilik lahan merelakan tanahnya untuk dilewati drainse karena manfaatnya untuk banyak pihak," harap politisi PKB Tuban.

Adapun progres waduk Jadi, tahun ini sudah ada pembebasan lahan. Karena harus bertahap mengingat APBD Bumi Wali tidak besar. Ditambah sharing dari APBD tidak turun-turun.

Kepala Dinas PRKP Tuban, Sudarmaji, menambahkan setelah mengecek bersama Dinas PUPR, dihasilkan beberapa keputusan. Mulai melebarkan jembatan perbatasan Perbon-Mondokan yang menjadi pertemuan tiga sungai Letda ke Utara, ke Barat dan Mondokan ke Timur

"Yang karena saat ini jembatan sempit air antri lama," sambung mantan Kabag Kesra Tuban.

Langkah berikutnya meninggikan jalan Letda yang sekarang jadi genangan. Croseng ke utara akan di revitalisasi. Menurut informasi dari PLT Kadis PU bisa dilaksanakan di TA. 2019 ini.

"Dampak akhir di perumahan Perbon Permai sebagai perumahan yang posisi terendah baru nanti tanggung jawab kami PRKP," terang mantan Camat Plumpang.

Posisinya perumahan tersebut berada di bawah Sungai Kelor, maka nanti akan dibuatkan pompa untuk ngangkat air yang ngendon di kawasan perumahan ke kali Kelor. Melalui sistem drainase mandiri. BKM sudah buat proposal ke PRKP. [ali/ito]

Tag : banjir, tuban, perumahan, mondokan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more