09:00 . PT IKSG Kembali Didemo, Ini Sebabnya...   |   08:00 . Polisi Ungkap Korban Kecelakaan Maut di Jatirogo   |   07:00 . 5 Cara Menghilangkan "Holiday Blues", Rasa Sedih Saat Liburan   |   00:00 . Truk Rokok Hantam L 300, Dua Orang Meninggal Dunia   |   21:00 . Sinergi Antar Field, Sahabat Pertamina Kunjungi Cepu Field   |   20:00 . Peralihan Musim, DPP Tuban Minta Peternak Waspadai Penyakit BEF Pada Sapi   |   19:00 . Ditarget Usai Tahun Ini, Pekerja Proyek Drainase Lembur   |   18:00 . Dana Belum Cair, TPT Desa Ini Tetap Digarap   |   17:00 . Enthung Jati Punya Kandungan Protein Tinggi   |   16:00 . Terduga Pelaku Warga Socorejo, Kades: Kami Dampingi Proses Hukum   |   15:00 . Pemuda Asal Grabagan Meninggal Dunia di Gresik, Ini Kronologinya   |   13:37 . Prodi Ilmu Komunikasi Unirow Terakreditasi B   |   13:00 . Pembangunan Stadion Bumi Wali Molor   |   12:00 . Berburu Entung Jati   |   11:00 . Puluhan Warga Semanding Buru 'Enthung' Untuk Dimasak   |  
Tue, 11 December 2018
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 04 December 2018 07:00

Pembesaran Payudara dengan Implan Tingkatkan Risiko Kanker

Pembesaran Payudara dengan Implan Tingkatkan Risiko Kanker

Reporter: -

blokTuban.com - Walau pembesaran payudara dengan implan secara umum aman, namun studi terkini mengungkap efek samping negatif yang mungkin terjadi.

Selain efek samping skar (luka parut) dan juga infeksi, ternyata pemasangan implan bisa meningkatkan risiko kanker yang langka.

Menurut laporan yang dipublikasikan dari NBC News, disebutkan bahwa implan payudara terkait dengan penyakit limfoma sel besar anaplastik (BIA-ALCL) yakni jenis limfoma non-hodgkin yang langka (kanker sistem imun).

Menurut Food and Drug Administration (FDA), pada beberapa situasi, penyakit BIA-ALCL tersebut bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Kabar baiknya, BIA-ALCL adalah penyakit yang langka dan mudah diobati.

Kaitan antara implan payudara dan kanker ini sebenarnya sudah diidentifikasi di tahun 2011, walau pada saat itu masih disebut dalam kategori "rendah".

"Beberapa tahun lalu insidennya memang hanya satu pada sejuta. Namun, setelah perhatian meningkat dan pencatatan kasus lebih baik, ternyata angka kejadiannya lebih tinggi," kata dokter bedah onkologi Richard J.Bleicher.

Pada tahun 2016, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut BIA-ALCL sebagai limfoma sel-T yang bisa berkembang setelah pemasangan implan payudara.

Setahun kemudian, tepatnya September 2017, FDA menerima 414 laporan BIA-ALCL, termasuk pada 9 pasien yang sudah meninggal. Hal ini mengindikasikan bahwa walau kankernya dianggap jarang, tetapi ternyata cukup banyak kejadiannya.

Para dokter di FDA juga mencatat bahwa kejadian kanker ini lebih sering pada pasien implan payudara dengan permukaan bertekstur dibanding yang halus.

FDA juga tidak menemukan perbedaan risiko pada implan silikon atau saline.

Pada umumnya pasien didiagnosis kanker ini 7-8 tahun pasca-implan. Kendati demikian, para ahli menyebut angka kejadiannya relatif rendah.

"Wanita yang mendapatkan implan payudara harus mewaspadai gejalanya, tetapi tidak perlu takut berlebihan," katanya.

Gejala yang harus diwaspadai antara lain bengkak yang menetap atau nyeri di sekitar daerah implan.

Dokter biasanya akan memeriksa ada tidaknya cairan yang berkumpul di sekitar implan. Beberapa pasien juga mengatakan mereka merasakan benjolan di bawah kulit atau melihat parut di sekitar implan

*Sumber: kompas.com

Tag : kesehatan, tips, trik

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 14 November 2018 15:00

    Pelatihan Menulis Bersama EMCL dan Tempo Institute

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (12-14/11/2018), awak media dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora mengikuti pelatihan menulis feature/story telling dan digital marketing di Disaster Oasis, KM 21,5, Sleman,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 10 November 2018 10:00

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban Sehubungan dengan pelaksanaan Tahapan Program Inovasi Desa (PID) Tahun Anggaran 2018 di Kabupaten Tuban, maka Tim Inovasi Kabupaten (TIK) PID membuka seleksi dan rekrutmen Pengelola Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa...

    read more