19:00 . Sempat Menolak, Bruntas Pradoto Terima Mandat Jadi Ketua Pepadi   |   17:00 . PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Resmikan Program CSR Bidang Pendidikan   |   16:00 . Setelah Lama Mati Suri, Hari Ini Pepadi Bangkit Kembali   |   15:00 . Sergab, Bulog Terima 70 Ton beras dari Petani   |   14:00 . Vendor Gathering, BPJS Sosialisasikan Program   |   13:00 . Bupati Fathul Huda Minta Pers Tetap Kritis   |   12:00 . Penjual Minuman Beralkohol di 3 Kecamatan Diminta Urus Ijin   |   10:00 . Duh...! Penjual Sate Simpan Arak Dalam Termos Nasi   |   09:00 . Turnamen Futsal Antar Instansi Meriahkan Puncak HPN PWI Tuban   |   08:00 . Pertamina EP Raih Best of The Best APQ Awards 2019   |   07:00 . Dua Alasan Kenapa Kita Suka Menunda-Nunda (dan Solusinya)   |   21:00 . Semen Indonesia Mulai Gelar Bimbingan Manasik Haji di Tuban   |   17:00 . Kodim 0811 Tuban Matangkan Persiapan Penutupan TMMD   |   16:00 . Hari Perdana UNBK, Siswa SMK Mengaku Grogi   |   15:00 . ULAR SANCA KEMBANG TERTANGKAP WARGA BANGILAN   |  
Wed, 27 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 28 December 2018 21:00

Penderita Kusta Menurun, Hingga September Tercatat 152 Pasien

Penderita Kusta Menurun, Hingga September Tercatat 152 Pasien

Reporter: Nidya Marfis H. 

blokTuban.com - Penyakit kusta masih menjadi permasalahan yang serius di Kabupaten Tuban. Banyak masyarakat beranggapan kusta tidak bisa disembuhkan.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, tahun ini jumlah pasien penyakit kusta mengalami penurunan. Tahun 2018 ini tercatat dari bulan Januari hingga September 152 pasien menderita kusta, angka ini jauh menurun dibandingkan tahun 2017 lalu yang mencapai 218 pasien

Kepala Seksi (Kasi) Pencegah dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Agus Waskhito menjelaskan, kusta merupakan penyakit yang disebabkan kuman dan tidak penyakit keturunan. Kusta merupakan penyakit yang menyerang saraf tepi dengan gejala awal adanya bercak putih atau kemerahan di kulit, tidak merasa gatal sehingga sering diabaikan masayarakat. Apabila tidak segera ditangani kusta dapat mengakibatkan kerusakan pada kulit, saraf dan bahkan dapat mengakibatkan kecacatan. 

Kusta terdapat dua tipe yaitu tipe kering dan basah, untuk tipe kering pengobatan sampai 6 bulan sedangkan untuk tipe basah 12 -18 bulan dan penyakit kusta bisa disembuhkan asalkan rajin meminum obatnya.

"Kusta sebenarnya penyakit yang tidak berbahaya bahkan dapat diobati, yang dikwatirkan apabila sudah parah dapat mengakibatkan kecacatan," ungkapnya. 

Banyak masyarakat yang berpikiran bawasanya apabila berdekatan atau kontak fisik dengan pasien akan langsung tertular, hal tersebut salah besar memang benar kusta penularannya melalui udara tapi tidak terjadi langsung dan butuh waktu 3-4 tahun untuk seseorang tertular kusta. 

Selain itu pihaknya berpesan kepada masyarakat apabila di lingkungannya ada yang terkena kusta jangan dikucilkan atau keluarganya yang terkena kusta jangan disembunyikan. Kebanyakan saat ini apabila keluarga ada yang terkena kusta malah disembunyikan karena dianggap aib. 

"Memang cara pandang dan cara pikir (mindset) masyarakat yang perlu diubah, apabila keluarganya terkena kusta segera suruh untuk berobat," ungkapnya. [nid/col]

 

Tag : kusta, dinkes, penyakit

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more