15:00 . Diduga Ledakan Tabung LPG, 2 Rumah di Prambontergayang Ludes Terbakar   |   14:00 . Pengrajin Blangkon dari Tepi Bengawan Solo   |   13:00 . Pasca Bencana, BPBD Kaji Cepat Banjir dan Longsor Waleran   |   12:00 . Begini Pesan Wabup Saat Hadiri Tasyakuran HPN   |   11:00 . Otodidak, dari MC Hingga Jadi Perajin Blangkon   |   10:00 . Kebakaran di Bangilan Ludeskan 5 Rumah   |   09:00 . Banjir dan Longsor Terjang Tuban   |   08:00 . Diskoperindag-Baznaz Berikan Pinjaman tanpa Bunga   |   07:00 . Awas, Jangan Biarkan Batuk Berkepanjangan   |   21:00 . Pedagang Pasar Datangi Diskoperindag Wadul Kondisi Pasar   |   20:00 . Perakitan Kotak Suara di KPU Tuban Hampir Usai   |   18:00 . Baru 728.805 Jiwa tang Terdaftar JKN di Tuban   |   17:00 . Akibat Hujan Deras Kawasan Waleran Dilanda Banjir dan Longsor   |   16:00 . Gotong Royong Warga Semanding Benahi Tanggul   |   15:00 . Warga Temaji Keluhkan Bau Asap Batu Bara   |  
Wed, 20 February 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 13 November 2018 17:00

Pakai Gas untuk Melaut, Nelayan Mengaku Lebih Irit

Pakai Gas untuk Melaut, Nelayan Mengaku Lebih Irit

Reporter: Sri Wiyono

blokTuban.com – Salah satu nelayan asal Jenu, Parto, mengakui kalau melaut dengan menggunakan gas lebih irit dibanding menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Dia menyebut, sebelumnya setiap melaut dia menghabiskan BBM 6-8 liter dengan harga beli Rp 9.000 per liter. Atau harus mengeluarkan Rp 54 ribu jika habis 6 liter. 

‘’Karena saya pakaai bensin (premium). Sedangkan kalau pake gas, kita butuh hanya satu tabung, paling mahak Rp 20 ribu,’’ jelasnya.

Selain itu, perawatan mesin juga lebih gampang karena mesin tidak rewel. Udara juga bersih karena asap gas buang tidak tebal.

‘’Jadi, lebih suka pake gas, irit dan mesin tidak cepat rusak,’’ ungkapnya.

Seperti diketahui Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM() Ignasius Jonan, Selasa (13/11/2018) sore menyerahkan paket bantuan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas pada nelayan Kabupaten Tuban. Penyerahan dilaksanakan di Mangrove Center di Kecamatan Jenu. Menurut nelayan, menggunakan gas untuk melaut lebih irit dibanding menggunakan BBM.

Pada kesempatan itu, Iganisius menyampaikan bahwa sebanyak 200 paket bantuan yang diserahkan. Paket itu berupa mesin tempel untuk perahu, baling-balin dan gas dalam tabung ukuran 3 kilogram (kg). Jonan berharap, bantuan itu semakin mensejahterakan nelayan karena lebih irit. 

‘’Mesin perahu juga lebih awet, bersih dan perawatan mudah karena memakai gas,’’ katanya.

Sementara bupati Fathul Huda menyatakan, di Tuban ada sekitar 19 ribu nelayan. Dari jumlah itu, yang tergolong kurang mampu dan berhak menerima bantuan sebanyak 2 ribu orang. Dari jumlah ini, seribu orang uang menerima bantuan. 

‘’Tinggal seribu, kami mohon Pak Menteri juga melengkapi,’’ harap bupati.

Atas permintaan ini, Menteri ESDM menyanggupi, hanya akan diberikan sampai tahun 2020 nanti.

‘’Jadi, tahun 2019 sebanyak 500 paket, dan 2020 sebanyak 500 juga,’’ janji Jonan.

Usai menyerahkan bantuan, Jonan dan pejabat lainnya meninjau dan mencoba menyalakan mesin perahu yang sudah menggunakan gas sebagai bahan bakar.[ono]

 

 

Tag : gas, irit, menteriesdm, pertamina, pertaminamorv, nelayan, konversi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:00

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more