15:00 . Tersangka Penggelapan Bantuan Sapi di Tuntut 1,5 Tahun Penjara   |   14:00 . Cari Bibit Atlet, PO Cabang Tuban Gelar Kompetisi Antar Ranting   |   12:00 . Suksesi Pemilu di Tuban, KPU Gelar Konser Musik.   |   11:00 . 129 Bidang Lahan Warga Selesai Dipatok untuk Kilang Tuban   |   09:00 . Camat Hendro Pensiun, Sempat Bercita-Cita Jadi Hansip   |   08:00 . Refresing Bersama Kader Kesehatan Kecamatan Jenu   |   07:00 . Manfaat Berhubungan Intim Selama 30 Hari   |   17:00 . Belum 3 Bulan, Ada 7 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan   |   16:00 . Bulog Belum Bisa Terima Beras Dari Petani, ini Alasannya...   |   15:00 . Nuansa Klasik Santai, Ngopi Nongkrong Tanjung Sari   |   14:00 . Masyarakat Sekitar TPPI Rutin Dapat Pengobatan Gratis   |   13:00 . Kebakaran Lumat Rumah Pedagang Ikan   |   12:00 . Tak Lagi Terkelola, Begini Komen Pengunjung Sendang Maibit   |   11:00 . Tiga Warga Jenu Itu Resmi Tersangka   |   10:00 . Kaji Cepat Kebakaran, Berlanjut Gotong Royong Dirikan Rumah Korban   |  
Mon, 25 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 23 December 2018 14:00

Polsek Soko Amankan Pendekar Selisih Paham

Polsek Soko Amankan Pendekar Selisih Paham

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Agenda tes kenaikan tingkat, perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang digelar di sekitar Desa Kenongosari, Kecamatan Soko mendapat pengamanan ekstra dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Soko.

Pasalnya, acara kenaikan sabuk jambon ke sabuk hijau yang dilaksanakan pada Minggu (23/12/2018) sekira pukul 08.00 pagi tadi sempat dirundung perselisihan sesama pendekar berlambang hati tersebut. 

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Soko, AKP Yudi Hermawan dalam hal itu menerangkan,perselisihan dipicu masalah sepele yang seharusnya bisa dibicarakan baik-baik.

"Hanya selisih paham saja. Antara pihak Mas Toyib dan Mas Lamidi, yang perlu koordinasi lebih terkait ujian tes sabuk," terang Kapolsek Soko. 

Kapolsek juga menambahkan, kubu yang dipegang Toyib selaku Ketua Cabang PSHT Tuban yang baru menganut versi Jakarta, sedangkan pihak Lamidi yang merupakan pendahulu Ketua Cabang PSHT Tuban menganut versi Pusat Madiun (PM). Sebab perbedaan selisih paham, pihak versi PM berniat melarang tes kenaikan tingkat yang dipimpin oleh Toyib dengan jumlah anggota dan warga yang berjumlah sekitar 100 orang itu.

Pihak penyelenggara ujian kenakan tingkat atau sabuk tersebut, sebelumnya juga telah melakukan pemberitahuan kepada Polsek Soko. Oleh sebab itu, masa dari kubu Lamidi yang datang dengan jumlah lebih besar dari keanggotaan kubu Toyib, bisa langsung diamankan oleh polisi.

"Kedua belah pihak saat ini sudah diamankan. Kita juga sempat mengantar masa Mas Toyib ke Rengel untuk menciptakan kondisi yang lebih aman. Mereka juga sudah saling mengakui, dan saling menerima," jelasnya.

Dari hal itu, pihak Polsek Soko berpesan agar semua anggota perguruan silat PSHT tetap menjaga keutuhan dan keamanan yang ada.

"Saudara-saudara PSHT, agar tetap menjaga keutuhan. Jangan sampai terprovokasi, dan tetap menjaga keamanan sosial supaya aman dan tenteram," pungkasnya mengimbau. [feb/col] 

Tag : psht, pendekar

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more