10:00 . Warga Jenu Minta Polres Bebaskan Tiga Perusak Patok Tanah   |   07:00 . Jangan Sembarang Pilih, ini Risiko Pakai Kacamata Hitam Murah   |   16:00 . Pelebaran Jalan, Jalur Ini Sering Macet   |   15:00 . Patroli Gabungan Pasca Pemilu, Petugas Sisir Jalan Nasional   |   09:00 . Lebaran Kurang 10 Hari, Harga Sapi di Pasar Hewan Tuban Anjlok   |   07:00 . Teh Manis Buat Buka Puasa, Sehat Nggak Sih?   |   20:00 . Jelang Hari Raya Komisi VI DPR RI Sidak Pasar Baru Tuban   |   19:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   18:00 . PSHT Rayon Jetak Bagi Takjil dan Santuni Anak Yatim   |   17:00 . Macam Macam Sedekah   |   14:00 . Siang Ini WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dinkes Siapkan 4 Posko Kesehatan di Jalur Pantura   |   12:00 . Jelang Mudik Lebaran, Ratusan Pengemudi Angkutan Umum Dites Urine   |   10:00 . Mengintip Besar Kecilnya THR PNS Tuban   |   09:00 . 4 Fakta Menarik Seputar Musim Kemarau di Tuban   |  
Mon, 27 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 07 December 2018 13:00

Sempat Banjir Bandang, Begini Himbauan Sekber Relawan Plupang

Sempat Banjir Bandang, Begini Himbauan Sekber Relawan Plupang

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - ‎Banjir bandang atau sering disebut dengan air bah merupakan peristiwa banjir skala besar yang datang secara mendadak sehingga meluap, mengenang, hingga membawa serta material benda. Hal tersebut terjadi karena hujan terus menerus, dan berdampak pada permukaan lebih rendah di sekitar wilayah perbukitan.

Di Kabupaten Tuban sendiri, peristiwa itu juga sempat terjadi, yakni di wilayah Kecamatan Plumpang. Hal itu diungkapkan oleh koordinator Sekretariat Bersama (Sekber) Relawan Kecamatan Plumpang.

"Pernah dulu kena dampak bandang, Desa Morosemo, Sumberagung, dan Kesamben," terang Slamet Sugianto selaku Koordiator Sekber Relawan Kecamatan Plumpang.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi pada pertengahan musim hujan tahun lalu itu disebabkan oleh dua kemungkinan besar. Gundulnya hutan, dan intensitas hujan yang tinggi secara terus menerus.

"Untungnya lagi waktu itu hanya air saja, gak sampai bawa material benda," tambahnya.

Dari hal itu, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat umum khususnya warga yang tinggal dekat wilayah ‎perbukitan, agar tak melakukan perilaku yang mengurangi kadar fungsi hutan perbukitan. Selain itu, upaya reboisasi juga harus digalakkan supaya suplai cadangan air bisa diserap oleh pohon, tak sampai terjadi musibah badang.

"Jaga lingkungan, tanam pohon, dan menghindari penebangan hutan. Harapan kita di musim hujan ini, tak ada bencana alam yang berdampak fatal," pungkasnya kepada blokTuban.com, Jumat (7/12/2018). [feb/rom]

Tag : hujan, banjir bandang

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more