09:00 . BMKG: Equinox, Fenomena Biasa, Masyarakat Dihimbau Tenang   |   08:00 . Dua Hari Lagi TMMD Ke-104 Tuban Ditutup   |   07:00 . Tips Karier: Lakukan 5 Cara Ini Agar Sukses Jadi Girl Boss   |   15:00 . Tersangka Penggelapan Bantuan Sapi di Tuntut 1,5 Tahun Penjara   |   14:00 . Cari Bibit Atlet, PO Cabang Tuban Gelar Kompetisi Antar Ranting   |   12:00 . Suksesi Pemilu di Tuban, KPU Gelar Konser Musik.   |   11:00 . 129 Bidang Lahan Warga Selesai Dipatok untuk Kilang Tuban   |   09:00 . Camat Hendro Pensiun, Sempat Bercita-Cita Jadi Hansip   |   08:00 . Refresing Bersama Kader Kesehatan Kecamatan Jenu   |   07:00 . Manfaat Berhubungan Intim Selama 30 Hari   |   17:00 . Belum 3 Bulan, Ada 7 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan   |   16:00 . Bulog Belum Bisa Terima Beras Dari Petani, ini Alasannya...   |   15:00 . Nuansa Klasik Santai, Ngopi Nongkrong Tanjung Sari   |   14:00 . Masyarakat Sekitar TPPI Rutin Dapat Pengobatan Gratis   |   13:00 . Kebakaran Lumat Rumah Pedagang Ikan   |  
Mon, 25 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 23 November 2018 14:00

Serabian, Tradisi Unik Warga Ngarum Sambut Musim Hujan

Serabian, Tradisi Unik Warga Ngarum Sambut Musim Hujan

‎Reporter: M. Anang Febri‎

blokTuban.com- Awal musim penghujan telah menyapa sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban. Berbagai aktivitas warga masyarakat yang mayoritas petani pun tengah mempersiapkan olah lahan tanaman penyesuai musim. Sebagai wujud syukur, ada tradisi unik yang dilakukan warga Desa Ngarum, Kecamatan Grabagan untuk menyambut hujan, yakni dengan Serabian.

‎Serabian merupakan tradisi turun temurun yang berbentuk tasyakuran umum dengan menggunakan makanan Serabi itu dilakukan pada setiap awal musim penghujan tiba. Tepatnya pada malam Jumat Pahing.‎

‎"Sejak hari Kamis kemarin, warga seharian sudah buat Serabi untuk bancakan (tasyakuran Red)," kata salah satu warga, Siti Aminah kepada blokTuban.com, Jumat (23/11/2018).

‎Dia menambahkan, Serabi dengan tambahan kuah santan maupun gula merah cair atau sering disebut warga setempat Juroh,‎ y‎ang telah dibuat oleh warga desa Ngarum kemudian dikumpulkan menjadi satu di musala atau langgar terdekat masing-masing.

‎"Dikumpulkan jadi satu, ngumpul blok di langgar yang paling dekat. Waktunya sehabis Salat Subuh, sesudah salat langsung bancakan," jelasnya lagi.‎‎

‎Dari hal tersebut, masyarakat satu desa membuat serabi juga. Tak hanya dibuat tasyakuran bersama, menyambut hujan turun, akan tetapi juga dibuat sebagai ajang silaturahim antar warga dengan mengirimkan olahan serabi ke tetangga-tetangga.

‎‎"Setelah acara di musala, kalau sisa ya dibawa pulang. Serabi juga ada yang ditaruh, digantungkan di atas sudut pintu‎ atau salah satu sisi rumah," terang Herli, warga lainnya.

Tradisi budaya Serabian memang hampir mirip dengan tradisi Kupatan yang biasanya dilaksanakan menjelang dan akhir bulan Ramadan. Bedanya hanya pada media yang dipakai saja. 

Namun begitu, sejarah tentang asal muasal tradisi Serabian yang hanya ada di Desa Ngarum itu telah mengalai sejumlah perubahan sistem sebab penyesuaian keadaan. Sejarah tentang mengapa tradisi itu terus dilakukan, juga belum tergali secara gamblang oleh sumber yang jelas. [feb/col]

Tag : serabi, musim, hujan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more