20:00 . Konsulat Jenderal Jepang Resmikan Bantuan Pendidikan di Tuban   |   19:00 . Agustus, Perajin Mobil Hias Kebanjiran Pesanan   |   18:00 . Akhirnya, Pesepeda Tuban-Jakarta Balik ke Kampung Halaman   |   17:00 . 2.620 KK 4 Desa di Kecamatan Senori Terdampak Kekeringan   |   16:00 . Nelayan Tuban Larung Bekakak, Ini Filosofinya   |   15:00 . PT LIB Tunda Tiga Pertandingan, Salah Satunya Persewar Lawan Persatu   |   14:00 . Kapolres Siap Jaga Putra-putri Papua   |   13:00 . 29 Tim Berebut Piala Temaji Cup I Bola Voli U18 dan U16   |   12:00 . Pesan Damai dari Tuban untuk Indonesia   |   11:00 . Pasca Digeruduk Ratusan Pekerja, Begini Pernyataan PT. SBI   |   10:00 . Kapolres Jamin Keamanan Putra-Putri Papua Yang Menempuh Pendidikan di Tuban   |   09:00 . Pria di Sumberagung Nekat Gantung Diri Saat Ditinggal Istri Belanja   |   08:00 . Buruh Demo Tolak Upah Murah   |   07:00 . Balita Konsumsi Suplemen Vitamin, Perlu Enggak Sih?   |   20:00 . Ritual Kyai Mancung di Tuban, Dulu Kerbau Kini Sapi   |  
Thu, 22 August 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 16 January 2019 16:00

Penghasilan Meningkat, PNS Banyak Cerai?

Penghasilan Meningkat, PNS Banyak Cerai?

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Menurut data yang diperoleh dari Badan kepegawaian Daerah (BKD)  Kabupaten Tuban angka perceraian Pegawai Negeri Sipil (PNS)  di Kabupaten Tuban pada tahun 2018 mengalami penurunan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Kesejahteraan Pegawai, BKD, Sukartiwi. Mengatakan menurut data pada tahun 2018 jumlah percerain PNS berjumlah 19 orang,  sedangkan pada tahun 2017 berjumlah 24 orang dan pada tahun 2016 berjumlah 16 orang.

"Paling banyak dididominasi guru dan PNS perempuan,"ungkap Sukartiwi.

Masih Sukartiwi, ia menambahkan data tesebut bisa lebih banyak karena tidak sedikit PNS yang bercerai tapi tidak ada izinnya.  Apabila terbukti dan diketahui BKD,  PNS tersebut akan mendapatkan sanksi hukuman disiplin. Sedangkan persyaratan utama PNS yang ingin bercerai haruslah mendapatkan izin dengan tertanda tangan bupati daerah tersebut.

"Prosedurnya memang harus izin dahulu apabila tidak, akan diberikan sanksi. Berupa sanksi hukuman disiplin dan ada 5 macamya,"ungkapannya.

Hal senada juga diungkapkan. Kepala Sub bagian, bidang pengembangan dan kesejahteraan pegawai, Gelur. Ia mengatakan, kasus perceraian PNS didominasi guru, karena saat ini profesi guru terjamin dari segi insentifnya.  Sehingga apabila ada permasalah sedikit lebih memilih berpisah dari pada diperbaiki

" Kadang ada yang gaji istri lebih banyak dari suami, akhirnya istrinya milih berpisah,"ungkap Gelur

Data dari BKD PNS yang bercerai:

2018:
Diberikan izin cerai=15
Diberikan surat keterangan =4

2017:
Diberikan izin cerai =12
Diberikan surat keterangan =12

2016:
Diberikan izin cerai= 13
Diberikan surat keterangan =3
Penolakan = 1

Tag : istri, pns, cerai

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more