20:00 . Konsulat Jenderal Jepang Resmikan Bantuan Pendidikan di Tuban   |   19:00 . Agustus, Perajin Mobil Hias Kebanjiran Pesanan   |   18:00 . Akhirnya, Pesepeda Tuban-Jakarta Balik ke Kampung Halaman   |   17:00 . 2.620 KK 4 Desa di Kecamatan Senori Terdampak Kekeringan   |   16:00 . Nelayan Tuban Larung Bekakak, Ini Filosofinya   |   15:00 . PT LIB Tunda Tiga Pertandingan, Salah Satunya Persewar Lawan Persatu   |   14:00 . Kapolres Siap Jaga Putra-putri Papua   |   13:00 . 29 Tim Berebut Piala Temaji Cup I Bola Voli U18 dan U16   |   12:00 . Pesan Damai dari Tuban untuk Indonesia   |   11:00 . Pasca Digeruduk Ratusan Pekerja, Begini Pernyataan PT. SBI   |   10:00 . Kapolres Jamin Keamanan Putra-Putri Papua Yang Menempuh Pendidikan di Tuban   |   09:00 . Pria di Sumberagung Nekat Gantung Diri Saat Ditinggal Istri Belanja   |   08:00 . Buruh Demo Tolak Upah Murah   |   07:00 . Balita Konsumsi Suplemen Vitamin, Perlu Enggak Sih?   |   20:00 . Ritual Kyai Mancung di Tuban, Dulu Kerbau Kini Sapi   |  
Thu, 22 August 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 09 February 2019 11:00

3 Penyakit Penyebab Kematian Paling Banyak

3 Penyakit Penyebab Kematian Paling Banyak

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Dalam upaya meningkatkan kualitas gaya hidup sehat, pemerintah pusat terus melesakkan program kerja, salah satunya sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Seperti yang nampak pada aktivitas warga sekitar Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Sabtu (9/2/2019) pagi ini. Mereka tampak antusias mengikuti sosialisasi Germas yang disampaikan langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur (Jatim), beserta Dinkes Kabupaten Tuban.

Mengawali penjelasan tentang Germas, Kemenkes RI yang diwakili oleh Dr. Ir. Candra Rudyanto, MPh membuka dengan pola aktivitas sekaligus sejumlah penyakit umum yang mengakibatkan kematian paling banyak di kalangan masyarakat.

"Yang tertinggi dari 10 penyakit penyebab kematian, pertama stroke, penyakit jantung, dan diabetes," ujar Dr. Candra kepada peserta sosialisasi Germas.

Masih kata Dr. Candra, penyakit stroke yang dipicu oleh tekanan darah tinggi, serangan jantung, hingga kadar gula berlebih sehingga mengakibatkan diabetes, disebabkan oleh pola makan tak teratur. Maka dari itu, pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan sangat penting untuk kesehatan keluarga.

"Penyakit itu yang paling mendominasi, bahkan tak kenal usia. Selain orang tua, anak-anak juga sudah mulai terserang penyakit itu," jelasnya.

Oleh sebab itu, faktor resiko, penyebab penyakit, perilaku hidup, sampai pola makan, menjadi pertimbangan khusus untuk mempengaruhi kesadaran masyarakat lebih memperhatikan pentingnya kesehatan.

"Mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari, bisa untuk membentengi penyakit," katanya mengimbau.

Lebih lanjut, pihaknya berharap agar setelah dapat sosialisasi Germas ini, masyarakat umum di Kabupaten Tuban khususnya di Kecamatan Rengel bisa menerapkan pola hidup sehat, dengan menjaga lingkungan, berolahraga, dan rajin cek kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali. [feb/rom]

Tag : kesehatan, germas, penyakit

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more