19:00 . Sempat Menolak, Bruntas Pradoto Terima Mandat Jadi Ketua Pepadi   |   17:00 . PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Resmikan Program CSR Bidang Pendidikan   |   16:00 . Setelah Lama Mati Suri, Hari Ini Pepadi Bangkit Kembali   |   15:00 . Sergab, Bulog Terima 70 Ton beras dari Petani   |   14:00 . Vendor Gathering, BPJS Sosialisasikan Program   |   13:00 . Bupati Fathul Huda Minta Pers Tetap Kritis   |   12:00 . Penjual Minuman Beralkohol di 3 Kecamatan Diminta Urus Ijin   |   10:00 . Duh...! Penjual Sate Simpan Arak Dalam Termos Nasi   |   09:00 . Turnamen Futsal Antar Instansi Meriahkan Puncak HPN PWI Tuban   |   08:00 . Pertamina EP Raih Best of The Best APQ Awards 2019   |   07:00 . Dua Alasan Kenapa Kita Suka Menunda-Nunda (dan Solusinya)   |   21:00 . Semen Indonesia Mulai Gelar Bimbingan Manasik Haji di Tuban   |   17:00 . Kodim 0811 Tuban Matangkan Persiapan Penutupan TMMD   |   16:00 . Hari Perdana UNBK, Siswa SMK Mengaku Grogi   |   15:00 . ULAR SANCA KEMBANG TERTANGKAP WARGA BANGILAN   |  
Wed, 27 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 30 December 2018 14:00

Tambah Pundi Rupiah Lewat Daun Kelor

Tambah Pundi Rupiah Lewat Daun Kelor

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Sebagai tanaman obat-obatan, daun Kelor rupanya juga memiliki fungsi lain dalam aspek kesehatan, hingga menambah pundi rupiah para warga yang membudidayakannya.

Tanaman dengan nama lain Merunggai atau Moringa Oleifera asal suku Motingaceae tersebut, sudah banyak dijumpai hampir seluruh wilayah Kabupaten Tuban. Entah sebagai tanaman obat keluarga, sampai proses budidaya.

Di Kecamatan Soko, daun Kelor memiliki nilai harga yang cukup menjanjikan untuk dijadikan bisnis sampingan. Salah satu distributor dan pengepul daun Kelor, Hj. Siti membeberkan sedikit tentang harga jual beli daun Kelor dari warga untuk disetor ke pabrik pemrosesan obat.

"Kita biasanya beli daun Kelor ke warga dengan dua jenis ketentuan, jenis daun basah dan daun kering," ujar perempuan dari Desa Sokosari, Kecamatan Soko itu.

Dijelaskannya lagi, harga dari daun Kelor yang masih basah dibelinya dengan nominal Rp1.250 per Kilogram (Kg). Sedangkan daun Kelor kering lebih mahal lagi, yakni Rp8.000 per Kg.

"Tapi, kita juga memastikan kalau daunnya punya kualitas baik. Bukan yang rusak lho," tambahnya.

Selain itu, dia juga sudah meninjau sejumlah lokasi desa yang berpotensi tanam Kelor. Dalam hal itu, beberapa titik di perbukitan kapur Soko seperti Desa Klumpit, memiliki prospek bagus untuk sasaran kualitas.

"Sementara ini di sekitar Soko. Kalaupun nanti ada daerah lain yang punya stok banyak, kita siapkan transportasi untuk angkut. Ya, minimal 1 ton siap kita jemput dan angkut," pungkasnya kepada blokTuban.com, Minggu (30/12/2018). [feb/rom]

Tag : daun kelor

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more