11:00 . 82 Masjid ber-SK Belum Lapor Baznas   |   10:00 . Awas !! Gelombang Laut Utara 2,5 Meter   |   09:00 . Ini Status Pengukuran Lahan Kilang Tuban di 3 Desa¬†   |   08:00 . Ini Dia Striker Buruan Persatu   |   07:00 . Bayi Suka Menjulurkan Lidah, Normal Enggak Ya?   |   20:00 . Perdana Buka, Antrean Pengunjung Bioskop Mengular   |   19:00 . Api dari Sampah, Warung di Jalan Pantura Nyaris Ludes Terbakar   |   17:00 . Problematika Penerapan Sistem Zonasi PPDB 2019   |   16:00 . Dinas PM PTSP dan Naker Tuban Cek Kesiapan Bioskop   |   15:00 . Ini Bahasan Konferensi Kepala Desa Se-Kecamatan Soko   |   14:00 . 68 PNS Pensiun, 12 CPNS Terima SK   |   13:00 . Wabup Minta Kontraktor Pemenang Tender Segera Memulai Pengerjaan JLS   |   12:00 . Anggaran Pilkada Tuban 2020 Naik Dua Kali Lipat   |   11:00 . Dua Tim BPN Turun ke Lahan Kilang Minyak   |   10:00 . KPU Siap Kirim Saksi dan Alat Bukti   |  
Thu, 20 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 23 December 2018 14:00

Polsek Soko Amankan Pendekar Selisih Paham

Polsek Soko Amankan Pendekar Selisih Paham

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Agenda tes kenaikan tingkat, perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang digelar di sekitar Desa Kenongosari, Kecamatan Soko mendapat pengamanan ekstra dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Soko.

Pasalnya, acara kenaikan sabuk jambon ke sabuk hijau yang dilaksanakan pada Minggu (23/12/2018) sekira pukul 08.00 pagi tadi sempat dirundung perselisihan sesama pendekar berlambang hati tersebut. 

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Soko, AKP Yudi Hermawan dalam hal itu menerangkan,perselisihan dipicu masalah sepele yang seharusnya bisa dibicarakan baik-baik.

"Hanya selisih paham saja. Antara pihak Mas Toyib dan Mas Lamidi, yang perlu koordinasi lebih terkait ujian tes sabuk," terang Kapolsek Soko. 

Kapolsek juga menambahkan, kubu yang dipegang Toyib selaku Ketua Cabang PSHT Tuban yang baru menganut versi Jakarta, sedangkan pihak Lamidi yang merupakan pendahulu Ketua Cabang PSHT Tuban menganut versi Pusat Madiun (PM). Sebab perbedaan selisih paham, pihak versi PM berniat melarang tes kenaikan tingkat yang dipimpin oleh Toyib dengan jumlah anggota dan warga yang berjumlah sekitar 100 orang itu.

Pihak penyelenggara ujian kenakan tingkat atau sabuk tersebut, sebelumnya juga telah melakukan pemberitahuan kepada Polsek Soko. Oleh sebab itu, masa dari kubu Lamidi yang datang dengan jumlah lebih besar dari keanggotaan kubu Toyib, bisa langsung diamankan oleh polisi.

"Kedua belah pihak saat ini sudah diamankan. Kita juga sempat mengantar masa Mas Toyib ke Rengel untuk menciptakan kondisi yang lebih aman. Mereka juga sudah saling mengakui, dan saling menerima," jelasnya.

Dari hal itu, pihak Polsek Soko berpesan agar semua anggota perguruan silat PSHT tetap menjaga keutuhan dan keamanan yang ada.

"Saudara-saudara PSHT, agar tetap menjaga keutuhan. Jangan sampai terprovokasi, dan tetap menjaga keamanan sosial supaya aman dan tenteram," pungkasnya mengimbau. [feb/col] 

Tag : psht, pendekar

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more