19:00 . Sempat Menolak, Bruntas Pradoto Terima Mandat Jadi Ketua Pepadi   |   17:00 . PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Resmikan Program CSR Bidang Pendidikan   |   16:00 . Setelah Lama Mati Suri, Hari Ini Pepadi Bangkit Kembali   |   15:00 . Sergab, Bulog Terima 70 Ton beras dari Petani   |   14:00 . Vendor Gathering, BPJS Sosialisasikan Program   |   13:00 . Bupati Fathul Huda Minta Pers Tetap Kritis   |   12:00 . Penjual Minuman Beralkohol di 3 Kecamatan Diminta Urus Ijin   |   10:00 . Duh...! Penjual Sate Simpan Arak Dalam Termos Nasi   |   09:00 . Turnamen Futsal Antar Instansi Meriahkan Puncak HPN PWI Tuban   |   08:00 . Pertamina EP Raih Best of The Best APQ Awards 2019   |   07:00 . Dua Alasan Kenapa Kita Suka Menunda-Nunda (dan Solusinya)   |   21:00 . Semen Indonesia Mulai Gelar Bimbingan Manasik Haji di Tuban   |   17:00 . Kodim 0811 Tuban Matangkan Persiapan Penutupan TMMD   |   16:00 . Hari Perdana UNBK, Siswa SMK Mengaku Grogi   |   15:00 . ULAR SANCA KEMBANG TERTANGKAP WARGA BANGILAN   |  
Wed, 27 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 28 December 2018 14:00

Kera Lepas, Rusak Barang di Rumah Warga

Kera Lepas, Rusak Barang di Rumah Warga

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Kera berekor panjang milik salah satu warga di Kelurahan Perbon, Jumat (28/12/2018) lepas. Akibatnya, barang milik sejumlah warga yang berada di kawasan Jalan Jambu, Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban rusak.

Salah satu warga Kelurahan Perbon, Emi mengaku resah dengan keberadaan kera berekor panjang milik salah satu warga yang lepas tersebut. Menurutnya, kera itu sudah terlihat lepas sejak bulan September yang lalu, dan sudah merusak sejumlah barang milik warga.

"Sudah sejak bulan September lalu kera itu mulai terlihat di pagar rumah saya dan rumah tetangga," terang Emi kepada blokTuban.com.

Emi juga mengaku khawatir dengan keberadaan kera itu, lantaran beberapa hari yang lalu juga sempat merusak lampu kaca yang berada di rumahnya dan antena parabola milik tetangganya. "Khawatir dengan adanya kera itu, terlebih di sini juga banyak anak-anak kecil," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludiono menyampaikan sudah sejak bulan September lalu menerima laporan dari warga terkait keberadaan kera yang meresahkan ini.

"Kali ini kita coba menggiring dan mendekati binatang ini, dengan begitu kita bisa melakukan tindakan yang tepat," terang joko.

Menurutnya, dari beberapa kali laporan yang doterima BPBD Kabupaten Tuban, kera itu telah merusak fasilitas rumah tangga seperti antena parabola, kaca dan geteng rumah. "Sehigga warga melaporkan kepada kami karena resah," tandasnya.

Informasi dari BPBD setempat, kera berekor panjang ini merupakan milik salah satu warga yang diduga lepas dari kandangnya, sehingga kera itu datang ke rumah-rumah warga untuk mencari makan. [hud/rom]

Tag : kera, hewan kera, kera ekor panjang

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more