12:00 . Boyong Adipura, Bupati Singgung Sejumlah Toko di Jalan Nasional yang Lumutan   |   11:00 . WhatsApp BATASI PESAN FORWARD MAKSIMAL 5 KALI   |   10:00 . Adipura ke-7, Bupati Akui Persoalan Sampah di Sungai Masih Belum Selesai   |   09:00 . AMPO, PANGANAN DARI TANAH LIAT KHAS TUBAN   |   08:00 . Intip...! Hujat Lebat Masih Berpotensi Mengguyur Wilayah Tuban   |   07:00 . Manfaat Jalan Kaki Bukan Hanya untuk Kesehatan Fisik, Tapi Juga Mental   |   19:00 . Ini Faktor Pemicu Polemik Menurut Ketua Penilik Klenteng KSB Tuban   |   18:00 . Camat Plumpang Pastikan Aktivitas Tambang Pasir Tak Membahayakan   |   17:00 . Komite Sastra Tuban Bakal Gelar Bedah Buku ini...   |   16:00 . Dump Truk Terguling di Jalan Raya Jatirogo   |   15:00 . Ampo, Camilan yang Cocok Dihidangkan dengan Kopi   |   14:00 . Keluarga ini Bertahan Sampai 5 Generasi   |   13:00 . Desas-Desus Tambang Pasir Ilegal, Bagaimana Sebenarnya?   |   12:00 . Kick Off Liga 2 Dijadwalkan Bulan Mei   |   11:00 . Rabu, AHY Dijadwalkan Kunjungi Kabupaten Tuban   |  
Tue, 22 January 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 04 January 2019 08:00

2018 Kasus Meningkat, Kapolres: Tuban Darurat Narkotika

2018 Kasus Meningkat, Kapolres: Tuban Darurat Narkotika

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono mengatakan, selama tahun 2018 trend kasus narkotika di Bumi Wali sebutan lain Kabupaten Tuban mengalami peningkatan yang signifikan.

Tercatat pada tahun 2018, jumlah kasus narkotika yang ditangani oleh Sat Resnarkoba Polres Tuban ada sebanyak 52 kasus. Sedangkan di tahun 2017 hanya 19 kasus narkotika dan berhasil diselesaikan semua.

Dengan total jumlah tersangka kasus narkotika dan peredaran obat berbahaya selama tahun 2018 mencapai 91 orang. Dengan rincian ada 6 perempuan, dan 85 tersangka laki-laki.

"Kasus narkotika naik dan Tuban bisa dikatakan darurat narkotika," terang Kapolres.

Berbeda dengan narkotika, menurut Kapolres untuk peredaran obat-obat berbahaya di tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 62,5 persen dibandingkan dengan tahun 2017. Dimana tahun 2017 ada 80 kasus dan di tahun 2018 hanya 30 kasus yang ditangani.

"Obat-obatan berbahaya menurun dari 80 kasus menjadi 30 kasus," tandas Mantan Kasubdit III Ditreskrimum Polda Jateng ini.

Lebih lanjut, dia juga telah menyampaikan kepada Kasat Res Narkoba agar lebih intens menangani kasus narkotika. Disamping itu pihaknya juga mengajak kepada masyarakat agar lebih terbuka untuk memberikan informasi terkait narkotika.

"Kami akan menindak tegas pelaku yang mengedarkan narkotika," pungkasnya. [hud/rom]

Tag : narkoba, narkotika, obat-obatan berbahaya

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:00

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat