09:00 . BMKG: Equinox, Fenomena Biasa, Masyarakat Dihimbau Tenang   |   08:00 . Dua Hari Lagi TMMD Ke-104 Tuban Ditutup   |   07:00 . Tips Karier: Lakukan 5 Cara Ini Agar Sukses Jadi Girl Boss   |   15:00 . Tersangka Penggelapan Bantuan Sapi di Tuntut 1,5 Tahun Penjara   |   14:00 . Cari Bibit Atlet, PO Cabang Tuban Gelar Kompetisi Antar Ranting   |   12:00 . Suksesi Pemilu di Tuban, KPU Gelar Konser Musik.   |   11:00 . 129 Bidang Lahan Warga Selesai Dipatok untuk Kilang Tuban   |   09:00 . Camat Hendro Pensiun, Sempat Bercita-Cita Jadi Hansip   |   08:00 . Refresing Bersama Kader Kesehatan Kecamatan Jenu   |   07:00 . Manfaat Berhubungan Intim Selama 30 Hari   |   17:00 . Belum 3 Bulan, Ada 7 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan   |   16:00 . Bulog Belum Bisa Terima Beras Dari Petani, ini Alasannya...   |   15:00 . Nuansa Klasik Santai, Ngopi Nongkrong Tanjung Sari   |   14:00 . Masyarakat Sekitar TPPI Rutin Dapat Pengobatan Gratis   |   13:00 . Kebakaran Lumat Rumah Pedagang Ikan   |  
Mon, 25 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 29 December 2018 12:00

Enam Tahun Terakhir, Jumlah Anak Penderita HIV/AIDS Minim

Enam Tahun Terakhir, Jumlah Anak Penderita HIV/AIDS Minim

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, dalam kurun waktu enam tahun terahkir, jumlah anak yang terkena HIV/AIDS minim.

Dari tahun 2012 hingga 2018 usia kurang dari 1 tahun yang terkena HIV/AIDS berjumlah 46 pasien,  sedangkan usia 1 samapi 14 tahun yang terkena HIV/AIDS berjumlah 14 pasien.

Hal ini menadakan jumlah perempuan yang terkena HIV/AIDS minim, karena apabila anak tersebut terkena penyebab utamanya tertular dari ibunya.

"Kurang dari 1 tahun bisa terkena, karena ibunya saat hamil sudah positif," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pencegah dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Agus Waskitho.

Selain itu Kasi P2PM menambahkan, yang masih menjadi persoalan utama hingga saat ini adalah cara pandang dan cara pikir (mindset) masyarakat terhadap pasien HIV/AIDS.

Masih banyak masyarakat yang mengucilkan, beranggapan apabila berdekatan dengan pasien langsung bisa tertular, padahal hal yang bisa membuat menual yaitu melalu cairan sperma, cairan vagina, darah dan air susu, selain itu tidak ada.

Untuk itu ia berharap kepada masyarakat, apabila di lingkungannya ada pasien HIV/AIDS jangan dikucilkan, seharusnya malah diberikan dukungan semangat, agar pasien semakin semagat menjalani kehidupannya.

"Seharusnya diberi dukungan jangan dikucilkan, karena kalau dikucilkan pasin akan setres dan semakin berdampak buruk untuk kesehatannyan,"ungkapnya. [nid/rom]

Tag : hiv aids, penyakit

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more