10:00 . Bucu Kendit, Upacara Adat Warga Tanggung Pasca Tanam   |   09:00 . Wow...! Lantai Lima Graha Aryo Tejo RSUD Tuban Siap Tampung Caleg Stres   |   08:00 . BPJS Ketenagakerjaan Buka Lowongan, Ini Tahapannya   |   07:00 . 6 Jenis Makanan Ini Sebaiknya Dihindari Saat Travelling Jauh   |   06:00 . Matemacinta   |   18:00 . Perumahan Semakin Meningkat, PRKP Akan Kendalikan Izinnya   |   17:00 . Catat, Besok Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Wilayah Ini   |   16:00 . 42 Kampus Ikuti Campus Festival di SMA Al Huda Tuban   |   15:00 . Besok Akan Ada Pemadaman Listrik Sekitar Kecamatan Soko   |   14:00 . Petani Jagung Sekitar Perbukitan 2 Minggu Lagi Panen Raya   |   13:00 . Trotoar Rusak, PRKP: Tunggu Giliran Untuk Diperbaiki   |   12:00 . Waspada Air Laut Pasang, Ternyata ini Faktornya   |   11:00 . BMKG Keluarkan Peringatan Dini Pasang Maksimum Air Laut   |   10:00 . DD Tahap I di Tuban Siap Dikucurkan   |   09:00 . Mengatasi Banjir, PUPR Anggarkan Rp35 Miliar untuk ini   |  
Sun, 20 January 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 04 January 2019 07:00

7 Cara Berhenti Mengeluh Agar Lebih Bahagia

7 Cara Berhenti Mengeluh Agar Lebih Bahagia

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Secara sadar maupun tidak, banyak dari kita yang sering mengeluh. Mulai dari hal terkecil seperti kemacetan, rekan-rekan kerja yang tidak maksimal dalam bekerja, kesalahan yang dilakukan anggota keluarga, dan lainnya.

Psikolog Susan Albers, PsyD mengatakan bahwa mengeluh sebetulnya seperti virus. Tidak ada yang senang berdekatan dengan orang yang gemar mengeluh.

"Penting untuk menjauhkan diri dari orang yang suka mengeluh," kata Dr. Albers seperti dilansir dari Cleveland Clinic.

Namun, menghentikan kebiasaan mengeluh tidaklah mudah. Banyak dari kita yang lahir dengan bias negatif.

"Banyak dari kita yang cenderung fokus pada hal-hal yang tidak benar dan negatif daripada memperhatikan hal-hal yang benar di sekitar kita," ujarnya.

Bagaimana denganmu, apakah mengeluh sudah menjadi kebiasaanmu? Nah, sda beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi kebiasaan mengeluh tersebut:

1. Cobalah lihat hal yang kamu keluhkan dengan perspektif luas. Apakah hal tersebut akan berpengaruh terhadap lima menit, lima bulan, atau lima tahun kehidupanmu? Cukuo besarkah hal itu untuk dikeluhkan?

2. Lihatlah lebih dalam. Apa masalah yang membuatmu mengeluh? Apakah hal itu tentang isu besar dalam hidupmu? Kamu bisa meluangkan waktu sekitar lima menit untuk mendalami keluhanmu. Nantinya kamu mungkin akan menyadari apa yang membuatmu kesal dan mengeluh itu sebenarnya tak seberapa.

3. Buatlah ini menjadi semacam permainan. Kamu bisa menggunakan benda seperti gelang karet. Setiap kali kamu menyadari dirimu mengeluh, pindahkan gelang tersebut ke sisi lain.

"Targetnya adalah 30 hari dengan gelang karet tersebut di tangan yang sama," kata Psikolog Scott Bea, PsyD.

4. Pilihlah saluran yang tepat. Bijaklah dalam memilih siapa orang yang akan kamu bagikan informasi atau keluhan. Misalnya, teman atau keluarga lewat email atau telepon. Jangan pernah mengeluh di media sosial.

5. Pastikan tujuan keluhanmu jelas sehingga kamu bisa mencari solusinya. "Kunci dari berbagi keluhan adalah agar komplain tersebut bermanfaat dan tidak sekedar mengkiritik," kata Dr. Albers.

6. Temukan sisi positif dari keluhanmu. Jika kamu mulai mengeluh, akhiri dengan hal yang positif. Sebab jika tidak, orang-orang akan melupakan pesan dari keluhanmu sepenuhnya.

7. Mulailah bersyukur. Ingatlah setiap hari tentang hal-hal yang membuatmu bersyukur, tak peduli sekecil apapun itu.

"Jika hal negatif sudah menjadi kebiasaan, menjaga diri untuk terus bersyukur bisa mulai mengubahmu menjadi pribadi yang lebih baik dan positif," kata Dr. Bea.

"Membiasakan diri bersyukur juga akan membuat kita mebjadi pribadi yang gemar bersyukur dalam hidup."

Mengubah perspektif, termasuk dalam hal mengeluh, membutuhkan kesabaran dan waktu yang tidak sebentar.

Hal ini membutuhkan ketekunan untuk belajar melepaskan hal-hal kecil.

Dengan usaha lebih, kita bisa mengalihkan perhatian tersebut untuk hal-hal yang lebih baik di sekitar kita. Dan, kita juga nantinya akan merasakan kebahagiaan muncul ke dalam hari-hari kita.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:00

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat