11:00 . 82 Masjid ber-SK Belum Lapor Baznas   |   10:00 . Awas !! Gelombang Laut Utara 2,5 Meter   |   09:00 . Ini Status Pengukuran Lahan Kilang Tuban di 3 Desa¬†   |   08:00 . Ini Dia Striker Buruan Persatu   |   07:00 . Bayi Suka Menjulurkan Lidah, Normal Enggak Ya?   |   20:00 . Perdana Buka, Antrean Pengunjung Bioskop Mengular   |   19:00 . Api dari Sampah, Warung di Jalan Pantura Nyaris Ludes Terbakar   |   17:00 . Problematika Penerapan Sistem Zonasi PPDB 2019   |   16:00 . Dinas PM PTSP dan Naker Tuban Cek Kesiapan Bioskop   |   15:00 . Ini Bahasan Konferensi Kepala Desa Se-Kecamatan Soko   |   14:00 . 68 PNS Pensiun, 12 CPNS Terima SK   |   13:00 . Wabup Minta Kontraktor Pemenang Tender Segera Memulai Pengerjaan JLS   |   12:00 . Anggaran Pilkada Tuban 2020 Naik Dua Kali Lipat   |   11:00 . Dua Tim BPN Turun ke Lahan Kilang Minyak   |   10:00 . KPU Siap Kirim Saksi dan Alat Bukti   |  
Thu, 20 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 10 January 2019 12:00

Kenali Kanker Nasofaring, ini Penjelasan Dinkes Tuban

Kenali Kanker Nasofaring, ini Penjelasan Dinkes Tuban

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Ustaz Arifin Ilham dikabarkan akan menjalani perawatan lanjutan di Malayasia. Sebelumnya, Ustaz Arifin Ilham dirawat di RSCM, JL Diponegoro, Jakarta Pusat.

Dilansir dari Kumparan.com, Kamis (10/1/2019), hingga kini keluarganya belum mau terbuka soal penyakit yang diidap Arifin Ilham. Namun, KH Abdullah Gimnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym sempat menyebut beliau tengah berjuang melawan kanker.

Ditulis dalam Kumparan.com, akhir tahun lalu, Arifin Ilham dalam sebuah pengajian menceritakan penyakit yang dideritanya yaitu kanker 'Nasofaring'. Lewat pengobatan selama 2,5 bulan, beliau dinyatakan sembuh dari penyakit itu.

Lalu apa pemyakit Kanker Nasofaring itu?

Hasil dari wawancara blokTuban.com dengan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Endah Nurul Komariyati hari ini, Kamis (10/1/2019) menerangkan, Kanker Nasofaring adalah kanker yang tumbuh di rongga hidung. Menurut dia, sel kanker (Ca) ini tumbuh di rongga belakang hidung atau di langit-langit rongga mulut.

"Penyebabnya adalah kita mengonsumsi zat-zat yang bersifat karsinogenik baik sengaja maupun tidak," terang alumni Magister Kesehatan Universitas Airlangga itu.

Menurut Endah, Ca ini juga bisa diturunkan secara genetik. Kebanyakan penyakit ini dijumpai pada laki-laki.

Ditegaskan wanita ramah itu, Pengobatan Ca adalah sesuai stadium berapa ditemukan. Semakin dini ditemukan, kata dia, semakin besar kemungkinan sembuh.

Menurut Endah, Ca Nasofaring bisa berakibat pada kematian. Kendati begitu, penyakit ini tetap bisa dicegah dengan pola hidup sehat.

"Pencegahannya dengan cara menghindari konsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya sepert pengawet dan pewarna berbahaya. Hindari rokok baik sebagai perokok aktif maupun perokok pasif," pungkasnya menandaskan. [rof/ito]

Tag : kanker, dinkes, tuban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more