19:00 . Sempat Menolak, Bruntas Pradoto Terima Mandat Jadi Ketua Pepadi   |   17:00 . PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Resmikan Program CSR Bidang Pendidikan   |   16:00 . Setelah Lama Mati Suri, Hari Ini Pepadi Bangkit Kembali   |   15:00 . Sergab, Bulog Terima 70 Ton beras dari Petani   |   14:00 . Vendor Gathering, BPJS Sosialisasikan Program   |   13:00 . Bupati Fathul Huda Minta Pers Tetap Kritis   |   12:00 . Penjual Minuman Beralkohol di 3 Kecamatan Diminta Urus Ijin   |   10:00 . Duh...! Penjual Sate Simpan Arak Dalam Termos Nasi   |   09:00 . Turnamen Futsal Antar Instansi Meriahkan Puncak HPN PWI Tuban   |   08:00 . Pertamina EP Raih Best of The Best APQ Awards 2019   |   07:00 . Dua Alasan Kenapa Kita Suka Menunda-Nunda (dan Solusinya)   |   21:00 . Semen Indonesia Mulai Gelar Bimbingan Manasik Haji di Tuban   |   17:00 . Kodim 0811 Tuban Matangkan Persiapan Penutupan TMMD   |   16:00 . Hari Perdana UNBK, Siswa SMK Mengaku Grogi   |   15:00 . ULAR SANCA KEMBANG TERTANGKAP WARGA BANGILAN   |  
Wed, 27 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 03 January 2019 07:00

Resolusi Tahun Baru Sering Gagal, Apa yang Harus Dilakukan?

Resolusi Tahun Baru Sering Gagal, Apa yang Harus Dilakukan?

Reporter: -

blokTuban.com - Tahun baru identik dengan resolusi atau target-target hidup yang juga baru. Kita kerap menuliskan sederet harapannya di kertas atau media lainnya, berharap di akhir tahun nanti, banyak tanda centang yang bisa disematkan tanda keberhasilan pada deret mimpi yang pernah dibuat.

Sayangnya, masih banyak resolusi-resolusi yang pada akhirnya justru gagal dan tidak berhasil dicapai. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Dilansir dari Entrepreneur.com, CEO konsultan bisnis international Biztuition, Julie Christopher, menyebut gagalnya resolusi di sebuah tahun diakibatkan banyaknya daftar target yang dituliskan oleh seseorang.

Julie menyebut, hanya sekitar 9,2 persen orang yang berhasil mencapai resolusi tahun barunya dan mengubah gaya hidup buruknya di masa lalu.

"Kita terlalu banyak menuliskan resolusi dan tujuan. Ini melahirkan terlalu banyak harapan dan tujuan-tujuan yang tidak realistis," kata Julie.

"Akhirnya, kita berusaha mencoba banyak hal dalam satu waktu dan memaksa emosi kita untuk tetap memiliki motivasi tinggi hingga semua tercapai," tuturnya.

Lalu bagaimana seharusnya sebuah resolusi tahun baru itu disusun?

"Ubah satu kebiasaanmu yang bisa menciptakan perubahan di banyak bagian," ujar Julie.

Dengan tidak menaruh banyak daftar target, maka fokus kita menjadi lebih baik untuk mencapainya. Namun, pastikan sedikit target yang ditentukan merupakan kunci untuk mencapai target-target selanjutnya.

Bedasarkan penelitian dari University College London, perubahan membutuhkan waktu, usaha, dan kesabaran. Setidaknya 66 hari dibutuhkan untuk benar-benar bisa meninggalkan kebiasaan lama.

Sebenarnya proses mengubah kebiasaan tidak berbentuk aktivitas, namun menyuntikkan pola-pola baru ke dalam pikiran. Jika pikiran sudah tertanam konsep atau pola baru, maka kebiasaan dan tindakanmu akan mengikuti dengan sendirinya.

Untuk membuat diri Anda selalu termotivasi, jangan segan memberikan hadiah-hadiah kecil kepada diri sendiri apabila berhasil melakukan perubahan yang positif, meskipun hanya perubahan kecil.

Hal lain yang menyebabkan seseorang gagal mengantar dirinya sendiri ke tahap yang lebih tinggi adalah adanya keajegan pola yang mereka jalani. Sehingga, mereka akan mendapatkan hasil yang tidak berbeda dengan yang pernah mereka dapatkan.

"Orang-orang melakukan hal yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda, ada yang salah di sini," ujar Julie.

Terakhir, Julie membeberkan rahasia yang dilakukan oleh orang-orang sukses pada dirinya sendiri. Setidaknya terdapat 21 hal yang banyak dilakukan oleh orang-orang hingga akhirnya mereka mendapatkan kesuksesan.

Orang sukses menaati jurnal, berbicara di depan cermin, merenung, membaca, mengalahkan rasa takut, meyakini kegagalan bagian dari sukses, membaur hanya dengan orang-orang positif, mengatur intensi, berbicara dengan alam semesta.

Mereka juga bersyukur, memiliki prioritas waktu, tidak meributkan hal kecil, fokus pada hal yang dapat dikontrol, aktif mendengarkan, menikmati uang sebagai hasil dari usaha.

Selanjutnya, mereka tidak mengandalkan keberuntungan, suka bersenang-senang dan merayakan sesuatu, memaafkan diri sendiri dan orang lain, tidak pernah menyerah tapi akan berubah jika diperlukan, tidak membuat keputusan emosional, dan mendengarkan intuisinya

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more