15:00 . Tersangka Penggelapan Bantuan Sapi di Tuntut 1,5 Tahun Penjara   |   14:00 . Cari Bibit Atlet, PO Cabang Tuban Gelar Kompetisi Antar Ranting   |   12:00 . Suksesi Pemilu di Tuban, KPU Gelar Konser Musik.   |   11:00 . 129 Bidang Lahan Warga Selesai Dipatok untuk Kilang Tuban   |   09:00 . Camat Hendro Pensiun, Sempat Bercita-Cita Jadi Hansip   |   08:00 . Refresing Bersama Kader Kesehatan Kecamatan Jenu   |   07:00 . Manfaat Berhubungan Intim Selama 30 Hari   |   17:00 . Belum 3 Bulan, Ada 7 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan   |   16:00 . Bulog Belum Bisa Terima Beras Dari Petani, ini Alasannya...   |   15:00 . Nuansa Klasik Santai, Ngopi Nongkrong Tanjung Sari   |   14:00 . Masyarakat Sekitar TPPI Rutin Dapat Pengobatan Gratis   |   13:00 . Kebakaran Lumat Rumah Pedagang Ikan   |   12:00 . Tak Lagi Terkelola, Begini Komen Pengunjung Sendang Maibit   |   11:00 . Tiga Warga Jenu Itu Resmi Tersangka   |   10:00 . Kaji Cepat Kebakaran, Berlanjut Gotong Royong Dirikan Rumah Korban   |  
Mon, 25 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 04 January 2019 08:00

2018 Kasus Meningkat, Kapolres: Tuban Darurat Narkotika

2018 Kasus Meningkat, Kapolres: Tuban Darurat Narkotika

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono mengatakan, selama tahun 2018 trend kasus narkotika di Bumi Wali sebutan lain Kabupaten Tuban mengalami peningkatan yang signifikan.

Tercatat pada tahun 2018, jumlah kasus narkotika yang ditangani oleh Sat Resnarkoba Polres Tuban ada sebanyak 52 kasus. Sedangkan di tahun 2017 hanya 19 kasus narkotika dan berhasil diselesaikan semua.

Dengan total jumlah tersangka kasus narkotika dan peredaran obat berbahaya selama tahun 2018 mencapai 91 orang. Dengan rincian ada 6 perempuan, dan 85 tersangka laki-laki.

"Kasus narkotika naik dan Tuban bisa dikatakan darurat narkotika," terang Kapolres.

Berbeda dengan narkotika, menurut Kapolres untuk peredaran obat-obat berbahaya di tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 62,5 persen dibandingkan dengan tahun 2017. Dimana tahun 2017 ada 80 kasus dan di tahun 2018 hanya 30 kasus yang ditangani.

"Obat-obatan berbahaya menurun dari 80 kasus menjadi 30 kasus," tandas Mantan Kasubdit III Ditreskrimum Polda Jateng ini.

Lebih lanjut, dia juga telah menyampaikan kepada Kasat Res Narkoba agar lebih intens menangani kasus narkotika. Disamping itu pihaknya juga mengajak kepada masyarakat agar lebih terbuka untuk memberikan informasi terkait narkotika.

"Kami akan menindak tegas pelaku yang mengedarkan narkotika," pungkasnya. [hud/rom]

Tag : narkoba, narkotika, obat-obatan berbahaya

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more