15:00 . Pasca Monster Road, Perbaikan Alun-Alun Tuban Nol Rupiah   |   14:00 . Rogoh Kocek Sendiri, KRC Boyong 6 Medali   |   13:00 . 308 Eks Tenaga Honorer K2 Tuban Telah Melamar Jadi P3K   |   12:00 . Beda Pola, Begini Pelaksanaan PTSL di Tuban Selatan   |   11:00 . Penggunaan Lahan untuk Kilang Tak Pengaruhi Produksi Pangan   |   10:00 . Pos Kamling Harus Selesai Sebelum Pembukaan   |   09:00 . Tak Peduli Malam, Satgas TMMD Tetap Bekerja   |   08:00 . Razia Warung Remang-remang, Seorang Perempuan Diamankan   |   07:00 . Ketahui Tanda Si Dia Memang Jodoh Ariska Puspita Anggraini   |   17:00 . Polres Tuban Kawal Ketat Pendistribusian Logistik Pemilu   |   16:00 . Jembatan Jambangan Ambrol, Jalur Roda 4 Lumpuh   |   14:00 . Hujan Deras, Jalan Penghubung Maindu-Klumpit Longsor   |   11:00 . Peringati Hari Lahir, Muslimat NU Deklarasi Anti Hoax.   |   10:00 . KPUD Tuban Sosialisasi Penghuni Lapas   |   07:00 . Anak yang Doyan Jumpalitan adalah Anak Cerdas   |  
Mon, 18 February 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 09 February 2019 11:00

3 Penyakit Penyebab Kematian Paling Banyak

3 Penyakit Penyebab Kematian Paling Banyak

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Dalam upaya meningkatkan kualitas gaya hidup sehat, pemerintah pusat terus melesakkan program kerja, salah satunya sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Seperti yang nampak pada aktivitas warga sekitar Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Sabtu (9/2/2019) pagi ini. Mereka tampak antusias mengikuti sosialisasi Germas yang disampaikan langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur (Jatim), beserta Dinkes Kabupaten Tuban.

Mengawali penjelasan tentang Germas, Kemenkes RI yang diwakili oleh Dr. Ir. Candra Rudyanto, MPh membuka dengan pola aktivitas sekaligus sejumlah penyakit umum yang mengakibatkan kematian paling banyak di kalangan masyarakat.

"Yang tertinggi dari 10 penyakit penyebab kematian, pertama stroke, penyakit jantung, dan diabetes," ujar Dr. Candra kepada peserta sosialisasi Germas.

Masih kata Dr. Candra, penyakit stroke yang dipicu oleh tekanan darah tinggi, serangan jantung, hingga kadar gula berlebih sehingga mengakibatkan diabetes, disebabkan oleh pola makan tak teratur. Maka dari itu, pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan sangat penting untuk kesehatan keluarga.

"Penyakit itu yang paling mendominasi, bahkan tak kenal usia. Selain orang tua, anak-anak juga sudah mulai terserang penyakit itu," jelasnya.

Oleh sebab itu, faktor resiko, penyebab penyakit, perilaku hidup, sampai pola makan, menjadi pertimbangan khusus untuk mempengaruhi kesadaran masyarakat lebih memperhatikan pentingnya kesehatan.

"Mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari, bisa untuk membentengi penyakit," katanya mengimbau.

Lebih lanjut, pihaknya berharap agar setelah dapat sosialisasi Germas ini, masyarakat umum di Kabupaten Tuban khususnya di Kecamatan Rengel bisa menerapkan pola hidup sehat, dengan menjaga lingkungan, berolahraga, dan rajin cek kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali. [feb/rom]

Tag : kesehatan, germas, penyakit

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:00

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more