15:00 . Tersangka Penggelapan Bantuan Sapi di Tuntut 1,5 Tahun Penjara   |   14:00 . Cari Bibit Atlet, PO Cabang Tuban Gelar Kompetisi Antar Ranting   |   12:00 . Suksesi Pemilu di Tuban, KPU Gelar Konser Musik.   |   11:00 . 129 Bidang Lahan Warga Selesai Dipatok untuk Kilang Tuban   |   09:00 . Camat Hendro Pensiun, Sempat Bercita-Cita Jadi Hansip   |   08:00 . Refresing Bersama Kader Kesehatan Kecamatan Jenu   |   07:00 . Manfaat Berhubungan Intim Selama 30 Hari   |   17:00 . Belum 3 Bulan, Ada 7 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan   |   16:00 . Bulog Belum Bisa Terima Beras Dari Petani, ini Alasannya...   |   15:00 . Nuansa Klasik Santai, Ngopi Nongkrong Tanjung Sari   |   14:00 . Masyarakat Sekitar TPPI Rutin Dapat Pengobatan Gratis   |   13:00 . Kebakaran Lumat Rumah Pedagang Ikan   |   12:00 . Tak Lagi Terkelola, Begini Komen Pengunjung Sendang Maibit   |   11:00 . Tiga Warga Jenu Itu Resmi Tersangka   |   10:00 . Kaji Cepat Kebakaran, Berlanjut Gotong Royong Dirikan Rumah Korban   |  
Mon, 25 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 12 December 2018 12:00

15 Nelayan Keracunan Bau Busuk Ikan Pirek, Dua Meninggal

15 Nelayan Keracunan Bau Busuk Ikan Pirek, Dua Meninggal

Reporter: Khoirul Huda
 
blokTuban.com - Sebanyak 15 Anak Buah Kapal (ABK) KM Bunga Mekar milik warga  Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan diduga keracunan bau busuk Ikan Pirek, Selasa (11/12/2018) malam.
 
Kejadian itu mengakibatkan dua nelayan meninggal dunia dan tiga nelayan dirawat di RSUD Dr. Koesma Tuban. Sementara yang lainya pingsan dan langsung sadar usai disiram air saat masih berada di kapal.
 
Informasi yang dihimpun blokTuban.com, kedua korban meninggal diketahui, bernama Andik Dwi Saputra alias Ambon (20) dan Kashuri (39) keduanya nelayan asal Desa Blimbing, Kecamatan Paciran.
 
Sementara ketiga korban yang masih di rawat di RSUD dr. Koesma Tuban bernama Agung Setiawan (19), Sutikno (45) dan Ansori (33) ketiganya merupakan nelayan asal Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
 
Menurut keterangan salah satu korban selamat Barok (42), kejadian itu terjadi saat KM Bunga Mekar yang terdiri dari 16 ABK itu hendak bersandar usai melaut selama kurang lebih dua minggu.
 
Kemudian salah satu nelayan, Andik Dwi Saputra membuka box ikan Pirik hasil dari melaut selama 14 hari itu, setelah dibuka nelayan tersebut langsung pingsan, lalu nelayan yang lain hendak menolong kemudian ikut pingsan juga.
 
"Awalnya yang membuka box ikan Pirik itu Andik alias Ambon, karena baunya sangat menyengat dia kemudian pingsan. Lalu hendak ditolong, temannya juga ikut pingsan dan begitu seterusnya," terang Barok saat berada di RSUD dr. Koesma Tuban, Rabu (12/12/2018).
 
Warga Paciran itu menambahkan, dari kejadian itu sebanyak 15 ABK yang berada di kapal itu ikut keracunan bau busuk ikan Pirek. Namun dua diantaranya meninggal dunia dan tiga yang lainya di rujuk di RSUD dr. Koesma Tuban.
 
"Satu korban meninggal di lokasi, satu lagi meninggal di Arsi Paciran, sedangkan tiga dirujuk di RSUD dr. Koesma Tuban," imbuhnya.
 
Sementara itu, salah satu korban yang dirujuk di RSUD dr. Koesma Tuban, Agung Setiawan saat ini kondisinya sudah sadar dan semakin membaik, namun dia masih merasakan mual-mual. "Masih merasa mual mas," pungkas Agung.[hud/ito]

Tag : keracunan, bau, busuk, ikan, pirek, paciran

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more