21:00 . Kemenag Tuban Peringati Nuzulul Quran   |   20:00 . Tahun 2020, Jembatan Rengel-Kanor Dibangun   |   19:00 . Truk Gandeng Terguling Timpa Pejalan Kaki Hingga Tewas   |   18:00 . Organisasi Pemuda di Kecamatan Rengel Kompak Bagi 1000 Takjil   |   16:00 . Polisi Berhasil Identifikasi Identitas Pelaku Pembobolan RSUD   |   13:00 . Lima BUMN Berbagi untuk Masyarakat Tuban   |   12:00 . Tim Verifikasi Madrasah Ramah Anak Tinjau MTsN 1   |   11:00 . Kabar Paracetamol Mengandung Virus Berbahaya Ternyata Hoax   |   10:00 . Prakiraan Cuaca 23-27 Mei, Diprediksi Gelombang Laut Capai 2.5 Meter   |   09:00 . Hari Ini Ada Bagi-bagi THR Rp39 Miliar di Tuban   |   08:00 . Kantor Disdukcapil Diusulkan Pindah, Ada Tiga Pilihan Lokasi   |   07:00 . Tips Berolahraga selama Ramadan   |   06:00 . Oleng, Muatan Kertas Jatuh Timpa Truk Logistik   |   20:00 . EMCL Umumkan 4 Konten Viral Jurnalis Tuban   |   19:00 . Begini Tanggapan Diskominfo Tuban Terkait Penggunaan Fitur VPN   |  
Sat, 25 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 13 November 2018 17:00

Pakai Gas untuk Melaut, Nelayan Mengaku Lebih Irit

Pakai Gas untuk Melaut, Nelayan Mengaku Lebih Irit

Reporter: Sri Wiyono

blokTuban.com – Salah satu nelayan asal Jenu, Parto, mengakui kalau melaut dengan menggunakan gas lebih irit dibanding menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Dia menyebut, sebelumnya setiap melaut dia menghabiskan BBM 6-8 liter dengan harga beli Rp 9.000 per liter. Atau harus mengeluarkan Rp 54 ribu jika habis 6 liter. 

‘’Karena saya pakaai bensin (premium). Sedangkan kalau pake gas, kita butuh hanya satu tabung, paling mahak Rp 20 ribu,’’ jelasnya.

Selain itu, perawatan mesin juga lebih gampang karena mesin tidak rewel. Udara juga bersih karena asap gas buang tidak tebal.

‘’Jadi, lebih suka pake gas, irit dan mesin tidak cepat rusak,’’ ungkapnya.

Seperti diketahui Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM() Ignasius Jonan, Selasa (13/11/2018) sore menyerahkan paket bantuan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas pada nelayan Kabupaten Tuban. Penyerahan dilaksanakan di Mangrove Center di Kecamatan Jenu. Menurut nelayan, menggunakan gas untuk melaut lebih irit dibanding menggunakan BBM.

Pada kesempatan itu, Iganisius menyampaikan bahwa sebanyak 200 paket bantuan yang diserahkan. Paket itu berupa mesin tempel untuk perahu, baling-balin dan gas dalam tabung ukuran 3 kilogram (kg). Jonan berharap, bantuan itu semakin mensejahterakan nelayan karena lebih irit. 

‘’Mesin perahu juga lebih awet, bersih dan perawatan mudah karena memakai gas,’’ katanya.

Sementara bupati Fathul Huda menyatakan, di Tuban ada sekitar 19 ribu nelayan. Dari jumlah itu, yang tergolong kurang mampu dan berhak menerima bantuan sebanyak 2 ribu orang. Dari jumlah ini, seribu orang uang menerima bantuan. 

‘’Tinggal seribu, kami mohon Pak Menteri juga melengkapi,’’ harap bupati.

Atas permintaan ini, Menteri ESDM menyanggupi, hanya akan diberikan sampai tahun 2020 nanti.

‘’Jadi, tahun 2019 sebanyak 500 paket, dan 2020 sebanyak 500 juga,’’ janji Jonan.

Usai menyerahkan bantuan, Jonan dan pejabat lainnya meninjau dan mencoba menyalakan mesin perahu yang sudah menggunakan gas sebagai bahan bakar.[ono]

 

 

Tag : gas, irit, menteriesdm, pertamina, pertaminamorv, nelayan, konversi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more