07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   19:00 . Pertamina Pastikan Layanan Solar di Jawa Timur Tersedia   |   18:00 . Pajak Bertongklek dan Festival Mural Ramaikan Hari Oeang   |   17:00 . Pengisian BBM Jenis Solar di SPBU Tuban Lancar   |   16:00 . Terjatuh di Kedalaman 40 Meter, Pekerja Tambang Batu Kumbung Meninggal Dunia   |   14:00 . Tuban Bersepeda Ramaikan HJT ke-726   |   13:00 . Seorang PNS di Tuban Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Kamar   |   12:00 . Gerindra Tak Ingin Masyarakat Tuban Beli Kucing Dalam Karung   |   11:00 . Tuban Unjuk Karya 2019, Upaya Rekatkan Pemuda Kreatif Tuban   |   09:00 . 40 Ton Olahan Laut Tuban Diekspor ke Jepang   |   08:00 . Akhir Tahun, PRKP Siapkan Rp850 Juta untuk Taman Edukasi Baru   |   07:00 . Sejarah di Balik Tradisi Bertekuk Lutut saat Melamar Kekasih   |   15:00 . Mengintip Keseruan Kunjungan Istri Karyawan di Kilang TPPI   |   14:00 . TPPI Distribusikan 200 ribu Liter Air di Wilayah Kekeringan   |   13:00 . Tambah Pundi Uang, Cari Kerang di Pantai Cemara   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 27 December 2018 07:00

Terjadi Tsunami Saat Berlibur, Apa yang Harus Dilakukan?

Terjadi Tsunami Saat Berlibur, Apa yang Harus Dilakukan?

Reporter: -

blokTuban.com - Bencana tsunami di Banten dan Lampung, Sabtu (22/12/2018) meninggalkan duka mendalam karena menelan ratusan korban jiwa dan luka-luka.

Gelombang besar pada tsunami tersebut cukup mengejutkan karena tanpa diawali gempa bumi.

Daerah dengan korban terbanyak adalah Tanjung Lesung, salah satu kawasan wisata unggulan atau '10 Bali Baru' yang dipromosikan Kementerian Pariwisata.

Pada saat kejadian, banyak wisatawan yang menjadi korban, termasuk juga di kawasan pantai seperti Carita dan Anyer.

Pakar bencana Dr. Samantha Montano pada laman Forbes menyebutkan bahwa turis dan orang-orang yang bukan warga lokal adalah yang paling rentan pada situasi bencana seperti itu.

Sebab, mereka tidak familiar dengan situasi dan kondisi sekitar serta bagaimana menginterpretasikan peringatan bencana di daerah tersebut.

"Mereka juga cenderung tidak tahu apa hal yang perlu dilakukan ketika bencana tiba," kata Montano beberapa waktu lalu.

Para geofisikawan menyebutkan, ketika berada di daerah yang tidak familiar saat bencana tiba, dengarkanlah saran dari orang-orang di sana. Hal ini bisa diaplikasikan dimana pun kita berada.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan ketika tsunami terjadi saat kita sedang berlibur:

- Usahakan pergi ke tempat yang lebih tinggi dari permukaan dan sejauh mungkin dari lokasi. Jika kita bisa melihat gelombang tsunami artinya jarak kita sudah terlalu dekat dan sangat tidak aman.

- Jika berada di dalam mobil dan dekat dengan pantai, keluarlah dan lari ke tempat tinggi. Berada di dalam mobil tidak aman karena pintu mobil susah dibuka akibat tekanan air yang besar. Air juga bisa masuk ke dalam mobil dan membuat kita tenggelam.

- Jika berada di atas kapal, menghadaplah ke arah gelombang dan mengarah ke laut. Sebab ketika kita berada di laut, tsunami akan lebih jinak. Gerakan ombak akan lebih cenderung horizontal. Bergerak ke kiri dan kanan namun tidak dominan vertikal. Gelombang akan lebih ganas ketika tiba di daratan. Artinya, berada di laut akan cenderung lebih aman. Kerusakan baru akan terjadi jika kapal menabrak permukaan pantai.

- Ketika tsunami berakhir, kita mungkin akan berada pada situasi porak poranda dan banjir. Jauhi infrastruktur yang rusak, terutama listrik karena akan berbahaya jika tergenang air.

- Koneksi telepon juga mungkin saja terganggu. Jadi, pastikan kamu hanya menggunakannya pada kondisi darurat. Jangan kembali ke zona bahaya kecuali pemerintah setempat sudah menyebutnya aman.

Antisipasi adalah kunci

Reaksi kita ketika terjadi bencana bisa jadi tidak maksimal. Oleh karena itu, persiapan atau antisipasi adalah kunci.

Ketika hendak bepergian, carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang daerah yang akan dikunjungi. Apakah daerah tersebut rawan bencana tertentu atau tidak.

Jika iya, persiapkan segala hal yang akan membantumu jika bencana terjadi. Misalnya, ketahuilah rute evakuasi dan pahami gejala alam yang mungkin terjadi sebelum bencana tiba.

Ketika bepergian bersama keluarga, buatlah kesepakatan titik bertemu jika kita dan anggota keluargamu terpencar.

Ketika tsunami diawali dengan gempa bumi, pahamilah kemungkinan adanya gempa susulan. Gempa susulan tersebut bisa lebih lemah maupun kuat.

Idealnya, siapkan kantong peralatan yang berisi obat-obatan, pencahayaan atau korek api, baterao cadangan, selimut atau kantong tidur, tisu, masker wajah, hingga air minum.

Cara ini bisa membantu kita untuk menyelamatkan diri jika bencana terjadi dan sudah dilakukan oleh banyak pihak dalam skala global.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more