19:00 . Salah Rekap, Beberapa TPS di Tuban Lakukan Hitung Ulang   |   18:00 . UJK dan Satpol Tegur Warga Potong Ranting Ilegal   |   17:00 . Santri Jombang Korban Perahu Terbakar Belum Ditemukan   |   16:00 . Tim SAR Gabungan Potong Kompas Pencarian dari Terminal Baru   |   14:00 . Harga Daging Sapi Stabil, Ayam Naik Tipis   |   13:00 . Inilah Skenario Pencarian Korban Hilang di Laut   |   11:00 . Pasca Pemilu, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Baru Tuban Naik   |   10:00 . Penyelenggara, Lembaga Survei dan Hasil Pemilu   |   09:00 . BPBD, Basarnas dan Syahbandar UPP Brondong Serentak Lakukan Pencarian   |   08:00 . Sistem Sainte Legue, Siapa yang Diuntungkan?   |   07:00 . 3 Pertanyaan Selain 'Kapan nikah' Saat Reuni   |   22:00 . Tragedi Perahu Nelayan Terbakar, 2 Selamat 1 Hilang   |   21:00 . Hantam Truk Gandeng Rusak, Mahasiswa di Tuban Tewas Seketika   |   20:00 . Hendak Mendahului Ertiga, Dum Truk Nyusep   |   19:00 . Puluhan Warga Selogabus Jajakan Bengkoang di Tepi Jalan Bojonegoro-Jatirogo   |  
Sat, 20 April 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 09 February 2019 11:00

3 Penyakit Penyebab Kematian Paling Banyak

3 Penyakit Penyebab Kematian Paling Banyak

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Dalam upaya meningkatkan kualitas gaya hidup sehat, pemerintah pusat terus melesakkan program kerja, salah satunya sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Seperti yang nampak pada aktivitas warga sekitar Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Sabtu (9/2/2019) pagi ini. Mereka tampak antusias mengikuti sosialisasi Germas yang disampaikan langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur (Jatim), beserta Dinkes Kabupaten Tuban.

Mengawali penjelasan tentang Germas, Kemenkes RI yang diwakili oleh Dr. Ir. Candra Rudyanto, MPh membuka dengan pola aktivitas sekaligus sejumlah penyakit umum yang mengakibatkan kematian paling banyak di kalangan masyarakat.

"Yang tertinggi dari 10 penyakit penyebab kematian, pertama stroke, penyakit jantung, dan diabetes," ujar Dr. Candra kepada peserta sosialisasi Germas.

Masih kata Dr. Candra, penyakit stroke yang dipicu oleh tekanan darah tinggi, serangan jantung, hingga kadar gula berlebih sehingga mengakibatkan diabetes, disebabkan oleh pola makan tak teratur. Maka dari itu, pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan sangat penting untuk kesehatan keluarga.

"Penyakit itu yang paling mendominasi, bahkan tak kenal usia. Selain orang tua, anak-anak juga sudah mulai terserang penyakit itu," jelasnya.

Oleh sebab itu, faktor resiko, penyebab penyakit, perilaku hidup, sampai pola makan, menjadi pertimbangan khusus untuk mempengaruhi kesadaran masyarakat lebih memperhatikan pentingnya kesehatan.

"Mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari, bisa untuk membentengi penyakit," katanya mengimbau.

Lebih lanjut, pihaknya berharap agar setelah dapat sosialisasi Germas ini, masyarakat umum di Kabupaten Tuban khususnya di Kecamatan Rengel bisa menerapkan pola hidup sehat, dengan menjaga lingkungan, berolahraga, dan rajin cek kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali. [feb/rom]

Tag : kesehatan, germas, penyakit

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more