15:00 . Pasca Monster Road, Perbaikan Alun-Alun Tuban Nol Rupiah   |   14:00 . Rogoh Kocek Sendiri, KRC Boyong 6 Medali   |   13:00 . 308 Eks Tenaga Honorer K2 Tuban Telah Melamar Jadi P3K   |   12:00 . Beda Pola, Begini Pelaksanaan PTSL di Tuban Selatan   |   11:00 . Penggunaan Lahan untuk Kilang Tak Pengaruhi Produksi Pangan   |   10:00 . Pos Kamling Harus Selesai Sebelum Pembukaan   |   09:00 . Tak Peduli Malam, Satgas TMMD Tetap Bekerja   |   08:00 . Razia Warung Remang-remang, Seorang Perempuan Diamankan   |   07:00 . Ketahui Tanda Si Dia Memang Jodoh Ariska Puspita Anggraini   |   17:00 . Polres Tuban Kawal Ketat Pendistribusian Logistik Pemilu   |   16:00 . Jembatan Jambangan Ambrol, Jalur Roda 4 Lumpuh   |   14:00 . Hujan Deras, Jalan Penghubung Maindu-Klumpit Longsor   |   11:00 . Peringati Hari Lahir, Muslimat NU Deklarasi Anti Hoax.   |   10:00 . KPUD Tuban Sosialisasi Penghuni Lapas   |   07:00 . Anak yang Doyan Jumpalitan adalah Anak Cerdas   |  
Mon, 18 February 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 14 November 2018 20:00

Karang Cerita Hoaks, Kasmonat Ditetapkan Tersangka Oleh Polisi

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Jajaran kepolisian Satreskrim Polres Tuban menetapkan status Kasmonat (36) sebagai tersangka. Warga Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban itu ditetapkan sebagai tersangka lantaran telah mengarang cerita hoaks pada, Kamis malam (8/11/2018) yang lalu.

Pria tersebut merekayasa bahwa dirinya telah dihajar oleh empat orang begal di kawasan pertigaan Jembatan Sungai Jambon, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban. Atas laporan palsu yang dibuatnya tersebut Satreskrim Polres Tuban akhirnya menetapkannya sebagai tersangka. 

Meski status Kasmonat sebagai tersangka, namun pria tersebut belum ditahan oleh penyidik, melainkan masih disuruh wajib lapor atas perkara yang menjeratnya itu.

"Kasmonat telah ditetapkan tersangka, tetapi tidak ditahan, namun wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis," Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Iwan Hari Poerwanto.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, tersangka diancam pasal 220 KUHP tentang memberikan keterangan palsu dengan ancaman hukuman pidana 1 tahun penjara. "Tersangka dijerat Pasal 220 KUHP," tandasnya.

Sebelumnya, Kasmonat telah membuat pengakuan bohong dengan mengarang sebuah cerita pembegalan oleh sekitar empat orang kepada dirinya saat hendak pulang ke rumah. Selain itu, saat ditemukan oleh warga dia juga pura-pura tergeletak dengan kondisi tidak mengenakan baju.

Namun, setelah diperiksa luar serta rontgen di RSUD dr Koesma Tuban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh Kasmonat. Dan setelah kasus tersebut  didalami oleh pihak kepolisian dia mengaku telah mengarang cerita hoaks lantaran takut uang senilai Rp3,3 juta diminta oleh istrinya.[hud/col]

Tag : hoax, hoaks, medsos

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:00

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more