11:00 . 82 Masjid ber-SK Belum Lapor Baznas   |   10:00 . Awas !! Gelombang Laut Utara 2,5 Meter   |   09:00 . Ini Status Pengukuran Lahan Kilang Tuban di 3 Desa¬†   |   08:00 . Ini Dia Striker Buruan Persatu   |   07:00 . Bayi Suka Menjulurkan Lidah, Normal Enggak Ya?   |   20:00 . Perdana Buka, Antrean Pengunjung Bioskop Mengular   |   19:00 . Api dari Sampah, Warung di Jalan Pantura Nyaris Ludes Terbakar   |   17:00 . Problematika Penerapan Sistem Zonasi PPDB 2019   |   16:00 . Dinas PM PTSP dan Naker Tuban Cek Kesiapan Bioskop   |   15:00 . Ini Bahasan Konferensi Kepala Desa Se-Kecamatan Soko   |   14:00 . 68 PNS Pensiun, 12 CPNS Terima SK   |   13:00 . Wabup Minta Kontraktor Pemenang Tender Segera Memulai Pengerjaan JLS   |   12:00 . Anggaran Pilkada Tuban 2020 Naik Dua Kali Lipat   |   11:00 . Dua Tim BPN Turun ke Lahan Kilang Minyak   |   10:00 . KPU Siap Kirim Saksi dan Alat Bukti   |  
Thu, 20 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 08 January 2019 18:30

Manfaat dari NGRR untuk Masyarakat Tuban

Manfaat dari NGRR untuk Masyarakat Tuban

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com – Keberadaan kilang New Grass Root Refinery (NGRR) yang diproyeksikan berdiri di beberapa desa di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, tampaknya akan segera terwujud. Bupati Tuban, Fathul Huda, menegaskan peletakan batu pertama akan dimulai di Februari 2019 bulan depan.

Informasi di atas dia dapat setelah melakukan rapat kordinasi antara Pemkab Tuban dengan Pertamina di Surabaya. Presiden Jokowi juga direncanakan akan menghadiri peletakan batu pertama kilang berkapasitas 300 ribu Barel per Hari (Bph) itu. 

Bupati dua periode itu mengaku akan pasang badan dengan keberadaan kilang NGRR di Tuban. Alasannya adalah peluang manfaat yang bisa didapat warga Tuban apabila proyek raksasa itu bisa berdiri di tengah bumi wali.

“Jadi lebih banyak manfaat apabila kilang itu berada di Tuban,” terang Fathul Huda, Selasa (8/1/2019).

Keberadaan kilang NGRR di Tuban, disebut bisa menjadi salah satu solusi penyediaan lapangan pekerjaan yang semakin menyempit. Fathul Huda menjelaskan, Tuban tidak sepenuhnya bisa mengandalkan pertanian karena antara jumlah pemilik lahan dengan petani yang ada sangat tidak seimbang.

Data yang diungkapkan Bupati Tuban kepada sejumlah media, disebutkan kalau jumlah penduduk di bumi wali sebanyak 1,3 juta jiwa. Dari total jumlah penduduk, sebanyak 70 persen, atau sekitar 900.000 orang yang bekerja sebagai petani. Lahan di Tuban hanya 120 ribu hektar dan dipunyai 200.000 orang saja, sementara sisanya (700.000 petani) hanya bekerja sebagai buruh tani.

Warga Diminta Menangkap Peluang Kerja

Bupati Tuban, Fathul Huda, meminta kepada warga agar merasa tidak dirugikan dengan dibangunnya kilang NGRR. Dia mengakui jumlah warga yang mendukung lebih banyak dibandingkan dengan yang menolak NGRR.

“Kalau mau berpikir secara matematis, semestinya tidak ada yang merasa perlu dirugikan,” kata Fathul Huda.

Dia beralasan kilang NGRR membutuhkan lahan yang sebagian besar adalah milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) seluas 364 hektar. Itupun perizinan sudah dibereskan oleh Pertamina. Dia menyediakan opsi ketika warga yang menolak tidak mau melepaskan lahan, maka akan dilakukan reklamasi laut untuk menutupi kekurangan lahan yang dibutuhkan.

Karena NGRR dipastikan berdiri di Tuban. Maka dia meminta agar warga menangkap peluang pekerjaan. Selain dengan bekerja secara langsung, juga bisa menangkap potensi-potensi perekonomian yang ada di sekitarnya. “Dari 900.000 petani hanya 200.000 petani saja yang punya lahan. Sisanya mau kerja apa,” harap Bupati.

Ketua DPRD Tuban, Miyadi, yakin jika Kilang Jenu, sebutan familier NGRR bisa berdampak pada masyarakat. Efek positifnya, perekonomoian warga akan meningkat dan berimbas pada pengentasan kemiskinan.

“Bayangkan berapa ribu orang yang bisa bekerja di sana,” jelas Miyadi.

Selain lapangan kerja, NGRR juga akan menghidupkan perekonomian warga di sekitar lokasi. Salah satunya adalah terpakainya usaha dan jasa masyarakat seperti katering, laundry, dan sejenisnya. [hud/lis]

Tag : migas, pertamina

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more