15:00 . Pasca Monster Road, Perbaikan Alun-Alun Tuban Nol Rupiah   |   14:00 . Rogoh Kocek Sendiri, KRC Boyong 6 Medali   |   13:00 . 308 Eks Tenaga Honorer K2 Tuban Telah Melamar Jadi P3K   |   12:00 . Beda Pola, Begini Pelaksanaan PTSL di Tuban Selatan   |   11:00 . Penggunaan Lahan untuk Kilang Tak Pengaruhi Produksi Pangan   |   10:00 . Pos Kamling Harus Selesai Sebelum Pembukaan   |   09:00 . Tak Peduli Malam, Satgas TMMD Tetap Bekerja   |   08:00 . Razia Warung Remang-remang, Seorang Perempuan Diamankan   |   07:00 . Ketahui Tanda Si Dia Memang Jodoh Ariska Puspita Anggraini   |   17:00 . Polres Tuban Kawal Ketat Pendistribusian Logistik Pemilu   |   16:00 . Jembatan Jambangan Ambrol, Jalur Roda 4 Lumpuh   |   14:00 . Hujan Deras, Jalan Penghubung Maindu-Klumpit Longsor   |   11:00 . Peringati Hari Lahir, Muslimat NU Deklarasi Anti Hoax.   |   10:00 . KPUD Tuban Sosialisasi Penghuni Lapas   |   07:00 . Anak yang Doyan Jumpalitan adalah Anak Cerdas   |  
Mon, 18 February 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 21 November 2018 17:00

Wakapolres Tuban: Kita Akan Periksa Kejiwaan Kades Kablukan

Wakapolres Tuban: Kita Akan Periksa Kejiwaan  Kades Kablukan

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Jajaran Polres Tuban secara resmi telah menerima laporan dari Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Bangilan terkait dugaan ujaran kebencian di Media Sosial (Medsos) Youtube yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa (Kades) Kablukan, Kecamatan Bangilan bernama Suseno Ediyono, Rabu (21/11/2018).

Selanjutnya, jajaran Polres Tuban akan segera menindaklanjuti laporan itu dengan mendatangkan oknum Kades tersebut guna untuk dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan lebih lanjut.

"Ini adalah hak warga negara untuk melaporkan kepada pihak kepolisian, dan sudah menjadi kewajiban kami untuk menindaklanjuti laporan ini," terang Waka Polres Tuban, Kompol Teguh Priyowasono usai menerima laporan tersebut.

Perwira berpangkat satu melati di pundaknya itu juga mengaku telah menerima laporan bahwa oknum Kades itu diduga mengalami gangguan mental. Namun hal itu akan dibuktikan saat pemeriksaan di Mapolres nanti dengan mendatangkan Ahli Psikiater.

"Kami sudah menerima informasi terkait kejiwaan Kades karena ada sedikit permasalahan. Tapi secara medis belum, sehingga setelah adanya laporan ini akan kita lakukan penyidikan dan akan dilakukan pemeriksaan psikiater," tandasnya.

Diketahui, oknum Kades Kablukan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, bernama Suseno Ediyono diduga melakukan ujaran kebencian melalui akun Youtube. Dalam tulisannya, akun bernama 'Suseno Ediyono' tersebut mengomentari video yang diunggah M A channel dengan mengumpat organisasi masyarakat (Ormas) Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).[hud/col]

 

Tag : kades, polisi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:00

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more