15:00 . Bupati: Tugas Guru PAI Kenalkan Konsep Islam Rahmatan Lil 'Alamin   |   14:00 . Di Hari Keluarga, Sekda Tuban Ajak 3 Jam Abaikan Medsos   |   13:00 . Generasi Tuban Harus Dikenalkan Islam Ramah   |   12:00 . Musim Kemarau, Ribuan Warga Tumpengan di Sumber Mata Air Bektiharjo   |   09:00 . Polisi Ringkus Empat Pelaku Pengeroyokan di Warung Tuak Palang   |   08:00 . Hari Koperasi, Sekda: Manfaatkan Teknologi Digital   |   07:00 . Bosan Camilan dan Permen, Bingkisan Ulang Tahun Anak Ini Lebih OK   |   06:00 . Jemaah Haji Tuban Akan Dapat Menu 'Pedas Asin' di Tanah Suci   |   22:00 . Dialog Kemenag: Semua Agama Mengajarkan Kedamaian   |   21:00 . Masalah Rumah Pasutri Mentoro Diblokade Warga Sudah Beres   |   20:00 . Wabup dan Kapolres Resmikan Masjid Berusia 2 Abad   |   19:00 . Polres Tuban Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Pelajar   |   18:00 . Disdukcapil Sosialisasi Kebijakan kepada OPSi Kecamatan Soko   |   17:00 . FMM Serahkan Angkutan Limbah B3 ke Puskesmas Jenu   |   15:00 . Ini Penjelasan Kadisparbudpora Soal Batalnya Pentas Rampak Bedug   |  
Wed, 17 July 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 30 December 2018 14:00

Tambah Pundi Rupiah Lewat Daun Kelor

Tambah Pundi Rupiah Lewat Daun Kelor

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Sebagai tanaman obat-obatan, daun Kelor rupanya juga memiliki fungsi lain dalam aspek kesehatan, hingga menambah pundi rupiah para warga yang membudidayakannya.

Tanaman dengan nama lain Merunggai atau Moringa Oleifera asal suku Motingaceae tersebut, sudah banyak dijumpai hampir seluruh wilayah Kabupaten Tuban. Entah sebagai tanaman obat keluarga, sampai proses budidaya.

Di Kecamatan Soko, daun Kelor memiliki nilai harga yang cukup menjanjikan untuk dijadikan bisnis sampingan. Salah satu distributor dan pengepul daun Kelor, Hj. Siti membeberkan sedikit tentang harga jual beli daun Kelor dari warga untuk disetor ke pabrik pemrosesan obat.

"Kita biasanya beli daun Kelor ke warga dengan dua jenis ketentuan, jenis daun basah dan daun kering," ujar perempuan dari Desa Sokosari, Kecamatan Soko itu.

Dijelaskannya lagi, harga dari daun Kelor yang masih basah dibelinya dengan nominal Rp1.250 per Kilogram (Kg). Sedangkan daun Kelor kering lebih mahal lagi, yakni Rp8.000 per Kg.

"Tapi, kita juga memastikan kalau daunnya punya kualitas baik. Bukan yang rusak lho," tambahnya.

Selain itu, dia juga sudah meninjau sejumlah lokasi desa yang berpotensi tanam Kelor. Dalam hal itu, beberapa titik di perbukitan kapur Soko seperti Desa Klumpit, memiliki prospek bagus untuk sasaran kualitas.

"Sementara ini di sekitar Soko. Kalaupun nanti ada daerah lain yang punya stok banyak, kita siapkan transportasi untuk angkut. Ya, minimal 1 ton siap kita jemput dan angkut," pungkasnya kepada blokTuban.com, Minggu (30/12/2018). [feb/rom]

Tag : daun kelor

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more