4 Trik Menjawab Pertanyaan "Mengapa Masih Jomblo?"

Reporter: -

blokTuban.com - Pertanyaan basa-basi seperti "mengapa masih jomblo" atau "kapan menikah" memang sulit dijawab dan tentunya bikin kesal.

Terutama jika yang mengajukannya adalah kerabat dekat dan usia kita sudah memasuki usia krusial untuk menikah.

Jangan sampai kegembiraanmu saat kumpul keluarga jadi berkurang hanya gara-gara pertanyaan tersebut.

Berikut empat trik menjawab pertanyaan tentang hubungan dari orang-orang terdekat.

1. Tanya balik

Jika ada yang bertanya terlalu "menyerang", kamu bisa balik bertanya kepada orang tersebut. Jika kamu merasa pertanyaan "kenapa masih jomblo" terlalu ofensif dan kasar bagimu, kamu bisa membalikannya.

Konsultan pasangan dan penulis Blueprint for a Lasting Marriage: How to Create Your Happily Ever After With More Intention, Less Work, Lesli Doares mengatakan, orang-orang yang terlalu ingin tahu memang ada di sekitar mereka.

Namun, hanya karena mereka ingin tahu, kita tidak wajib menjawabnya dengan informasi yang mereka butuhkan.

Kebanyakan orang akan memberi jawaban. Namun, jika kamu meyakini bahwa orang bertanya padamu hanya untuk membuatmu kesal, maka kamu bisa membalasnya.

Pimpinan pelatihan komunikasi dan penulis buku Speak From Within: Engage, Inspire, and Motivate Any Audience, Izolda menyarankan untuk mengajukan balik sebuah pertanyaan.

Misalnya, "mengapa status saya ini penting untukmu?" atau pertanyaan lain yang berawalan "bagaimana" dan "apa" sehingga mereka perlu berpikir untuk menjawabnya.

Namun, kamu tak perlu menggiring percakapan tersebut hingga beraroma konflik. Buatlah percakapan tersebut tetap ringan dan menyenangkan.

2. Membelokkan

Ketika kamu tidak mau membicarakan sesuatu, maka jangan dilakukan. Banyak orang memiliki kecerdasan emosional yang cukup untuk berhenti membahas sesuatu yang tidak diinginkannya meski ditanyakan oleh orang lain.

Caranya adalah membalikkan percakapan atau keluar dari topik tersebut.

Psikoterapis dan penulis It Ends With You: Grow Up and Out of Dysfunction, Tina B. Tessina, Ph.D., LMFT menyarankan untuk tidak merespons pertanyaan tersebut.

"Cukup pandangi orang yang bertanya padamu dan diam," kata Tessina.

Diamlah untuk beberapa saat lalu bicarakanlah topik lain atau jika kamu sangat terganggu, pergilah dan bicara dengan orang lain saja.

Namun, Doares lebih menyarankan cara sopan untuk mengganti topik pembicaraan. Pilihlah topik yang ingin kamu bicarakan.

3.Jujur

Opsi ini mungkin tidak akan banyak disukai, namun bukan berarti tidak baik. Bicara tentang hal yang membuat kita tidak nyaman seringkali mengerikan, tapi bukan juga akhir dari dunia.

Jika kamu tidak punya alasan untuk mencurigai motif negatif di balik pertanyaan itu, kamu bisa menjawabnya secara jujur.

"Kamu bisa memberikan jawaban jujur. Seperti kamu sudah pernah berkencan tapi belum menemukan yang cocok dan bisa berkomitmen, atau kencan bukan prioritas saat ini karena kamu lebih fokus pada karir dan lainnya," kata Devoreaux Walton, konsultan kepribadian.

Melontarkan candaan pada situasi seperti itu juga bisa mengubah percakapan yang kaku menjadi lebih cair. Jangan lupa menyesuaikan dengan karakter orang yang kamu ajak bicara.

4. Membicarakannya secara pribadi

Pertanyaan-pertanyaan pribadi seringkali membuat tidak nyaman jika dibicarakan dalam konteks kelompok besar. Tapi, kamu mungkin bisa membicarakannya secara pribadi.

Terapis hubungan Joe-El Caraballo menyebutkan, motif keluarga atau kerabat menanyakan pertanyaan soal status hubungan mungkin tidak jelas.

Tapi, cobalah bersabar dan berbicaralah dengan orang tersebut secara privat, terutama jika kita percaya pada maksud baik orang tersebut. Suatu hal menarik mungkin akan muncul dan kamu mungkin saja mendapatkan solusi atas masalah yang kamu hadapi.

Kamu bisa saja bicara seperti: "jangan bicarakan ini sekarang di depan orang-orang. Nanti akan aku bicarakan dan kita bisa ngobrol pribadi saja."

Cara ini membuat orang yang bertanya padamu merasa memiliki hak untuk tahu, namun kamu juga punya hak untuk tidak membahasnya saat itu.

Apapun yang kamu lakukan, cobalah untuk tidak menjadi pribadi yang menyebalkan. Sebab, bisa saja keluarga atau temanmu itu ingin menawarkan solusi yang membantumu.

"Tapi, jangan juga menjelaskan lebih daripada yang kamu merasa nyaman untuk bagikan. Kamu selalu punya hak untuk membuat batasan pribadi," kata terapis dan Direktur Baltimore Therapy Center, Raffi Bilek, LCSW-C.

*Sumber: kompas.com