15:00 . Bupati: Tugas Guru PAI Kenalkan Konsep Islam Rahmatan Lil 'Alamin   |   14:00 . Di Hari Keluarga, Sekda Tuban Ajak 3 Jam Abaikan Medsos   |   13:00 . Generasi Tuban Harus Dikenalkan Islam Ramah   |   12:00 . Musim Kemarau, Ribuan Warga Tumpengan di Sumber Mata Air Bektiharjo   |   09:00 . Polisi Ringkus Empat Pelaku Pengeroyokan di Warung Tuak Palang   |   08:00 . Hari Koperasi, Sekda: Manfaatkan Teknologi Digital   |   07:00 . Bosan Camilan dan Permen, Bingkisan Ulang Tahun Anak Ini Lebih OK   |   06:00 . Jemaah Haji Tuban Akan Dapat Menu 'Pedas Asin' di Tanah Suci   |   22:00 . Dialog Kemenag: Semua Agama Mengajarkan Kedamaian   |   21:00 . Masalah Rumah Pasutri Mentoro Diblokade Warga Sudah Beres   |   20:00 . Wabup dan Kapolres Resmikan Masjid Berusia 2 Abad   |   19:00 . Polres Tuban Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Pelajar   |   18:00 . Disdukcapil Sosialisasi Kebijakan kepada OPSi Kecamatan Soko   |   17:00 . FMM Serahkan Angkutan Limbah B3 ke Puskesmas Jenu   |   15:00 . Ini Penjelasan Kadisparbudpora Soal Batalnya Pentas Rampak Bedug   |  
Wed, 17 July 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 28 December 2018 21:00

Penderita Kusta Menurun, Hingga September Tercatat 152 Pasien

Penderita Kusta Menurun, Hingga September Tercatat 152 Pasien

Reporter: Nidya Marfis H. 

blokTuban.com - Penyakit kusta masih menjadi permasalahan yang serius di Kabupaten Tuban. Banyak masyarakat beranggapan kusta tidak bisa disembuhkan.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, tahun ini jumlah pasien penyakit kusta mengalami penurunan. Tahun 2018 ini tercatat dari bulan Januari hingga September 152 pasien menderita kusta, angka ini jauh menurun dibandingkan tahun 2017 lalu yang mencapai 218 pasien

Kepala Seksi (Kasi) Pencegah dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Agus Waskhito menjelaskan, kusta merupakan penyakit yang disebabkan kuman dan tidak penyakit keturunan. Kusta merupakan penyakit yang menyerang saraf tepi dengan gejala awal adanya bercak putih atau kemerahan di kulit, tidak merasa gatal sehingga sering diabaikan masayarakat. Apabila tidak segera ditangani kusta dapat mengakibatkan kerusakan pada kulit, saraf dan bahkan dapat mengakibatkan kecacatan. 

Kusta terdapat dua tipe yaitu tipe kering dan basah, untuk tipe kering pengobatan sampai 6 bulan sedangkan untuk tipe basah 12 -18 bulan dan penyakit kusta bisa disembuhkan asalkan rajin meminum obatnya.

"Kusta sebenarnya penyakit yang tidak berbahaya bahkan dapat diobati, yang dikwatirkan apabila sudah parah dapat mengakibatkan kecacatan," ungkapnya. 

Banyak masyarakat yang berpikiran bawasanya apabila berdekatan atau kontak fisik dengan pasien akan langsung tertular, hal tersebut salah besar memang benar kusta penularannya melalui udara tapi tidak terjadi langsung dan butuh waktu 3-4 tahun untuk seseorang tertular kusta. 

Selain itu pihaknya berpesan kepada masyarakat apabila di lingkungannya ada yang terkena kusta jangan dikucilkan atau keluarganya yang terkena kusta jangan disembunyikan. Kebanyakan saat ini apabila keluarga ada yang terkena kusta malah disembunyikan karena dianggap aib. 

"Memang cara pandang dan cara pikir (mindset) masyarakat yang perlu diubah, apabila keluarganya terkena kusta segera suruh untuk berobat," ungkapnya. [nid/col]

 

Tag : kusta, dinkes, penyakit

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more