12:00 . Boyong Adipura, Bupati Singgung Sejumlah Toko di Jalan Nasional yang Lumutan   |   11:00 . WhatsApp BATASI PESAN FORWARD MAKSIMAL 5 KALI   |   10:00 . Adipura ke-7, Bupati Akui Persoalan Sampah di Sungai Masih Belum Selesai   |   09:00 . AMPO, PANGANAN DARI TANAH LIAT KHAS TUBAN   |   08:00 . Intip...! Hujat Lebat Masih Berpotensi Mengguyur Wilayah Tuban   |   07:00 . Manfaat Jalan Kaki Bukan Hanya untuk Kesehatan Fisik, Tapi Juga Mental   |   19:00 . Ini Faktor Pemicu Polemik Menurut Ketua Penilik Klenteng KSB Tuban   |   18:00 . Camat Plumpang Pastikan Aktivitas Tambang Pasir Tak Membahayakan   |   17:00 . Komite Sastra Tuban Bakal Gelar Bedah Buku ini...   |   16:00 . Dump Truk Terguling di Jalan Raya Jatirogo   |   15:00 . Ampo, Camilan yang Cocok Dihidangkan dengan Kopi   |   14:00 . Keluarga ini Bertahan Sampai 5 Generasi   |   13:00 . Desas-Desus Tambang Pasir Ilegal, Bagaimana Sebenarnya?   |   12:00 . Kick Off Liga 2 Dijadwalkan Bulan Mei   |   11:00 . Rabu, AHY Dijadwalkan Kunjungi Kabupaten Tuban   |  
Tue, 22 January 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 29 December 2018 12:00

Enam Tahun Terakhir, Jumlah Anak Penderita HIV/AIDS Minim

Enam Tahun Terakhir, Jumlah Anak Penderita HIV/AIDS Minim

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, dalam kurun waktu enam tahun terahkir, jumlah anak yang terkena HIV/AIDS minim.

Dari tahun 2012 hingga 2018 usia kurang dari 1 tahun yang terkena HIV/AIDS berjumlah 46 pasien,  sedangkan usia 1 samapi 14 tahun yang terkena HIV/AIDS berjumlah 14 pasien.

Hal ini menadakan jumlah perempuan yang terkena HIV/AIDS minim, karena apabila anak tersebut terkena penyebab utamanya tertular dari ibunya.

"Kurang dari 1 tahun bisa terkena, karena ibunya saat hamil sudah positif," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pencegah dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Agus Waskitho.

Selain itu Kasi P2PM menambahkan, yang masih menjadi persoalan utama hingga saat ini adalah cara pandang dan cara pikir (mindset) masyarakat terhadap pasien HIV/AIDS.

Masih banyak masyarakat yang mengucilkan, beranggapan apabila berdekatan dengan pasien langsung bisa tertular, padahal hal yang bisa membuat menual yaitu melalu cairan sperma, cairan vagina, darah dan air susu, selain itu tidak ada.

Untuk itu ia berharap kepada masyarakat, apabila di lingkungannya ada pasien HIV/AIDS jangan dikucilkan, seharusnya malah diberikan dukungan semangat, agar pasien semakin semagat menjalani kehidupannya.

"Seharusnya diberi dukungan jangan dikucilkan, karena kalau dikucilkan pasin akan setres dan semakin berdampak buruk untuk kesehatannyan,"ungkapnya. [nid/rom]

Tag : hiv aids, penyakit

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:00

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat